Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 28 ACARA PERJODOHAN


__ADS_3

Di sebuah mall ternama


Mama ternyata benar - benar membuktikan ucapannya dengan serius. Siang ini mama menyuruhku menemuinya di sebuah cafe di dalam mall. Disana mama hendak mengadakan acara arisan bersama teman - teman sosialitanya.


Kuparkirkan mobil sport hitamku dengan cepat dan menaiki lift. Di dalam lift aku tersontak kaget, karena ada sesosok wanita yang benar - benar aku tidak mau temui apalagi untuk saat seperti ini.


Sepertinya wanita ini sangat bahagia melihatku berdiri tepat di hadapannya. Dia tersenyum lebar saat melihat ku memasuki lift, dengan cepat aku mundur dan memutar badanku hendak keluar lagi dari lift. Tapi dia menarik lenganku dengan cepat, " Udah, kamu mau kemana kamu mau naik juga kan? Lantai berapa? Hemm.. aku tau kamu mau kemana. Lantai 3 yaa..." Ucapnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia merangkul tanganku dan bergelayut manja di bahuku. Untung saja hanya kami berdua yang berada dalam lift saat ini. Jadi aku tak perlu menahan malu akan sikapnya yang berlebihan.


"Tapi, bagaimana dia bisa tau aku mau ke lantai 3". pikirku dalam hati.


Ting..tong..


Hanya dalam hitungan beberapa menit. Sampai sudah kami berdua di lantai 3. Wanita ini masih tetap saja bergelayut manja di lenganku.


Kulangkahkan kakiku keluar lift. Aku berusaha melepaskan cengkeraman si wanita licik ini dari lenganku tapi rasanya sulit, apalagi mama sudah keburu melihat kami berdua berjalan menuju ke arah mama dan teman - temannya berkumpul. Kenapa pula wanita ini terus saja mengekor dibelakangku. Belum apa - apa aku sudah di buat kesal.


Mama melambaikan tangan ke arah kami, dengan mantap wanita licik ini berjalan mendahului melepaskan genggamannya sambil tersenyum sumringah. Entah sebenarnya apa yang mereka berdua lakukan. Dan kenapa juga Shasaha sampai ikut menemui mama.


"Kacau! Kali ini benar - benar kacau." Pikirku dalam hati.


Shasha menuju ke arah mama dan berjalan mendahuluiku, berlenggak - lenggok cantik bak sedang berada di atas catwalk seperti yang biasa dia lakukan. Lalu dengan santai mencium pipi kanan kiri mamaku.

__ADS_1


" Duh, tante. Shasha kangen banget loh sama tante. Tuh, liat tante. Satria anak kesayangan tante udah lama banget aku ajakin ke rumah tante pengen ketemu malah dia nolak mulu tante. Padahal Shasha udah sering bilang mau ke rumah..." Shasha bergelayut manja di lengan mama.


Mama tersenyum lebar dan menyuruhku untuk segera mendekat, " Satria, sini. Iniloh, maksud mama tadi pagi... ". Mama mengedipkan matanya, seolah memberikan tanda bahwa wanita inilah yang hendak dia jodohkan seperti pembicaraan mereka tadi pagi saat sarapan.


Aku terbelalak kaget, masa iya mama mau jodohin aku sama Shasha?


" Maksud mamaa..", aku masih tak percaya yang mama ucapkan barusan. Kenyataan bahwa mama mau jodohin aku sama Shasha si wanita licik matre dan mata duitan ini? Mama apa tidak salah ini?


" Ma..tapi maa...", inginku berteriak pergi dan menolak semuanya. Tapi, mama menarik lenganku dan malah menyuruhku duduk di tengah ibu - ibu arisan. Disana juga sudah ada tante Dian, mama dari Shasha. Ya, tante Dian dan mama memang sudah akrab sejak dulu. Ayah Shasha dan papa adalah rekan bisnis. Sama halnya seperti aku dan Shasha yang sudah akrab sejak kecil.


" Wah, kamu udah makin ganteng ya Satria. Pantes saja, Shasha nggak pernah berhenti ngomongin kamu. Shasha pengen banget loh cepet - cepet ketemuin kamu sama tante dan ngomongin pesta pertunangan kalian. " Tante Dian berucap seolah - olah aku sudah setuju soal hubungan ku dengan anaknya dan seolah aku benar - benar akan menikahi Shasha.


Shasha tersenyum licik ke arahku, entah apa yang ada di benaknya. Dasar perempuan laknat kamu, Sha!


Aku menatap Shasha dengan geram, " Maaf, aku permisi sebentar mau ke toilet ma!"


" Tuh, kan...belum apa - apa sudah beser dan tegangan tinggi. Haahaa.." Sahut salah satu teman arisan mama. Disambut dengan tawa dan canda ibu - ibu yang lain. Situasi ini benar - benar sangat mencekam. Aku ingin secepatnya pergi dari sini dan menghilang dari kerumunan ibu - ibu yang sedang meledekku ini.


Kukumpulkan keberanianku, secepatnya aku berdiri dan meninggalkan tempat perkumpulan itu, Shasha mengejarku dengan cepat. Membuntutiku sampai ke arah parkiran.


" Satria, kamu jangan cepet - cepet dong jalannya! " ucapnya sambil berlarian kecil mengejarku. Sepatu hak tinggi yang dikenakannya membuat langkahnya sedikit terhambat.

__ADS_1


" Alaahh..ngapain kamu masih ngikutin aku! Aku tau, ini pasti sudah kamu rencanain dari awal. Maksud kamu apa jodoh - jodohan sama aku. Pake bilang ke mama sama tante Dian bahwa kita benar- benar pacaran? Trus kamu minta tunangan segala. Apa maksud kamu Sha ?"


Aku membentak Shasha dengan keras, geram dengan keadaan yang saat ini membuatku merasa tertipu dan tersudut. Apalagi semua teman - teman mama tadi menyaksikannya. Konyol rasanya!


Shasha melipat tanganya ke dadanya, memicingkan matanya ke arahku. " Lagian, siapa juga yang mau lepasin kamu. Enak aja! Aku nggak akan sudi ngelepasin kamu demi si Puspa, wanita yang katanya rela kamu hamili. Sekarang, kamu tinggal pilih mau media tau soal foto - foto kita? Kamu mau mama kamu bahkan kakek kamu tau? Atau kamu mau melanjutkan acara perjodohan ini dan mengikuti semuanya dengan baik." Shasha mulai kembali dengan ancaman klasik nya.


Aku merengut sengit, mendesis dan nafasku mulai memburu. Kesal melihat wajahnya yang sok menang.


" Kamu mulai saja kalau kamu berani ! "


" Siapa bilang aku takut? Kamu lupa, kemarin malam aku udah kirim foto kita ke tante Sarah? ". Shasha tersenyum licik.


" Dasar sial! Kamu benar sudah ngirimin semua itu ke mama?! " . Aku semakin geram mengepalkan tanganku dengan kuat. Tanda bahwa aku sudah benar - benar kesal dengan wanita ini. Seperti nya kalau dia bukan seorang wanita, sudah mendarat sebuah pukulan membabi buta di wajahnya.


Shasha tertawa menang, " Belum sayang. Aku nggak akan kok setega itu sama kamu. Tapi, aku mau kamu setuju buat ngadain pesta pertunangan sama aku. Gimana? Aku nggak mau dong ... cuma jadi simpanan kamu. Katanya kamu cinta sama aku? Katanya kamu ketagihan sama tubuh aku? " , Shasha mendekatiku mengelus pipi ku dan bergelayut manja di leherku.


" Eheemm.." , seseorang datang membuat kami berdua tersentak.


" Mamaaaa.... " , ucapku kaget dengan kedatangannya yang tiba - tiba.


Sejak kapan mama sudah berada di sana. Apa mama mendengar ucapan kami barusan? Semoga saja mama tidak sampai mendengar semuanya.

__ADS_1


***


__ADS_2