Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 32 BU FAT


__ADS_3

Selang beberapa hari kemudian


" Satria, kamu ada dimana? " , tanya kak Reno melalui ponselku.


" Di kampus kak. Baru kelar nih kuliahnya. "


" Oke. Aku juga lagi ada di kampus, kita ketemu sekarang di parkiran ya. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan", Ucap kak Reno.


"Tapi kamu lagi nggak bareng Shasha kan? " Tanya kak Reno kemudian.


" Nggak kok kak. Dia bilang hari ini dia sibuk pemotretan majalah. Memangnya kenapa? Kok kak Reno nanyain Shasha ? " Aku tiba - tiba jadi penasaran tentang apa yang akan dia bicarakan. Jangan - jangan ini ada hubungannya dengan Shasha.


" Sudahlah. Aku jelasin nanti semuanya di luar. Yang penting jangan sampai Shasha atau ada siapapun yang tau pertemuan kita kali ini". Kak Reno menjelaskan.


" Baik kak. Aku ke sana sekarang. "


Klik. Kumatikan ponselku


Dengan cepat aku berjalan menuju pelataran parkir kampus. Kutemui kak Reno yang sudah tiba di sana lebih dahulu.


" Ada apa kak? " Tanyaku penasaran.


Kak Reno membuka pintu mobilnya dengan cepat lalu menyuruhku masuk, " Kita bicarakan diluar jangan di sini ya. "


Aku menuruti perkataan kak Reno. Kutinggalkan motor sport kesayanganku di parkiran kampus. Kami berdua melesat menuju suatu tempat yang telah ditentukan oleh kak Reno.


***


Di sebuah rumah makan pinggiran kota

__ADS_1


Kak Reno dan aku tiba di suatu rumah makan, di sana sudah ada orang bayaran kami yang bertugas menyelidiki kasus tante Dian.


Namanya pak Santo, dari perawakannya kecil tidak memperlihatkan bahwa dia adalah mata - mata sekaligus detektif bayaran yang biasa menyelesaikan kasus dengan cepat, tidak seperti detektif bayaran yang biasa di lihat di film - film action. Mungkin hal ini adalah kelebihan yang di miliki nya sehingga membuatnya mudah untuk berbaur dan tidak dicurigai sedang memata - matai orang lain.


Pak Santo mempersilahkan kami duduk. Kami pun langsung duduk berhadapan , " Langsung saja ke pokok masalahnya ya. Kenapa saya membawa kalian kemari. Tentu saja ada alasannya. " Ucapnya membuka pembicaraan kami.


Aku semakin penasaran, " Ya, apa saja yang sudah bapak temukan saat penyelidikan dan memata - matai tante Dian. " Tanyaku cepat.


Raut wajah pak Santo terlihat sangat serius. " Mas Satria dan Mas Reno jangan kaget ya... Kalian lihat itu pelayan yang ada di sana? " Dia menunjuk pada seorang wanita yang berumur sekitar empat puluhan tahun yang sedang mengelap meja makan.


Aku dan kak Reno sontak kaget, kami berdua saling menatap satu sama lain. Karena yang kami lihat adalah seseorang yang dulu pernah kami kenal.


" Bu Fat". Aku dan kak Reno berkata hampir bebarengan.


" Ya. Dia bu Fat yang kalian kenal". Jawab pak Santo.


" Kenapa bu Fat bisa ada di sini? " Tanyaku penasaran.


" Dan apa kamu tau siapa yang mengusir bu Fat dari rumah itu? " Tanya pak Santo melanjutkan.


Aku menggelengkan kepala dan tiba - tiba kepikiran bahwa tante Dian lah yang mengusirnya karena dia pembantu yang setia pada om Kusuma dan alm. tante Wiwik. Tidak mungkin kalau om Kusuma yang mengusir dia.


" Pasti tante Dian. Itu pasti yang kalian tebak. Ya kan? Tapi maaf, kalian semuanya salah. Shasha lah penyebab kenapa sampai bu Fat terusir dari rumah itu. " jawab Pak Santo.


" Apa? Kok bisa? " Tanyaku terbalalak kaget. Karena setahuku, Shasha sangat dekat dengan bu Fat. Beliau mengasuh Shasha dari masih kecil. Rasa - rasanya aneh saja mendengar bahwa Shasha lah penyebab bu Fat keluar dari rumah itu.


Aku semakin bingung dengan situasi dan pernyataan - pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh pak Santo.


Pak Santo tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari balik kantong jaket kulitnya. Meletakkan semuanya di atas meja.

__ADS_1


" Ini ada lah salinan riwayat kesehatan dari Shasha."


Mataku terbelalak kaget, " Rumah sakit jiwa? Siapa yang memiliki gangguan mental sampai harus di rawat di sana? Apa iya Shasha pernah mengalami gangguan jiwa sampai - sampai dia harus di rawat di sana? ". Aku tidak percaya akan bukti berkas yang sedang kulihat ini.


" Shasha sudah menjalani serangkai tes dari MRI sampai skrining. Dia juga sudah menjalani Pengujian toksikologi. Pengujian itu dilakukan untuk mendeteksi apakah pasien memiliki riwayat penggunaan dan penyalahgunaan obat - obatan terlarangĀ atau konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan." Jelas pak Santo.


" Lalu?"


" Ya itulah hasilnya. Dia harus direhabilitasi. Dia butuh psikiater untuk mendampinginya dan memantau kesehatannya sehingga dia dapat mengurangi tingkat kehaluannya. Itulah hasil yang ditunjukkan dari berkas ini. " Jawab pak Santo.


Aku dan kak Reno saling bertatapan. " Jadi? Sebenarnya apa yang terjadi saat ini Pak? Aku semakin bingung dibuatnya. " tanyaku lagi.


Pak Santo berdiri dan menghampiri bu Fat. Membisikkan sesuatu di telinga bu Fat dan beliau hanya mengangguk seperti mengerti maksud yang sedang dibicarakan oleh pak Santo.


***


Selang beberapa menit kemudian. Pak Santo kembali ke meja kami dan membawa bu Fat bersamanya.


" Biar bu Fat yang menceritakan semuanya. " Ucap pak Santo.


Bu Fat tersenyum ramah kepada kami. Kamipun berjabatan tangan.


" Mas Reno sudah tambah ganteng sekarang. Mas Satria juga. Sudah berapa lama ya kita nggak ketemu. Mungkin hampir 2 tahunan lama nya ya kita nggak ketemu. Semenjak mas Reno dan mas Satria tidak mampir ke rumah Bu Fat nggak pernah lihat kalian lagi. " Sapa bu Fat sambil mengambil kursi baso dan duduk di hadapan kami.


" Ya bu Fat. Sudah dua tahun ya ternyata rasanya baru kemarin kami lulus SMA. " Jawab kak Reno menimpali.


" Bu Fat. Mungkin pak Santo sudah menjelaskan maksud dari kedatangan kami ke sini. Pak Santo sampai bisa menemukan bu Fat pulang kampung dan bekerja di sini semuanya atas permintaan dari kami. Bu Fat mungkin belum tau kenapa kami sampai nekat membayar orang untuk mencari informasi soal tante Dian dan Shasha. Karena semuanya sudah mendesak harus segera dilakukan. Yang kami heran, kenapa bu Fat bisa keluar dari rumah itu? Kok bisa bu Fat? Bukannya bu Fat sangat setia pada keluarga pak Kusuma?" Tanya kak Reno cepat.


Bu Fat menghela nafas panjang. " Gimana ya bu Fat ceritanya. Ibu juga bingung mas harus cerita darimana dulu."

__ADS_1


" Nggak apa - apa bu. Ibu nggak usah takut ceritakan saja semuanya. Karena bu Fat itu saksi utama kasus ini. " Aku sudah tak sabar ingin cepat - cepat mendengar penjelasan dari bu Fat soal tante Dian yang sampai tega menyekap om Kusuma di rumah itu dan soal Shasa yang sampai butuh psikiater dan harus direhabilitasi.


__ADS_2