Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 43 MEMULAI BABAK BARU


__ADS_3

Aku menggeliat pelan dan masih terbenam dalam selimutku. Kudekap pelan wanita di sampingku ini. Seperti mimpi rasanya bisa berdua dengannya sepanjang malam setelah penantian yang begitu panjang dan melelahkan.


Drrtt...drttt..drtt..


Bunyi ponselku berulang kali. " Siapa menelponku sepagi ini. " Jawabku sedikit kesal.


" Ehemm..eeheemmm.." Orang diujung sana terbatuk - batuk dengan sengaja.


" Sudahlah kalau hanya untuk menggodaku aku tutup lagi teleponnya. " Jawabku ketus.


Si penelpon terbahak - bahak di ujung sana. " Ya. ya.. maaf tuan muda. Aku mengganggu terlalu siang. " Jawabnya sambil masih dengan tawanya yang renyah.


" Maksudnya siang ?" Kuraih jam tangan ku yang tergeletak di samping meja tempat tidur.


" Ya ampun. Sudah jam 9. Aku ada rapat dengan klien satu jam lagi. " Aku terperanjat kaget segera ku tutup telepon dari kak Reno dan berlari ke arah kamar mandi.


Puspa terbangun dan menatapku aneh. " Ada apa ? Kok kamu terburu - buru gitu ?"


" Rapat. Aku ada rapat dengan klien. " Jawabku panik.


" Hemm..ya udah. "


Aku melirik sebentar ke arah Puspa yang masih membenamkan dirinya di dalam hangatnya selimut putih tebal. Wajahnya yang masih polos tanpa make up terlihat sangat cantik dan menggoda. Segera ku dekati dia dengan cepat dan mengangkat tubuhnya yang mungil.


" Tapi masih ada waktu beberapa menit kok. " Jawabku cepat sambil menggendong Puspa ke dalam kamar mandi yang lengkap dengan bak air hangat. Memanfaatkan waktu kebersamaan yang tinggal satu jam lagi. Melimpahkan rasa rindu yang masih bergetar di dada.


***


Kulangkahkan kakiku dengan sedikit melayang pagi ini. Lebih tepatnya perasaan ku yang melayang - layang seperti mimpi. Mimpi yang selalu kudambakan dan terlampau manis


Ritual sapa menyapa dikantor ketika aku datang pun terlihat dan terasa semakin dramatis karena seolah mereka sedang menyelamati atas kemenanganku meraih kembali cinta ku. Penantian panjangbpun berakhir manis dengan limpahan bahagia.


" Uhukkk..uhukkk.."

__ADS_1


" Rapat boss. Rapat. " Kak Reno tak berhenti menggodaku dengan batuk - batuk palsunya. Melihat tingkahku yang aneh pagi ini. Banyak senyum - senyum sendiri dan melamun.


" Iya. Iya. " Jawabku sedikit agak ketus kesal karena kak Reno terus menggoda ku, padahal dari tadi aku sudah berusaha menahan luapan emosi bahagiaku.


Kak Reno dan asistennya serta David dan Rika sekretarisku sudah menanti kedatanganku di ruanguan CEO untuk memulai persiapan rapat. Rupanya pagi ini adalah rapat terakhir dengan pihak Shasha sebelum besok mulai shooting iklan produk baru perusahaan kami.


Shasha dan beberapa orang dari agency nya datang mengetuk pintu ruanganku. Hal ini dapat kulihat dari dalam karena pintu yang terbuat dari kaca tembus pandang.


" Baiklah kita bertemu di ruang rapat." Ucapku membubarkan teamku sebelum team Shasha benar - benar masuk.


Rika membukakan pintu dan kami pun beranjak ke luar ruangan.


" Hi. Satria sayang. " Ucap Shasha saat berpapasab denganku.


" Jaga sikap kamu. Ini kantor. " Jawabku berbisik pada Shasha dengan nada yang sedikit tegas dan ketus.


" Baiklah... Berarti kalau diluar kantor boleh dong. " jawabnya manja dan berusaha menggoda ku di depan para karyawan.


Kuhentikan langkah kami yang beriringan.


" Ya, pak. "


" Bilang pada bu Shasha untuk berjalan ke ruang rapat dengan teamnya. "


" Baik, pak ! " Jawab Rika cepat. Sambil berisyarat agar Shasha berjalan di belakangku.


***


Rapat pagi ini pun akhirnya berjalan lancar tanpa kendala. Shasha pun tidak banyak bertingkah selama jalannya rapat. Besok akan dimulai awal shooting iklan produk kami. Shooting perdana pun akan dihadiri olehku sebagai pimpinan perusahaan. Hal ini sudah menjadi kebiasaanku, shooting perdana dan penutupan selalu aku hadiri demi membuat para crew dan karyawan lainnya semangat dalam bekerja. Merasa bahwa kerja keras mereka benar - benar kuawasi dan apapun itu selalu kuhargai.


***


" Puspa "

__ADS_1


" Ya. Mas. " Jawab Puspa dari ujung ponselnya.


" Kamu pulang ke rumah kan hari ini ? Aku jemput kamu di lokasi shooting ya. "


" Nggak bisa mas. Aku shooting sampai larut malam. Kali ini tapping sampai dua episode. Karena besok aku libur dan lokasi juga mau dipakai untuk shooting iklan selama dua hari ke depam "


" Yah...gimana dong. Aku masih kangen sama kamu. " Ucapku agak sedikit kecewa mendengar jawaban dari Puspa barusan. Karena belum cukup rasanya berdua sepanjang malam tadi.


" Tenang mas. Besok aku kan libur jadi aku bisa seharian nemenin kegiatan kamu. Gimana? "


" Yang bener kamu sayang ? " Ah..rasanya bahagia bercampur canggung bisa kembali memanggil dengan sebutan sayang. Kali ini dengan perasaan yang benar - benar dengan rasa sayang menggelora.


" Iya. Aku janji kok. "


" Heemmm...Ngomong - ngomong kamu tidur dimana nanti malam ? "


" Manager aku udah siapin tempat buat nginap semalam. Jadi aku bisa pulang bareng teamku dan langsung ke tempat kamu besok paginya ya. "


" Oh.gitu. Yaudah deh. " Sedikit rasa kecewa kembali menyergap batinku yanh sedang benar - benar menggelora karena rindu.


" Sorry ya mas. Aku mesti lanjut shooting".


Klik.. Puspa menutup ponselku. Kini dia menjadi orang yang benar - benar sibuk dengan shootingnya. Sesuai dengan cita - citanya menjadi seorang celebrity chef yang terkenal dengan segudang prestasi yang membanggakan. Ternyata tidak sia - sia aku melapasnya ke negeri tempat menara Eiffel berada.


***


Mataku menerawang memandang langit - langit kamarku. Baru beberapa jam saja tidak bertemu Puspa rasanya rindu sudah kembali menyergap ingin segera ku tumpuhkan. Sepertinya malam ini aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Rasanya sulit sekali memejamkan mata dengan bayangan wanita itu yang terus saja menari - nari di otakku.


" Ahh..tidakkkk.." Kesal sekali rasanya menahan rindu yang belum tuntas.


Kubenamkan kepalaku ke dalam bantal.


" Sepertinya aku harus ke sana. Ya, aku harus ke lokasi shooting. " Ucapku pada diriku sendiri.

__ADS_1


Bergegas aku pun berganti pakaian dan melesat ke lokasi shooting. Menembus malam yang telah larut.


***


__ADS_2