
Aku kembali menunduk menatap berkas - berkas yang dari tadi sedang sibuk ku periksa.
" Untuk apa kamu kesini" Ucapku dengan nada ketus.
Dia berdiri dan mendekat ke sampingku. Merangkul leherku dengan manja.
" Apa - apaan kamu. Tolong lepaskan dan keluarlah. " Aku masih berusaha menahan kesabaranku.
Wanita itu merengut kesal. " Kamu nggak kangen sama aku ? Kan udah lama kita nggak ketemu ? "
" Sudahlah ini kantorku dan tolong tunjukkan rasa hormatmu. Aku pimpinan di sini jadi aku mohon sekali lagi kamu jaga sikap kamu di sini. Dan tolong aku mohon sama kamu untuk jangan menggangguku di sini. Aku sedang sibuk memeriksa proyek perusahaan. " Pernyataanku masih datar dan mataku berusaha tetap fokus pada berkas - berkas di meja, padahal aku sudah kehilangan fokusku gara - gara dia datang kehadapanku secara tiba - tiba.
" Hemm..iya pak bos. Kamu sekarang makin dewasa aku suka. " Jawabnya sambil tersenyum manja.
Dia membanting tubuhnya di sofa tepat di hadapanku. Melipatkan kaki nya dengan gerakan menggoda. Memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan mulus. Harusnya sebagai pria dewasa aku tergoda, tapi tidak kali ini justru membuatku semakin kesal dan ingin segera melemparnya keluar.
Kupencet tombol telepon intercom dan hendak memanggil satpam. " Aku panggil petugas keamanan atau kamu keluar sendiri. " Jawabku tegas.
Dia tertawa terkekeh sambil beranjak dari sofa. " Aku kesini juga bukan karena keinginanku sendiri. "
" Maksudmu? " Tanyaku heran.
" Pimpinan proyek kamu yang sudah melakukan lobi dengan manager ku dan pihak agency ku. "
" Lalu ? " Aku makin penasaran dengan maksud dari perkataannya.
" Kamu baca dong berkas proyek produk terbaru kamu."
" Nggak ada yang salah. Memangnya kenapa ? " Kubuka lembar terakhir dari berkas proyek ku ini dengan cepat.
__ADS_1
" Pengajuan kontrak kerja sama bintang iklan produk terbaru perusahaan Wirajaya group adalah atas nama Shasha William? Kenapa aku sampai kecolongan dan barusan saja selesai kutanda tangani. " Sekilas aku melihat nama nya di sana.
" Sial ! " Umpatku.
Shasha tertawa lebar karena merasa menang. " Itu artinya selama beberapa bulan ke depan sampai selesai promo launching produkmu aku akan terus berada di sekitarmu. "
" Itu tidak akan terjadi. " Jawabku ketus.
" Rikaaa. Cepat keruanganku. " Aku beteriak keras hingga kantorku sepertinya menggema.
Rika yang baru saja selesai makan siang berlarian masuk ke ruanganku.
" Ada apa pak Satria ? " Suaranya gemetaran.
" Usir wanita ini dari ruanganku. "
" Tapi pak, sebentar lagi kita akan mulai rapat produk baru kita dan bu Shasha sengaja diundang untuk pembukaan proyek kita dan pengesahan kontrak. " Rika menjelaskan semuanya sambil gemetaran.
" Kalau begitu panggil segera David keruanganku. " Ucapku sengit.
" Berikan ruang tunggu yang lain untuk wanita ini. Aku tidak mau melihatnya di sini. "
Rika mengangguk dan mengantar Shasha keluar ruangan. " Baik pak. Ayo bu Shasha ikut saya ".
***
" Hhhhh... kenapa aku barusan sampai nggak teliti baca nama artisnya dan tanda tangan surat kontrak ini. " Umpatku dalam hati.
tok..tok..tokkk
__ADS_1
David adalah karyawan dari divisi pemasaran. Dia ketua team proyek iklan produk baru ku, datang menghampiriku dengan wajah cemas. Kulit wajahnya yang putih pun memerah memperlihatkan kecemasannya dengan jelas.
" Siang pak. Ada apa pak? Sepertinya bapak ada perlu dengan saya. " Tanya David dengan sopan.
" Siapa yang mengusulkan Shasha menjadi bintang iklan produk baru kita ? Kenapa aku sampai tidak tahu. " Tanyaku dengan nada agak sewot.
" Saya pak. Selama sebulan ini teamkusudah melakukan observasi lapangan. Shasha sedang naik daun dan produk yang dia endorse laku kelas di pasaran pak. Lagipula followers dia di sosmed pun sudah jutaan. Ini kesempatan bagus bagi produk baru kita agar cepat masuk ke hati konsumen. " Jelas David.
Aku mengangguk pelan tanda memahami apa yang dia maksud. Memang benar syarat utama menjadi bintang iklan produk kami adalah dia sedang tenar dan naik daun. Kenapa aku sampai lupa kalau Shasha masuk daftar artis itu.
" Berapa kerugian yang kita tanggung untuk pembatalan kontrak dengan pihak Shasha ? "
" Maksud bapak ? "
" Ya. Aku ingin kamu melakukan pembatalan kontrak kerja dengan pihak mereka. "
" 2 Milyar pak. "
" Apa?" Tanyaku kaget. Haruskah aku membuang uang sebanyak itu demi tidak melihat Shasha berkeliaran di hadapanku.
" Biarkan aku berpikir sejenak. Kamu siapkan saja rapat dengan team. Kita ketemu di ruang rapat 10 menit lagi. Dan oh iya, aku mau kamu berikan daftar nama artis yang lain. Aku tidak mau melihat Shasha berkeliaran di kantorku. "
" Tapi, pak. Publik sudah terlanjur tau kalau kita sedang kerjasama dengan pihak Shasha. Dia sudah terlanjur mengekspos ke sosmednya. "
" Sialan si Shasha ini. Sudah bertahun - tahun aku berusaha menjauhkan diri dari bayangannya. Kenapa dia sekarang tiba - tiba muncul lagi di hadapanku. " Umpatku dalam hati.
***
Halo readers, jangan lupa tinggalkan like, vote dan komentarnya yaa..
__ADS_1
terimakasih sudah mengikuti Puspa dan Satria sampai sini..
yuk, ikutin kisah selanjutnya.. 😘😊