Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 35 NASI GORENG TANPA UDANG Setibanya di rumah


__ADS_3

Aroma harum masakan semerbak tercium saat aku mulai memasuki pekarangan rumah. Setelah kuparkirkan kendaraan. Bergegas aku mencuci tanganku di basement lalu masuk melalui pintu belakang yang langsung berhubungan dengan dapur.


Perutku rasanya meronta - ronta ingin segera di isi. Maklum perjalanan panjang tadi dengan kak Reno menguras pikiran dan tenaga membuat lapar para cacing di perut.


Dengan bersemangat aku berjalan memasuki area dapur sambil sedikit memainkan kunci motorku di jari telunjuk dan bersenandung kecil.


Terperanjat!


Hampir saja kulemparkan kunci motor dari genggamanku. Di sana kulihat Puspa dan kak Reno sedang asyik berdua tertawa cekikikan, sepertinya mereka geli menahan tawa yang tak biasa.


Aku mendengus kesal seolah mereka tidak melihat kedatanganku.


" Ehemm.." Aku berdehem agar mereka melihat ke arahku dan merasa malu.


Tapi Puspa dan kak Reno sepertinya tidak menggubris dehemanku. Sial! Mereka tidak menghiraukan kedatanganku. Padahal kak Reno sempat melirik ke arahku dan tersenyum nakal padaku.


Puspa yang berdiri membelakangiku pun tak ubahnya seperti kak Reno. Tak peduli akan kehadiranku.


" Ehemmm..! Uhukk..uhukk..." Sekali lagi aku berdehem di belakang Puspa.


Puspa menoleh ke arahku dan tersenyum, lalu dia kembali sibuk menjawab pertanyaan - pertanyaan kak Reno. Entah apa yang sedang membuat mereka tertawa geli.


Kesal! Kubanting kunci motorku di atas meja makan. Kutarik kursi makan dan duduk dengan sebal. Kak Reno sepertinya sadar aku mulai kesal, dia pun menarik kursinya dan kami pun duduk bersebelahan.


Kak Reno mengelus - elus perutnya dengan sedikit manja. " Puspa. Jadi kapan kita mulai makan? Lapar nihh... " Ucap kak Reno dengan nada sedikit kekanakan.


" Oh iya kak. Aku ambil makanannya dulu. " Puspa menuju ke arah dapur dan dia kembali lagi dengan cepat. Membawa dua porsi besar nasi goreng lengkap dengan telur gulung serta irisan tomat diatasnya.


Aku sudah sumringah sendiri melihat piring nasi itu. Senyum - senyum karena Puspa masih ingat makanan kesukaanku. Nasi goreng dengan irisan tomat segar serta timun. Rasa kesalku barusan tiba - tiba menghilang melihat Puspa masih perhatian dengan mengingat makanana favoritku.

__ADS_1


Puspa meletakkan piring itu di hadapan kak Reno dan dia tetap memegang piring satunya lagi.


" Nih kak. Di makan ya. Ini spesial loh. Tanpa udang. Kan kak Reno alergi dengan udang. Ya kan? "


Aku sudah bersiap mengambil posisi menerima piring sambil senyum - senyum sendiri.


Tapi, Puspa malah mengambil posisi duduk dihadapan kami lalu meletakkan piring di atas mejanya.


Sementara itu kak Reno sudah mulai menikmati hidangannya Puspa malah melewatiku. Aku mengernyitkan dahiku tanda heran kenapa dia tidak meletakkan piring itu di hadapanku.


" Kenapa mas? " Tanya Puspa heran dengan ekspresi wajahku yang tadi tersenyum sumringah tiba - tiba berubah lagi. Puspa seolah tak tau kalau aku juga ingin menikmati makanan buatannya dan sedang menanti piring nasi goreng itu. Kesal rasanya.


" Kok kamu malah duduk? " Tanyaku kesal.


" Iyalah. Kan aku mau makan? Masa aku harus berdiri?" Jawabnya datar.


Sepertinya dia tidak mengerti maksudku.


" Oh. Nasi goreng ya... Iya tadi aku bikin nasi goreng ini sendiri. Karena tadi kelewatan jam makan malam. Mama dan yang lain udah makan duluan. " Puspa mulai dengan suapan pertamanya.


Aku merengut kesal karena benar - benar Puspa tidak mengerti apa maksudku. Tapi rasa - rasanya tidak mungkin aku memohon makanan yang sudah masuk mulutnya.


Aku berdiri kesal. " Aku nggak jadi makan. Aku masuk duluan. " Sementara itu kak Reno masih sibuk menghabiskan makanannya dan tidak menggubris perkataanku.


Puspa menengadahkan wajahnya ke arahku. " Oh, dari tadi kamu juga mau makan toh mas? " Raut wajahnya datar seolah dia tidak tau perasaanku dan terutama konser perutku.


" Kamu sudah siap makan juga mas? Tunggu ya. Biar aku hidangkan makanannya ya. " Tanya Puspa kepadaku.


Aku hanya merengut kesal tanpa menjawab apa pun.

__ADS_1


"Hemm.. tapi maaf aku lupa. Ini piring terakhir mas. Aku cuma bikin satu porsi dan ini pun ku bagi dengan piring kak Reno barusan. Karena kak Reno tiba - tiba datang terus bilang kalau dia kelaperan. "


Puspa menyodorkan piringnya yang sudah dia makan barusan. " Kamu mau ini? " Senyumnya tipis.


Aku menggelengkan kepalaku. " Kamu lanjut makan aja. Aku nggak jadi lapar."


" Kamu mau aku buatin mas. Tapi tunggu ya di sini" Jawab Puspa melihatku menolak piringnya.


" Nggak usah! " Jawabku kesal.


" Ya udah. Aku lanjut makan ya. " Puspa duduk kembali dan mengabaikanku lagi. Melanjutkan makannya dengan santai. Sementara itu kak Reno sudah melenyapkan semua isi piringnya.


" Selesai. Aku naik duluan ya. Hemmm..makanan kamu enak luar biasa Puspa. " Dia mengedip ke arahku berusaha meledekku dengan kejam.


"Kak Reno! " Ucapku kesal. Tapi kak Reno mengabaikan kekesalanku. Dia melewati ku dan menuju anak tangga. Hendak naik ke kamarnya.


Puspa tersenyum manis. " Makasih kak kalau kakak suka lain kali aku buatin lagi ya. "


" Siap. Aku siap menanti kapanpun itu. " Jawabnya sambil tersenyum dan berwajah riang menaiki anak tangga dengan cepat dan melesat hilang masuk ke kamarnya.


Aku mendengus kesal. Lapar ini lenyap seketika, terlanjur super duper kesal dengan kelakuan mereka berdua. Mereka mengabaikan aku. Sangaaaattt kesal. Lapar ini tiba - tiba menghilang lenyap begitu saja.


Kutinggalkan Puspa yang masih asyik menyantap makanannya di meja makan. Dan aku berlarian kecil menuju kamar. Membanting pintu kamar, melempar jaket kulitku dan kunci motorku di karpet dengan penuh kekesalan. Dia benar - benar mengabaikan kehadiranku kali ini. Aku pergi pun sepertinya dia tidak sadar.


Aku melemparkan tubuhku di atas ranjang dan menggerutu dengan kesal. Mungkin tanpa kusadari ada yang sedang merasa menang dan tertawa bahagia di balik tembok kamarnya.


" Ahhh.. Kak Renoo!! " Sambil sedikit berteriak kubenamkan wajahku di kasur yang empuk.


" Ini spesial buat kak Reno. Nasi goreng tanpa udang" Kutirukan suara Puspa yang tadi menyodorkan piring untuk kak Reno. Adegan tadi seperti terekam jelas dan berputar di atas kepalaku.

__ADS_1


" Apaan katanya cuma bikin satu porsi tapi dibagi dua kok banyak gitu. Terus spesial tanpa udang lagi. Kalian benar - benar membuatku kesal kali ini. " Aku terus meracau dan menggerutu mengingat kejadian tadi sampai akhirnya rasa kantuk pun menyerang dan tanpa sadar terlelap tidur dalam kekesalan. Tanpa melepas kaus kaki, tanpa mandi dan masih lengkap mengenakan celana jeans kesayanganku.


***


__ADS_2