
Malam ini adalah malam pertamaku di rumah Wirajaya setelah empat tahun aku berpisah dengan suamiku dan rumah ini. Kabur menghilang dari semua masalah yang ada. Mengosongkan segala sedih dan kecewa karena masa lalu.
Mulai hari ini ku buka lembaran baru kisah kami di rumah ini. Sedih dan Sendu kurasa hati ini saat ini.
Dalam gelap malam yang hanya di terangi lampu tidur masih bisa Aku memandangi wajah rupawan yang tertidur di sampingku. Hidungnya yang mancung, lesung pipinya yang manis, serta garis matanya yang tajam.
Satria yang berada di sisiku menggeliat pelan. Aku yang tidur beralaskan tangan kanannya masih terus menatap wajahnya lekat. Tersadar aku terus menatapnya. Menyentuh pelan hidungnya dengan telunjukku.
" Hmmm..." Dia berdehem kecil sambil mengerjapkan matanya.
" Segitu suka nya ya kamu sama aku? " Ucapnya kemudian, sementara dia masih tetap dalam posisi mata terpejam.
" Sampai aku tidur pun kamu masih pandangi aku terus kayak gitu. " Lanjutnya dengan senyum khas nya yang menggoda. Lesung pipinya membuatku semakin gemas.
" Kamu belum tidur ? " Tanyaku kaget karena kupikir dia sudah terlelap dari tadi.
Satria hanya tersenyum dan masih menutup matanya rapat - rapat. Dia menarik pundakku dan mendekapku semakin erat di dekapan dadanya.
" Denger deh suara jantungku. Gimana aku bisa tidur dengan pulas kalau ada kamu di sisi aku. " Dia mendekatkan wajahku ke dadanya. Memelukku semakin erat hingga aku merasa ikut berdebar.
" Ishhh..aku pikir kamu sudah tidur pulas tadi. " Ucapku sambil tersipu.
" Nggak mungkin. Ada kamu di sisi aku dan malam ini malam pertama kamu kembali ke rumah ini. Malam dimana orang tua kita menjadi saksi kamu pindah sekamar denganku. Gimana bisa aku lewatin begitu saja dengan tertidur dengan cepat. " Satria menarik lengan kananku dan menempelkannya di dadanya.
__ADS_1
" Rasakan. Jantung ku makin berdegup kencang nggak karuan. Apalagi melihat kamu dari tadi terus memandangiku. Apa kamu tau apa yang aku rasakan ? "
Aku menggelengkan kepala pelan. " Hmm. nggak. Emang kamu rasain apa? "
" Aku merasa menjadi pria seutuhnya saat kamu mau kembali lagi ke rumah ini. "
" Benarkah?" Aku mendongakkan kepalaku dan mendekatkan wajahku ke wajah satria.
Cup..
Sebuah kecupan manis mendarat di bibirku.
" Ya.. Dan kamu tahu. Akan lebih sempurna jika semua orang tahu bahwa kamu cuma milik aku. Akan lebih sempurna hubungan kita setelah kita ngadain resepsi pernikahan kita. Semua orang tau dan kita bebas kemanapun semau kita berdua. Hanya berdua. Apa kamu bahagia Puspa? "
Satria kembali mendaratkan sebuah kecupan manis di kepalaku. Mengusap rambutku pelan.
" Ya, aku bahagia.. Aku akan menjadi pengantin wanita yang paling bahagia memiliki seorang suami seperti kamu. Gadis - gadis lain akan iri melihatku bersanding denganmu. " Ucapku sambil menempelkan pipiku didada suamiku.
" Tapi bagaimana dengan gadis - gadis yang menggodamu ? " Tanyaku sedikit cemas.
Mungkin Satria mengerti siapa gadis yang kumaksud.
" Percayalah, setelah ini nggak akan ada lagi yang bisa mengganggu hubungan kita. "
__ADS_1
Tiba - tiba aku malah mengingat sesuatu. Wanita iblis bernama Shasha akankah dia menerima bahwa kami akan meresmikan pernikahan kami secepatnya. Apakah dia nggak akan menghancurkan lagi hubungan ini? Ya semoga saja dia sadar akan apa yang dia lakukan.
Dan..satu lagi. Bagaimana perasaan kak Reno? Aku nggak tau bagaimana sakitnya dia melihatku bersanding dengan Satria. Tapi, kak Reno punya Rika yang akan menjaga dan mencintainya dengan tulus. Ya, aku percaya itu.
" Kok kamu malah melamun ? "
" Hmm..nggak kok. Aku nggak apa - apa. " Jawabku pelan. Mencoba memusatkan kembali pikiranku hanya kepada pria di hadapanku ini.
Satria tersenyum menatapku. Seketika membalikkan posisi tidurnya.
" Hemmm..kamu yakin kamu nggak apa - apa? Apa kamu tau dari tadi jantungku sudah berdetak dengan cepat. Sakittt.. rasanya.. Apa kamu nggak mau ngobatin aku. Bisa - bisa aku akan cepat mati kalau kamu biarkan seperti ini. " Satria memegangi dadanya seolah dia terkena serangan jantung. Tingkahnya seperti dia benar - benar dalam kondisi sakit.
Aku tertawa terkekeh melihat tingkahnya yang lucu.
" Uhhh. benar - benar rasanya sesak di sini menahan gejolak. " Ekspresinya sudah semakin aneh dan mencurigakan.
" Hoammm..." Aku pura - pura menutup mulutku dang menguap.
"Aku ngantuk. Kita tidur yuk. Besok kita mesti bangun pagi. Inget loh, ayah ibu dan Raka kan menginap di sini. "
" Biarin aja. Kita kan pengantin baru. Jadi boleh donk bangun siang. " Satria pun menutup selimut kami rapat - rapat.
" Pelan - pelan nanti ada yang denger. " Ucapku sambil berbisik dari balik selimut.
__ADS_1
" Biar aja. Biar yang denger mereka iri sama kita. " Ucap Satria iseng.
Bahagia ini kini kami rasakan. Seakan hari esok akan semakin cerah. Terimakasih malam karena kau lah pengikat jalinan kasih diantara kami.