Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 48 SOLD OUT


__ADS_3

Kulangkahkan kakiku keruangan tempat semua anggota keluarga yang sedang berkumpul. Ada Rika juga yang sedang asyik menghibur anggota keluarga lainnya. Dia rupanya sudah akrab dengan kakek dan Raka. Mereka sedang asyik bernyanyi melantunkan lagu - lagu lawas.


Di sudut ruangan aku melihat ibu dan mama mertua sedang asyik berbincang. Sedangkan ayah pun tidak kalah serunya, beliau sedang sibuk mengobrol dengan papa mertua.


Malam ini semua anggota keluargaku akan menginap di sini. Sementara itu dimana Satria dari tadi aku tidak melihatnya berkeliaran di sekitar sini.


" Upps.." Aku hampir menumpahkan cangkir yang sedang aku pegang.


Seseorang menyergapku dari belakang. Memelukku dengan erat. Lalu menuntunku ke tengah ruangan.


" Ehm..ehmm.." Satria berdehem keras. Membuat semua anggota keluarga yang sedang sibuk berhenti sejenak memperhatikan ke arah kami berdua.

__ADS_1


" Pengumuman. Pengumuman. " Ucapnya dengan lantang dan bersemangat. Sontak semua anggota keluarga tertawa akan tingkahnya.


" Aku dan Puspa akan segera meresmikan pernikahan kami. " Lanjut Satria kemudian.


Aku kaget dengan perkataan Satria barusan. Karena jujur saja ini benar - benar di luar dugaan.


" Ya, Satria minta ijin ke papa mama kakek ayah ibu Raka dan kak Reno. Satria mau menikah secara resmi dengan Puspa. Berhubung semua anggota keluarga berkumpul dalam suasana penuh dengan kebahagiaan ini, sekalian saja ya Satria tentukan tanggalnya. "


Cup..


Satria mengecup jemariku yang baru saja dia sematkan cincin. Lalu mendekapku erat dalam pelukannya. Semua mata tertuju pada kami berdua. Bertepuk tangan atas kebahagiaan kami yang mendapat restu dari orang tua.

__ADS_1


Tanpa terkecuali kedua mata kak Reno pun menatap kamo dengan lekat. Dia ikut bertepuk tangan saat melihat kejadian tadi. Entah apa yang sedang dia rasakan saat ini.


Karena tiba - tiba aku merasa sedih dan iba melihat kedua bola mata itu.


Satria masih tetap memelukku dengan erat. Cepat - cepat kulepas tubuhku dari pelukannya.


Kak Reno melangkah mendekati kami berdua. " Jadi kapan kalian akan resmi menikah? " Tanya kak Reno dengan suara bergetar.


" Kami sudah resmi kak. Kak Reno lupa ya? Hanya perlu pernikahan ulang agar resmi secara dokumen dan disaksikan oleh semua orang di negeri ini. Bahwa Puspa milik Satria. Sudah SOLD OUT. Jangan ganggu dia lagi." Ucap Satria sumringah. Dia tersenyum lebar penuh dengan aura kebahagiaan. Mungkin maksud perkataan nya benar tapi aku merasa tidak enak hati dengan perkataan Satria barusan yang kurasa agak berlebihan. Mengingat kejadian tadi aku dengan kak Reno di taman.


" Ha.ha.. Lucu banget si kamu. Iya. iya deh. Paham. Kamu memang sekarang sudah dewasa dan tidak diragukan lagi kamu memang pasangan yang cocok berdampingan dengan Puspa. " Ucap kak Reno sambil tertawa lebar menanggapi perkataan Satria.

__ADS_1


Aku melirik wajah nya sekilas. Terlihat jelas kekecewaan di mata kak Reno meski bibirnya tersenyum. Sudahlah. Memang beginilah adanya. Aku milik Satria dan memang sudah seharusnya kak Reno merelakanku.


__ADS_2