Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 52 GOSIP PANAS


__ADS_3

Akhirnya aku bisa bernafas sedikit lega, sudah kubereskan berita gosip pagi ini dengan Shasa. Gerak cepat kutugaskan staf dan sekretarisku serta pengacara pribadiku untuk menemui kantor penyebar berita gosip tadi pagi dan mengusut orang - orang yang terlibat dalam kasus ini. Hasilnya memuaskan, mereka akan membuat ulang berita tandingan dengan menyatakan bahwa aku dan Shasha sudah tidak ada hubungan apa - apa sejak empat tahun silam.


Lumayanlah aku bisa sedikit lega dan melanjutkan kembali persiapan pernikahanku dengan Puspa.


Berita gempar ini setidaknya akan bertahan sampai Shasha melempar kartu merah foto - foto mesumku dengannya dulu. Aku masih belum bisa bernegosiasi dengannya perihal hal itu


Tapi, aku juga belum bisa mengatakan pada media perihal hubunganku dengan Puspa. Aku masih belum bisa mengklarifikasi. Karena Puspa masih terikat kontrak dengan stasiun tv. Aku pun nggak mungkin betindak gegabah, salah - salah nanti aku malah menghancurkan impian Puspa menjadi celebrity chef dengan berita pernikahan siri kami. Apalagi pernikahan itu yang terjadi karena dulu adanya kehamilan di luar nikah. Selain reputasi ku yang akan hancur. Reputasi dan impian Puspa akan ikut hancur.


Semua hal itu akan kuberitakan sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan kecurigaan dari publik.


Setidaknya sampai kami benar - benar resmi menikah.


***


Kutelpon dan kubuat janji dengan beberapa butik ternama di kota ini untuk mempersiapkan gaun pernikahan kami. Aku ingin membuatnya terlihat sempurna. Meskipun aku dan Puspa sudah pernah melakukan ijab kabul. Tapi, akan kulakukan semua yang terbaik untuknya. Sebagai tanda penebusan dosa yang pernah aku lakukan dulu.


" Sayang.."


" Ya sayang.. Ada apa? Kamu udah selesai kerja mas? Kok tumben kamu nelpon aku di jam kantor? " Tanya Puspa dari ujung sana.


" Nggak papa sih. cuma lagi kangen aja sama kamu. Kamu nggak ke luar rumah kan?"


" Nggak mas. Seperti katamu. Aku diam di rumah seharian ini. "


" Baiklah kalau gitu. Gimana? Papa mama ada nanyain berita nggak?"


" Nggak si mas. Mereka sepertinya belum tau. "


" Syukurlah kalau gitu . " sahutku sedikit lega mendengarnya.


" Tapi, barusan Kevin telepon katanya pihak yang menyebarkan berita sudah mengklarifikasi gosip itu cuma hoaxs. "


" Syukurlah. Mudah -mudahan papa mama ngga curiga. "


" Ya. mas."


" Bentar lagi kerjaan aku kelar kok. Tunggu aku pulang ya. Hemm..kamu nggak lupa kan permintaan aku tadi pagi. " Ucapku kemudian


" Emang kamu mau apa?" Tanya Puspa pelan.

__ADS_1


" Emm..yaudah pokoknya kamu siap - siap aja. Bentar lagi aku pulang ya. " Bahagia rasanya membayangkan ada seorang istri yang menungguku di rumah setelah seharian lelah dengan pekerjaan kantor.


Klik.


Seperti nya aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Segera Kututup ponselku dengan cepat, kuambil kunci mobilku. Kulajukan kendaraanku ke florist sebelum pulang ke rumah. disana aku membeli sebuket bunga mawar merah untuk hadiah istriku malam ini. Cantik dan harum seperti namanya.


***


Beberapa menit kemudian aku sudah tiba di rumah. Kondisi rumah sudah mulai sepi karena aku pulang lewat jam makan malam.


Tanpa menunggu lama. Langsung saja aku naik ke kamarku. Kuedarkan pandangan ke sekeliling kamar tidak ada Puspa di sana. Penat dan gerah, Kubuka jas ku dengan cepat dan kuletakkan buket mawar merah diatas nakas.


Kulonggarkan dasiku dan kubanting tubuhku diatas tempat tidur. Lelah seharian berkutat dengan pekerjaan kantor dan masalah Shasa yang tiba - tiba menyebarkan gosip.


Kupejamkan mataku sekejap. Penat rasanya kepalaku.


Tiba - tiba aku terbangun dan terkejut. Dengan seseorang yang sudah tidur berbaring di sebelahku.


Dia mengecup pipi kiriku dengan lembut.


Kukejapkan mataku sejenak. " Hemm..Kamu..ya. Dari tadi kemana." Seketika rasa penat dan kantukku hilang.


" Memangnya siapa lagi yang akan menghampiri dan menciummu saat tertidur kalau bukan istrimu ini. Heemm..Jangan - jangan kamu nakal lagi ya? Atau..apa kamu punya wanita - wanita yang lain yang bisa melakukan itu padamu selain aku? " Puspa memalingkan tubuhnya dan wajahnya berubah kesal.


Kupeluk dia lembut. Kucium aroma tubuhnya yang baru saja selesai mandi.


Puspa duduk diatas tempat tidur dengan mengenakan handuk kimono dan rambut basahnya yang dilipat dengan handuk. Wajahnya begitu terlihat cantik, polos tanpa polesan make up dan hal itu sedikit membuatku lupa akan kepenatanku barusan.


" Pantesan tadi aku cariin nggak ada ternyata kamu habis mandi sayang. Kok malem banget kamu mandi. Hemm..." Tanyaku sambil menarik tubuhnya kepelukannku.


Puspa melepaskan kancing kemejaku dengan sigap. " Kan kamu bilang aku di suruh siap - siap. Jadi aku mandi dulu deh biar seger dan wangi. Sana gih, kamu juga mandi. Kita makan malam di bawah. Aku juga udah masakin menu spesial buat kamu. " Dia mendorongku pelan ke kamar mandi.


" Really? Wah..seneng banget deh aku. Jadi nggak sabar mau makan kamu. Oh ya, besok kita fitting baju pengantin ya. Aku udah siapin desainer baju pengantin terbaik untuk pernikahan kita. "


Puspa mengerutkan dahinya heran. " Makan aku?"


Aku menutup mulutku dan tertawa terbahak. " Hahaha..kirain kamu nggak sadar aku ngomong apa barusan?"


" Ih apaan si candaannya nggak lucu tau mas." Puspa tersipu.

__ADS_1


" Yang penting. Intinya kamu seneng kan mau fitting baju pengantin?"


Puspa mengangguk senang. Wajahnya berseri karena bahagia mendengar ucapanku. " Makasih ya sayang." Sahutnya pelan.


Gemas rasanya melihat istriku saat ini. Aku menarik handuk yang membalut rambutnya. Terurailah rambutnya yang basah. Aroma shampoo semerbak menusuk hidungku. Tubuhku mulai bergetar melihat nya di hadapanku. Naluri lelaki ku dengan cepat menemukan sinyalnya.


" Kamu bikin sinyal wifi ku on loh sayang." Ucapku sambil menarik Puspa menuju kamar mandi.


***


" Wah, kamu udah siapin lilin juga di sini. " Aku merasa takjub ternyata Puspa menyiapkan lilin - lilin kecil di sekitar bath tube kamar mandi kami.


Kutarik lengannya dan kudekatkan wajahnya ke wajahku. Kukecup pelan.


" Mas, kamu suka kan sama surprise aku. " Tanya istriku sambil memegangi wajahku dengan kedua tangannya.


Aku tidak menjawab dengan sepatah katapun.


" Puspa, kamulah surpriseku. Kamu hadiahku malam ini. Itu lebih dari cukup. " Ucapku lirih.


Dinginnya air mandi tidak lagi terasa. Terkalahkan dengan suasana hangat yang sedang tercipta.


" Sayang. " Ucap Puspa kemudian.


" Ya." Bisikku.


Puspa berbisik ke telingaku. " Makasih untuk semuanya"


Aku semakin sumringah. Ku tatap wajahnya dengan penuh kebahagiaan. Puspa melingkarkan tangannya ke leherku.


Wanita yang ada di hadapanku kini sudah menjadi milikku seutuhnya. Setiap hari rasanya seperti hanya milik kami berdua.


Indahnya malam ini, dan suasana syahdu yang terjadi membuat kami hidup seolah tanpa ada beban sedikitpun yang kami ingat. Hanya suasana penuh kehangatan dan cinta yang terasa.


" Biarlah pertemuan hari ini dengan Shasa menjadi rahasiaku. Daripada aku merusak suasana saat ini. Apalagi jika mengingat kejadian bahwa Shasha tadi sudah menyerobot menciumku dengan paksa". Gumamku dalam hati.


***


**Jangan lupa lanjutkan like, vote dan komen untuk terus dukung karyaku😘

__ADS_1


i love you, all😍 terimakasih**...


__ADS_2