Gelora Cinta Tuan Muda

Gelora Cinta Tuan Muda
BAB 44 SIAPA DIA


__ADS_3

" Maaf pak, shootingnya baru saja selesai." Jawab salah satu crew film setelah aku tiba di lokasi.


" Loh, bukannya Puspa bilang shootingnya hingga dini hari ? Sekarang kan masih jam 11 malam. " Tanyaku pada crew tersebut sambil melihat jarum jam di lenganku.


" Kemana artis dan manager nya pergi? " Aku bertanya sekali lagi pada nya sambil kucoba berkali - kali menelpon Puspa tapi ponselnya tidak aktif.


" Oh, mereka semua menginap di apartemen seberang gedung ini pak. Biar aku kasih alamatnya ya. "


" Oke . Terimakasih. "


Aku pun menaikki lift. Kembali turun dan ke luar gedung menuju ke apartemen di seberang gedung tempat Puspa, asisten dan managernya menginap.


***


Triitt...triitt..


Beberapa kali aku mencoba memencet tombol kamar apartemen tempat Puspa berada.


" Sebentar. " Jawab salah satu orang di dalam sana. Sepertinya suara seorang laki - laki.


" Puspa nggak pernah bilang kalau asistennya laki - laki. " pikirku dalam hati. Sambil menunggu orang tersebut membukakan pintu.

__ADS_1


" Siapa ? " Sambut pria berperawakan tegap atletis dan blasteran Indo - bule. Matanya biru dan rambutnya hitam lebat. Ada sekelebat rasa aneh melihatnya untuk pertama kalinya.


" Aku Satria. " Ucapku agak ketus.


" Puspa dimana ? " Lanjutku masih dengan sedikit nada sinis.


" Oh, Puspa. Ada orang yang cariin kamu. " Ucap pria itu sedikit berteriak memanggil Puspa dari ujung pintu tanpa berusaha mempersilahkan aku masuk sedikit pun. Hanya daun pintu yang sedikit terbuka memperlihatkan Puspa dengan handuk dan rambutnya yang diikat dengan handuk. Rambutnya basah seperti habis mandi keramas.


Puspa menghampiriku dan menarik lenganku dengan cepat. " Ayo masuk."


" Kupikir tadi petugas food delivery. " Ucap pria bermata biru tadi.


Aku memicingkan bola mataku. Melototi nya dengan kejam , " Apa maksudnya tadi. Dia bilang aku hanya teman? "


Puspa mungkin mengerti maksudku, " Mas, oh ya kenalin ini Kevin dia teman sekaligus asisten dan managerku di sini. Dia ini yang nawarin aku pekerjaan di sini loh mas. "


" Hi. " Sapaku dengan nada sedikit sebal.


" Hmm..hi Satria. Sudah berapa lama kamu kenal Puspa? " Tanyanya dengan logat agak kebule - buleannya dan sedikir cadel.


" Apa nya yang sudah lama? " Tanyaku masih ketus.

__ADS_1


" Ya kamu kenal Puspa. Seperti layaknya aku kenal dia sudah empat tahun lamanya. " Jawabnya masih dengan logatnya yang khas.


" What ? Harusnya aku yang tanya sudah berapa lama kamu kenal dengan istriku. " Tanyaku mempertegas. Geram rasanya ada orang yg baru kulihat tapi sudah membuatku muak.


Puspa yg berada tepat dibelakangku dan sibuk mengeringkan rambutnya pun berhenti dan mencubit perutku.


" Hemm..maksudnya. Teman dekat. Kita cuma teman dekat kok " Ucap Puspa cepat.


Triitt...triitt...


Suasana tegang tiba - tiba lenyap seketika. Ada suara seseorang yang memencet bel pintu.


Puspa berlari ke arah pintu dan kembali dengan cepat. Membawa sekotak pizza dan beberapa minuman kaleng bersoda.


" Sudah. Sudah kita makan dulu yuk. Kamu pasti juga belum makan kan. Ngobrolnya dilanjutkan nanti setelah makan. " Puspa meletakkan box pizza diatas meja dan juga kaleng - kaleng sodanya.


" Aku ganti pakaian dulu sebentar. Dan oh iya, aku panggilkan Laras dulu ya. " Puspa pun melengang pergi menuju kamar dan kembali dengan seorang gadis kecil berumur 2 tahun di gendongannya. Siapa gerangan gadis kecil itu.


Pertanyaan baru tiba - tiba muncul semakin banyak di kepalaku.


***

__ADS_1


__ADS_2