Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 10


__ADS_3

♥️ Capek yahhh, sama aku juga capek.


...


Ghani pergi keluar sambil mencari celah untuk menolong orang itu.


Klinggg...


" Lepaskan saya, jangan sentuh." Teriak Chika.


" Aaahh banyak bacot lo." Ucap preman itu.


Tidak lama kemudian Ghani datang dan langsung menendang preman itu.


Brakkkk...


" Aakhhhh." Rintihh preman itu.


" Hahhhhh." Ucap Chika terkejut.


" Kurang ajar, siapa lo hahh?" Tanya preman itu.


" Siapa gue itu bukan urusan lo, tapi yang pasti jangan pernah melukainya." Ucap Ghani sampai giginya saling gemerutuk.


" Jahahaha... kurang ajarr!?


Preman itu langsung menonjok Ghani tapi untungnya Ghani masih bisa menghindari pukulan itu, dan membalas pukulan preman itu dengan sadis.


Prakkkkk...


" Aaakkkk." Teriak preman itu kesakitan karena tangannya dipatah oleh Ghani.


" Ampuun bang, ampun." Rengek preman itu.


" Pergi lo dari sini sekarang juga." Ucap Ghani.


" Baik bang, saya akan pergi." Sahutnya yang masih kesakitan.


Preman itu pun pergi terbirit-birit, dan hilang dalam pandangan kita sekejap.


" Cihhhh lemah banget." Ucap Ghani lalu menghampiri Chika.


" Lo gakpapa?" Tanya Ghani.


" Aku..." Ucap Chika terhenti karena memandangi berpakaiannya Ghani, kalau dilihat dari pakaian Ghani ini bukan orang sembarangan.


Karena merasa tidak dijawab Ghani memanggil sekali lagi.


" Hey." Panggil Ghani lagi.


" Ahh iya." Sahut Chika tersadar dari lamunannya.


" Lo gakpapa?" Tanya Ghani lagi.


" Saya pergi dulu." Ucap Ghani meninggalkan Chika yang masih bengong.


" Huh cewek aneh." Ucap Ghani yang diam-diam kembali menjadi anak kecil.


Layla baru saja keluar dari toilet dan melihat Ghani sudah di luar toko.


" Astaga Ghani, nekat banget dia keluar dari toko kalau di culik orang gimana?" Ucap Layla.


" Ghani." Panggil Layla.

__ADS_1


" Iya bunda." Sahut Ghani.


...


Bagas sangat pusing karena harus membayar hutang yang sangat banyak, apalagi sekarang kakak iparnya tidak mau membantu.


" Bagaimana ini, aku sudah tidak punya apa-apa lagi hahh." Ucap Bagas dengan berteriak lalu melempar semua barang.


" Ini semua karna Vio, kerjaannya bikin masalah terus habis itu malah ninggalin dasar gak berguna." Ucap Bagas marah-marah di ruangan kantornya yang sudah bankrut.


* BAGAS *


Bagas ini adalah adiknya Mayla istri Rayis, dulu Rayis sangat memanjakan Bagas karena sebagai adik dari yang dicintainya yaitu Mayla.


Karena mendapatkan kakak ipar yang kaya raya, Bagas sering kali bersikap sombong dan seolah-olah dialah paling kaya dan bercerita pada temannya kalau perusahaan R itu milik ayahnya. Padahal itu milik Rayis, bukan milik keluarga Mayla.


Bagas ini sangat bodoh karena itu dia berhasil dikelabui oleh Vio istrinya, apalagi anaknya si Beno sangat boros dan kasar mirip mamanya si Vio.


Pernah si Beno memiliki masalah serius dengan orang karena berkelahi dengan temannya waktu itu, ternyata temannya yang Beno hajar merupakan anak orang paling kaya didunia nomor 3 pasti Rayis harus turun tangan karena kebetulan orang tua teman yang dihajar teman Beno adalah klien besar Rayis.


Rayis harus mengeluarkan uang 500 milyar untuk menyelesaikan masalah ini.


Rugi besar sudah pasti tapi karena istrinya si Mayla terus membujuk untuk membantu keponakannya itu, mau tidak mau Rayis menolongnya.


Bagas sangat tidak tahu diri, bukannya berterima kasih malah sumpah serapah orang yang sudah mengganggu anaknya itu. Karena tidak terima, akhirnya mereka memutus kerja sama dengan perusahaan R dan itu membuat Rayis rugi triliunan rupiah.


Rayis sangat marah waktu itu dan mengatakan jika dia tidak mau lagi membantu jika sesuatu terjadi pada Bagas, Mayla berusaha menenangkan suaminya.


Bagas malah tantang balik kalau dirinya tidak butuh bantuan Rayis, justru kakaknyalah si Mayla yang terus ingin menawarkan bantuan lewat suaminya.


Mayla langsung marah karena sudah diburukkan oleh adiknya sendiri, dan langsung mengatakan jika dirinya tidak akan peduli lagi.


Benar saja 6 bulan kemudian Mayla kecelakaan dan meninggal ditempat.


...


" Yay yay yay." Ucap Ghani yang sangat imut jika dilihat.


Layla hanya tersenyum melihat kegembiraan Ghani yang dibelikan buku gambar.


" Ghani sayang, jangan lompat-lompat yahh nanti jatuh." Tegur Layla.


" Iya bunda." Sahut Ghani yang masih lompat.


" Ada-ada aja anak itu, segitu senangnya dibelikan buku gambar." Ucap Layla sambil menaruh tas di atas meja.


" Ada apa Lay?" Tanya Ani yang baru keluar dari kamar.


" Itu mahh si Ghani senang banget dia di belikan buku gambar." Ucap Layla.


" Ya ampun Lay, mama kirain tadi apa emang gitu anak kecil senemg banget kalau yang dia mau dibelikan." Ucap Ani.


" Gitu yahh ma." Ucap Layla.


" Iya Lay, pokoknya nanti kamu akan merasakannya juga." Ucap Ani.


" Makasih ya mahh sudah mau menerima kekurangan Layla." Ucap Layla.


" Tidak papa sayang, mama selalu mendoakan kalian semua." Ucap Ani.


Sedangkan Ghani di kamar langsung mencoba buku dan gambar dan mengambil pensil dan menggambarnya.


...

__ADS_1


Di toko Rigala, Ridwan sedang sibuk-sibuknya karena tokonya masih baru dan makin hari pelanggan makin banyak.


" Kayaknya aku harus cari karyawati, buat jaga kasir." Pikir Ridwan.


" Tapi siapa yahh." Ucap Ridwan lagi.


" Aku bikin lowongan pekerjaan aja deh satu orang, siapa tahu dapet." Ucap Ridwan.


" Iya benar, itu harus." Ucap Ridwan lagi.


Ridwan mengetik untuk membuat tulisan lowongan pekerjaan toko Rigala, dan memprint sendiri.


Sekitar 35 menit lamanya Ridwan mengetik dan juga memprint, akhirnya selesai juga.


" Baiklah, ini ok juga." Ucap Ridwan lalu keluar dan menempelkan di depan toko.


" Nahh ini bagus, semoga aja ada yang mau." Ucap Ridwan.


Ridwan kembali ke toko dan melihat Safana sedang membantu ayahnya membenahi pakaian.


" Rajin sekali anak itu, kasihan ibunya sudah tidak ada." Batin Ridwan.


" Ayah, kapan Safa akan sekolah." Ucap Safana sedih.


" Sebentar lagi ya sayang, ayah janji akan sekolahkan Safana." Ucap Jono.


" Tapi ayah, Safa ingin sekali sekolah. Safa bosen dikamar terus, Safa juga pengen sekolah." Ucap Safa.


" Shuuutt, kecilkan suara kamu sayang nanti kedengaran orang." Ucap Jono yang tidak mau didengar orang.


" Tapi...."


" Nanti besok ayah daftarkan." Sambung Jono.


" Benarkah ayah." Sahut Safa dengan wajah yang bahagia.


" Iya.. makanya Safa doain ayah biar lancar rezekinya." Ucap Jono lagi.


" Baiklah ayah, Safa akan terus berdoa supaya rezeki ayah lancar." Ucap Safa.


" Emmm... anak baik ayah." Ucap Jono gemas sama anaknya sendiri sambil mencubit hidung mancung milik Safa.


Ridwan tanpa sengaja mendengar pembicaraan ayah dan anak itu.


...


Beno sedang nongkrong bersama teman-temanya tanpa memikirkan papahnya, yaitu Bagas.


" Ehh bro malam ini gimana kalau kita balapan." Ajak teman Beno.


" Wahh ide bagus tuhh, gimana Ben terima gak?" Sambung teman Beno satunya lagi.


Beno tidak langsung menjawab, dia memikirkan bagaimana kalau dia kalah apa yang harus dibayar karena sudah 2 minggu papahnya tidak memberi dia uang.


" Gimana Ben." Tanya teman Beno lagi.


" Ok gue terima." Sahut Beno.


" Nahh gitu dongg, malam ini kita ketemuan di sini jam 10." Ucap teman Beno yang memakai motor dan jaket hitam.


" Ok." Sahut mereka barengan.


Beno gengsi jika tak menerima tawaran itu.

__ADS_1


...


__ADS_2