
Kalian rela gak sih melakukan sesuatu tanpa pamrih tapi dibalas dengan racun.
*
*
Layla dan Ridwan langsung ke kamar belakang untuk melihat apa yang terjadi setelah mendengar ada benda jatuh.
Ceklekkk
Ridwan membuka pintu dan melihat orang yang dia bawa tadi malam berdiri sempoyongan dan memecahkan foto Ghani kecil yang imut.
Kamu, tunjuk ridwan melihat foto ghani retak dan pecah figuranya.
Ikhhhhh, sial sakit sekali, ucap azira kemudian menatap ridwan.
Layla langsung mengambil foto ghani dan menatapnya.
kenapa kamu pecahin foto anak saya, kesal layla dengan nada suara yang sudah tinggi.
Azira hanya menatap Layla dan meminta maaf.
Maaf, aku tidak sengaja, ucap azira kemudian hendak melangkahkan kakinya.
Tunggu! kata ridwan.
Azira berhenti tanpa menoleh sama sekali.
Apa, sahut Azira dingin.
Siapa kalian berdua sebenarnya? tanya Ridwan.
Maksudnya, sahut azira masih membelakangi ridwan.
Huh, jangan berpura-pura sebaiknya katakan kamu dan musuhmu yang tadi malam itu siapa? mana ada manusia berkelahi seperti itu cepat katakan kamu dan dia itu manusia atau bukan, tanya ridwan.
Azira kemudian menghadap ke arah ridwan dan melihat foto dirinya di pegang oleh Layla, ada rasa sakit dihatinya.
Azira menggunakan kekuatan matanya untuk mengambil foto itu.
Hah, apa yang kamu lakukan cepat kembalikan itu foto anak saya, imbuh layla yang loncat-loncat karena ingin mengambil foto yang melayang.
Ridwan yang melihat langsung menghentikan layla, karena khawatir dengan kandungan istrinya.
Sayang tolong jaga kandungan kamu, kata ridwan.
Iya mas tapi foto ghani tolong, pinta Layla.
Kamu sudah kami tolong apa ini balasannya, istri saya sedang mengandung tolong jangan membuat kacau, ucap ridwan pada azira.
Azira hanya tersenyum tipis dan membuat rencana lain.
Hap
Azira menangkap foto itu dan akan memgambilnya.
Aku pinta foto ini, sepertinya akan lebih menarik untuk ku jadikan tumbal, kata azira.
Ridwan dan layla yang mendengar langsung terkejut.
Apa yang kamu bicarakan, jangan pernah sentuh anak saya, kata dengan emosi.
Ouhh benarkah, apa kau bisa menghentikanku sekarang, kata azira.
Ridwan langsung menyerang azira dengan cepat.
Bughh
__ADS_1
Azira lolos dia menghilang, ridwan sangat marah.
Ahh sial, umpat ridwan.
Mas ini gimana foto ghani, gimana ini itu foto satu-satunya, kata layla hampir menangis.
Huhhh
Ridwan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
*
*
Chiya menyuapi malik makan, dan ini mereka tidak dirumah itu lagi. Ya! mereka pindah.
Aku seneng banget dehhh sayang, kita bisa berduaan begini dan aku bisa bebas dari fino, kata chiya.
Iya sayang aku juga seneng banget akhirnya fino tidak ada lagi di antara kita berdua, sahut malik.
Tapi ko kamu bisa tahu fino itu bukan anak aku, kata chiya heran.
Tentu saja, karena aku pernah lihat dia bisa berubah jadi pria dewasa, sahut malik.
Hahh! maksud kamu apa sayang, pria dewasa maksudnya aku gak ngerti. Ucap chiya.
Hmhehe jadi gini ternyata fino jelmaan orang jahat di masa lalu, aku juga tidak terlalu mengerti yang pasti kata guruku fino itu bukan orang baik, lebih cepat lebih baik untuk memutuskan suatu hubungan antara kamu dan fino, jelas malik.
Aku sama sekali tidak paham sebenarnya, tapi terlepas dari apapun aku bersyukur kamu mau menerima aku lagi, kata chiya.
Iya aku juga minta maaf sering mengabaikan kamu, kata malik.
Chiya tersenyum manis melihat suaminua ini.
Makasih yaa, kata chiya tiba-tiba.
Untuk..? sahut malik.
Untuk semua yang udah kamu berikan ke aku, aku bener-bener bahagia, kata chiya lagi dengan mata yang berbinar-binar.
Malik yang mendengar jadi terharu dan langsung memeluk chiya, ini pertama kalinya dia memeluk chiya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Sama-sama sayang, sahut malik.
*
*
Chika terlihat bahagia bersama Beno, chika juga sudah melupakan ghani.
Makasih sayang, kata chika dengan manja pada sang suami.
Ihh ini istriku kenapa ko jadi begini, kata beno mengerjai chika.
Ih sayang mahh begitu sama aku, kata chika ngambek.
Hahaha, bisa aja ini istriku ngambeknya bikin gemes deh jadinya, kata beno menyentuh hidung mancung istrinya itu.
Haishhhh mas beno ini lupa yahh hari ini acara apa, ucap chika.
Beno sebenarnya ingat dengan hari ulang tahun istrinya ini, tapi beno sudah punya rencana lain.
Hari ini hari apa? tanya beno pada chika.
Rabu, sahut chika malas.
Rabu yahhh, astaghfirullahal'azhim hari ini mas ada janji sama klien untung kamu ingetin sayang, kata beno buru-buru memakai dasi dan jas-nya.
__ADS_1
Cup
Beno mencium kening chika seperti biasa sebelum berangkat.
Chika yang tadinya senang karena beno akan ingat jadi kesal sendiri.
Ihhh kenapa sih kamu gak inget hari ulang tahun aku, kata chika berdecak.
*
*
Khirani melihat makam rayis yang dengan sangat prihatin.
Aku pikir kecelakaan biasa ternyata orang ini jadi target pembunuhan berencana oleh pesaing bisnisnya, kata khirani iba.
Apa yang harus kita lakukan, sahut peri satunya.
Kita harus menyampaikan ini kepada pihak keluarganya, kata khirani.
Iya juga sih, tapi ada yang aneh, kata peri satunya lagi.
Aneh kenapa? kata khirani.
Kalau emang sempat masuk rumah sakit, kenapa pihak rumah sakit tidak menelpon keluarga dan berusaha memberitahunya, sudah pasti dong diponsel korban ada nama-nama kontak, katanya lagi.
Kamu benar, ini sangat janggal, kata khirani.
Ada orang mau kesini ayo kita pergi, kata peri satunya menghilang.
Tapi khirani tidak ikut menghilang dia tetap stay berada disitu, kemudian peri satunya muncul lagi.
Kenapa gak ikut, tanyanya.
Mereka gak lihat kita bego, emang sejak kapan peri bisa dilihat manusia, kata khirani.
Ahh iya ko baru kepikiran yahh duhh ya udah dehh aku ikut stay sini, sahutnya.
Khirani hanya geleng-geleng.
Tidak lama kemudian ada dua orang datang laki-laki.
Hah aku tidak menyangka kita bisa memghabisi si bangs*t ini, ucap seorang laki-laki paruh baya ya mungkin seumuran dengan rayis.
Itu artinya perusahaan itu tetap akan jadi milik kita dong pa, sahut anak muda yang di samping laki-laki itu.
Jadi mereka tersangka utamanya benar-benar kejam, kata khirani.
Emang mereka ini siapa, sahut teman khirani.
Dilihat dari energinya mereka ini masih satu keluarga, kata khirani.
Ouhh gitu yahhh, sahutnya lagi.
*
*
Azira pergi ke demensi kerajaan langit, terpampang besar sejarah kerajaan langit.
Aku benar-benar tidak menyangka mereka semua meninggalkan aku, bahkan bunda ratu sama mama.
Apa aku tidak pantas untuk bahagia, misiku membantu layla dan suaminya untuk punya anak memang berhasil tapi hatiku sakit.
*
*
__ADS_1