Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 37 - Sial, Dia Lolos Lagi


__ADS_3

Maaf ya temen-temen author lagi kurang asupan gizi🤣🤣🤣


*


*


Azira tiba di sebuah demensi dengan membawa tubuh mama rani.


Ma, Azira ingin mama selalu ada disisiku sampai kapan pun dan aku akan habisi Rantaka karena sudah membuat mama seperti ini, ucap Azira dengan tatapan tajamnya.


Azira meletakkan tubuh mamanya disebuah peti dan membenamkannya diruangan es paling dingin dimuka bumi ini.


Azira harap, aku bisa membangkitkanmu lagi mama, ucap Azira menatap mayat mamanya itu.


Azira kemudian memakai topeng, dia ingin menghabisi Rantaka sekarang juga.


Kamu jangan lari Rantaka, ucap Azira dengan rahang yang mengeras karena amarahnya.


*


*


Mas siapa mas? Tanya Layla.


Eee gimana yahhh jelasinnya, di atas atap mobil kita ada orang sayang, sahut Ridwan.


Apa mas, ucap Layla kaget.


Rantaka akhirnya sadar dan bangun, dia melihat sekeliling ternyata hari masih malam dan tanpa sengaja melihat Ridwan dan Layla sedang menatapnya.


Kebetulan sekali aku kehabisan tenaga akan aku ambil tenaga kalian, ucap Rantaka.


Apa yang kamu bicarakan, sahut Ridwan yang langsung menarik tangan Layla ke belakang.


Hmhehehe, itu bukan urusanku nahhh diam dan nikmati, ucap Rantaka kemudian mulai mengambil energi baru untuknya.


Hiyaaaaaaa.... Rantaka mengambil energi baru dengan kekuatannya.


Aaarrrrrghhhhhh ... sakitttt siapa kamu sebenarnya, teriak Ridwan dan Layla.


Diam aku bilang diam bodoh, teriak Rantaka yang tidak suka di bantah atau diteriaki.


Brukkk


Azira tiba-tiba muncul dan menendang Rantaka sekuat tenaga dengan tendangan mautnya.


Mati kau bangs*t, geram Azira sangat terlihat kemudian melesat dan kembali menendang Rantaka.


Brukkk


Aaarrrrrghhh, teriak Rantaka kesakitan.


Uhukkkkk, Ridwan terbatuk dan mencoba untuk berdiri lalu mendekati istrinya.


Kamu tidak papa sayang uhukkkk, ucap Ridwan.


Uhhh hah, aku tidak papa mas tapi mereka siapa sepertinya mereka bukan manusia, ucap Layla terengah-engah karena kehabisan nafas.


Aku tidak tahu tapi tenaga mereka melebihi manusia, sahut Ridwan berusaha memegang istrinya supaya tidak jatuh.


Euhhh brengs*k kau Azira berani sekali menggangguku, geram Rantaka.


Hahahahahah... lihatlah si bangs*t ini merasa paling tersakiti padahal pandai menyakiti orang, ucap Azira dengan tatapan tajam dan dingin.


Kurang ajar, ucap Rantaka lalu berdiri dan bersiap menyerang.


Hoyaaa, bughhhh.


Cyahhh, krakkk.


Aaarrghhh, teriak Rantaka karena tangannya dilipat Azira.


Bughhhh


Azira kena tamparan Rantaka.


Arrghhh, ringis Azira sambil memegang pipinya.


Sialan, umpat Azira.


Heooooooohhhh

__ADS_1


Rantaka mengeluarkan jurus naga petir dengan sangat kuat.


Haaaaaaaakkk


Azira tidak kalah dia juga mengeluarkan jurusnya panah angin yang mematikan.


Astaghfirullahal'azhim itu apa mas, ucap Layla ketakutan melihat kekuatan mereka berdua.


Astaghfirullah, mereka bukan manusia. Ya allah apa dosa kami harus bertemu dengan mereka, maafkan kami ya allah ampunilah kami, ucap Ridwan berdoa.


Chaaaaaaaaaa...


Azira dan Rantaka bersamaan mendorong kekuatannya masing-masing.


Layla yang melihat itu langsung memeluk Ridwan.


Duarrrr


Terjadi ledakan yang sangat dasyat sampai Rantaka terlempar untuk kedua kalinya


Aaaaaaaaaaaaa, teriak Rantaka.


Begitu juga dengan Azira terlempar tapi tidak jauh seperti Rantaka, Azira hanya terlempar mengenai mobil Ridwan.


Arrrghhh, Azira meringis kesakitan.


Hahh, Layla terkejut.


Apa dia masih hidup mas, ucap Layla ingin mendekat.


Ettt jangan mendekat Layla itu bahaya, peringat Ridwan.


Layla langsung menjauh.


Kenapa mas? Tanya Layla heran.


Kita tidak tahu dia siapa, yang pasti kita tidak tahu dia itu orang jahat atau baik, ucap Ridwan.


Kamu benar juga mas, tapi kasian dia gak ditolong, sahut Layla.


Tapi kan kita gak tau dia siapa, ucap Ridwan.


Mas ini sudah malam, sebaiknya kita tolong saja bawa dia ke rumah, bujuk Layla.


Ayolah mas, bujuk Layla sekali lagi.


Ahhh iya-iya udah ahh masuk mobil sana, ucap Ridwan yang pasrah dengan keinginan istrinya ini.


Layla pun masuk sambil menunggu suaminya mengangkat orang itu.


Kamu ini nyusahin banget, nanti kalau sudah sadar jangan nyusahin, ucap Ridwan.


Ridwan pun mengangkat Azira yang pingsan.


*


*


Hoammmmmm ehhhh haaaaahhhhh, Beno baru saja bangun kemudian melirik ke sampingnya sekarang ada bidadari cantik lagi bobo imut.


Sayang, bangun yuk udah subuh kita sholat. Ajak Beno sama istrinya.


Emmm.. aku lagi dapet sayang, sahut Chika yang matanya masih terpejam.


Ouhh ya sudah aku ke mesjid dulu yah, ucap Beno.


Iya sayang, sahut Chika.


Beno kemudian masuk kamar mandi dan gosok gigi lalu melanjutkan aktivitas mandinya.


Setelah selesai mandi, Beno langsung memakai baju koko dan sarung tidak lupa berwudhu dan mamakai peci.


Sayang aku berangkat ke mesjid dulu yahh assalamualaikum, ucap Beno kemudian keluar.


Emmm... wa' alaikumsalam, sahut Chika yang masih mengantuk.


Sonia yang melihat Beno ke mesjid seakan bibir tipisnya tersenyum.


Mungkin ini yang terbaik, batin Sonia kemudian masuk kamar menunaikan sholat subuh.


*

__ADS_1


*


Layla kemudian bangun dan melihat suami tercintanya sudah tidak ada disamping.


Kayaknya udah berangkat ke mesjid deh Mas Ridwan, ucap Layla.


Layla kemudian ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci mukanya lalu wudhu.


Selesai sholat subuh, Layla melanjutkan masak untuk suaminya.


Pagi ini masak apa yahh, ayam goreng aja dehh Ghani kan suka ayam goreng, Ucap Layla yang tanpa sadar mengucap nama Ghani.


Tekk


Layla menyalakan kompor dan bersiap untuk menggorengnya.


Serrrrrrrrr


Suara minyak mendesir di atas wajan panas ketika paha ayam goreng itu dimasukkan.


Sambil menggoreng, Layla membuat tumis kangkung kesukaan suaminya.


Mas Ridwan pasti suka aku masakin tumis kangkung hehhe, dia kan suka ngambek kalau gak dibuatin tumis kangkung eh sekalian buat sambal matah aja dehh enak juga tuh, ucap Layla bergerilya di dapur cantiknya yang berwarna hijau semua.


*


*


Dalam mesjid tampak orang saling bersalaman dan membaca sholawat saat terakhir salam, ternyata Beno satu mesjid dengan Ridwan.


Kamu suaminya Bu Chika bukan, tanya Ridwan.


Ehh apa sebelumnya pernah bertemu, sahut Beno bingung.


Iya, saya juga hadir ko di acara pernikahan kalian.


Ouh maaf ya saya tidak menghafal wajah tamu undangan, ucap Beno.


Tidak masalah ko, ngomong-ngomong kamu tinggal daerah sini ya, ucap Ridwan.


Iya baru kemaren siang pindah, anda tinggal disini juga? Sahut Beno lagi.


Iya saya tinggal disini bersama istri, Sahut Ridwan.


Ouhh ya saya belum tau nama anda, kenalin saya Beno. Ucap Beno.


Ouhh kalau saya Ridwan, sahut Ridwan.


Ya sudah kalau gitu pak ridwan saya pulang dulu, assalamualaikum. Ucap Beno kemudian pergi.


Wa' alaikumsalam, sahut Ridwan.


Tok tok


Iya sebentar, sahut Layla dari dalam.


Assalamualaikum, ucap Ridwan.


Wa' alaikumsalam ehh mas udah pulang, ucap Layla kemudian mencium tangan ridwan.


Iya aku sudah pulang, kamu hari ini masak apa sayang? Tanya Ridwan tentang masakan hari ini.


Coba tebak aku hari ini masak apa? Ucap Layla.


Hemmm, masak apa yahh hadihh pagi-pagi begini udah main tebak-tebakan aku dah lapar sayang ihh bikin gemes dehh. Sahut Ridwan mencubit pipi chubby milik Layla.


Ishhh mas ridwan apaan sih pagi-pagi udah nyubit pipi aku sakit tauuuu, ucap Layla dengan manja.


Hehe, soalnya kamu gemesin sayang. Sahut Ridwan terkekeh.


Ya sudah, ayo kita makan. Ajak Layla.


Layla sedang menyiapkan nasi ke piring Ridwan yang udah stay duduk dengan manis.


Wahhh tumis kangkung tau aja kamu sayang kesukaan aku, ucap Ridwan sumringah.


Prankkkkk


Astaghfirullah, ucap Layla dan Ridwan mereka terkejut.


*

__ADS_1


*


__ADS_2