Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 22 - Mulai Tidak Suka


__ADS_3

💜 SELAMAT TAK BERGAIRAH 💜


Mamanya Chika dapat kabar kalau anaknya masuk rumah sakit.


..." Ya allah Chikaa, ada-ada aja kamu." Ucap Mamanya Chika Sambil berjalan menuju mobil di garasi....


Chika yang berada di rumah sakit bertanya pada suster, siapa yang membawanya ke rumah sakit.


..." Sus, saya boleh tanya siapa yang bawa saya ke rumah sakit?" Tanya Chika sedikit lemas....


Suster itu langsung menjawab yang menolong Chika adalah cowok.


..." Ouh tadi yang bawa Mbak kesini cowok, tapi sekarang dia dah pulang." Sahut suster itu....


..." Apah dia sudah pulang." Ucap Chika terkejut karena belum ketemu cowok yang telah menolongnya....


..." Iya Mbak, dia sudah pulang tapi tadi dia sudah urus administrasinya dan meninggalkan nomor telpon aja." Ucap suster itu....


..." Benarkah Sus, kalau gitu saya boleh minta nomor teleponnya gak?" Ucap Chika....


..." Wahh saya gak punya Mbak." Sahut suster itu....


..." Lahh tadi tau nomor teleponnya darimana?" Ucap Chika....


..." Dia ninggalin nomornya sama temen saya yang ngurus administrasi, kalau mbak mau nanti saya mintakan." Sahut suster itu....


..." Ya udah kalau gitu saya minta nomornya yahh." Ucap Chika....


..." Baik Mbak, nanti saya mintakan." Sahut suster itu....


Tiba-tiba Mama Chika masuk, ceklekk... membuka pintu.


..." Sayang, kamu kenapa?" Tanya Mama Chika....


..." Gak papa kok Ma, Chika gak papa." Sahut Chika....


Mama Chika memastikan tidak ada yang lecet dibadan Chika.


..." Syukurlah kamu gak papa sayang, tadi Mama dapat kabar dari suster katanya kamu di rawat di rumah sakit." Ucap Mama Chika bernama Sonia....


..." Saya keluar dulu ya Mbak, Bu." Ucap suster itu....


..." Iya sus, makasih yahh." Sahut Sonia....


Sonia kemudian menyuruh Chika untuk istirahat biar cepat pulih.


.........


Ghani tidak suka dengan tindakan Khirani tadi, menurutnya itu hal biasa ketika sesuatu yang kita cintai disakiti.


..." Apaan sihh si Khirani, ngapain coba dia belain begal-begal itu hahhh... gue kan nolongin Chika wajar dong gimana sihh katanya peri tapi gak bisa membedakan yang mana yang baik dan buruk." Ucap Ghani ngomel sendiri....


Ghani ke depan dan melihat Bundanya lagi ada pelanggan laundry, Ghani terus menatap Layla dan berfikir jika menjadi Layla cukup sulit.


..." Kasihan Bunda sampai sekarang belum punya anak, semoga aja Ayah dan Bunda cepat punya anak." Batin Ghani....


Pelanggan melihat Ghani berdiri di teras kemudian bertanya pada Bu Layla apakah itu anak ibu.


..." Itu anak Bu Layla yahh?" Tanya pelanggan....


..." Iya Bu, dia anak saya emang kenapa ya Bu." Sahut Layla....


..." Gak papa Bu, anaknya ganteng imut lagi gimana bikinnya bu." Ucap pelanggan itu....

__ADS_1


..." Ahahahahah... ibu ada-ada aja deh pertanyaannya." Sahut Layla senyum terpaksa....


..." Iyalah bu, dari awal pindah saya perhatikan anak ibu ini pinter banget mana bantu ibu lagi jarang banget anak kaya gitu bu. Masih kecil udah bikin orang gemes aja, mana imut lagi." ...


..." Heheh iya bu, makasih yahh." Ucap Layla, hanya itu yang bisa dilakukan Layla....


..." Ya sudah ya bu, saya pulang dulu." Ucap pelanggan itu lagi....


..." Iya bu, jangan lupa kesini lagi ya bu." Pesan Layla sama pelanggannya....


Sedangkan Ghani masuk lagi ke kamar dan mengambil buku gambar dan membawa ke depan, Ghani ingin menggambar di teras.


Nenek Ani memperhatikan Ghani menggambar di teras, senyum Nenek Ani merekah.


..." Semoga kamu jadi anak yang baik ya Ghani, berbakti sama orang tua." Batin Nenek Ani....


Nenek Ani kemudian beranjak dari sofa dan mendatangi Ghani di teras.


..." Ghani sayang lagi gambar apa?" Tanya Nenek Ani....


Fhani menjawab jika dirinya menggambar seseorang.


..." Ghani lagi menggambar seseorang yang cantik Nek." Sahut Ghani....


..." Idihhh kamu, kaya tahu aja orang cantik." Ucap Nenek Ani....


..." Ghani tahu kok orang cantik kayak mana." Sahut Ghani lagi meyakinkan Neneknya....


..." Coba tunjukin ke Nenek gimana orang cantik itu." Ucap Nenek Ani....


Ghani menunjukkan hasil gambarnya, setelah menunjukkan hasil gambarnya Nenek Ani langsung cemberut.


..." Nihh Nek, cantikkan." Ucap Ghani memperlihatkan hasil gambar tangannya tadi....


..." Hahahahah... tapi ini cantik Nek." Ucap Ghani tertawa puas....


..." Ghani kamu yahh, sama neneknya begitu." Ucap Layla tiba-tiba di belakang....


Ghani terkejut karena sudah ada Bundanya dibelakang.


..." Aihh Bunda, bikin Ghani kaget saja." Ucap Ghani terperanjat....


Layla minta hasil gambarnya Ghani karena ingin tahu apasih gambarnya.


..." Sini hasil gambarnya kasihkan ke Bunda." Ucap Layla sambil menengadahkan tangannya....


" Ini Bunda." Sahut Ghani menyerahkan hasil gambarnya.


Saat melihat gambar hasil Ghani, Layla juga tertawa seperti Ghani.


" Jahahaha..." Layla tertawa puas melihat hasil gambar Ghani.


Nenek Ani yang melihat Layla tertawa makin cemberut.


" Kalian berdua bener-bener ya, bikin kesel." Ucap Nenek Ani cemberut.


Bagaimana Nenek Ani tidak cemberut, karena Ghani menggambar Neneknya dengan ekspresi marah.🤣🤣🤣


...


Malam yang pekat dan hitam yang bergemuruh disertai hujan petir membuat semua orang memilih untuk tetap di rumah.


Jono langsung menyelimuti Safana takut kedinginan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Dina yang ngekost sendiri sudah pasti sedang pelukan dengan guling keramatnya itu.


Diva yang tinggal bertiga dengan Ayah dan Ibunya juga sedang berada dikamar, tiba-tiba suara gluduk terdengar cratt...


" Ayah ibu itu suara apa, Diva takut." Ucap Diva sambil bersembunyi dalam selimut.


" Tidak papa Diva, kan Ayah sama Ibu." Ucap Ibunya menenangkan Diva.


" Iya Bu." Sahut Diva.


Fino melihat langit yang berwarna hitam itu dari jendela, langit itu seperti ada gumpalan hitam pekat membentuk cakar tajam tapi cakar apa itu?


" Cakar apa itu?" Ucap Fino menatap langit.


Chiya tiba-tiba masuk dan melihat jendelanya belum ditutup malah Fino melihat langit padahal cuaca sedang buruk.


" Fino kenapa gak ditutup pintunya sayang?" Ucap Chiya.


" Mami, enggak kok Mi ini tadi Fino mau tutup." Sahut Fino.


" Ya sudah tutup, habis tuhh bobo yahh ini sudah malam besok kan sekolah sayang." Ucap Chiya.


" Iya Mi." Sahut Fino.


Setelah Chiya keluar Fino langsung menutup jendela dan mematikan lampu dan beranjak untuk tidur.


Saat kamar dalam gemar sosok itu bersuara lagi.


" Takkah kamu ingat, jati dirimu sebenarnya Annoel." Ucap sosok itu dengan suara serak dan basah.


...


Ratu yang melihat keadaan langit yang gelap makin gelisah.


" Ada apa ini sebenarnya, apakah waktunya sudah dekat." Ucap ratu itu.


Para peri lain berkumpul melihat langit tak biasa ini.


" Cakar apa itu, bentuknya mengerikan sekali."


" Astaga, ada apa lagi ini apa ada bencana buruk setelah ini.


" 5000 tahun lamanya setelah kerajaan langit hancur, sekarang muncul lagi tanda cakar ini." Ucap ratu peri tiba-tiba muncul.


Semua peri menoleh ke arah ratu dan bertanya apa itu dan sebenarnya apa yang terjadi.


" Sebenarnya ada apa ratu, pertanda apa cakar itu..?


" 7000 ribu tahun yang lalu sebelum raja langit menikah, dia pernah membuat kesalahan sampai raja langit yang agung murka dan menampakkan cakar dilangit." Sahut Ratu Peri.


" Lalu itu tanda apa ratu?"


" Akan ada salah satu keturunan raja langit yang tidak di akui yang akan bertarung dengan keturunan murni raja langit." Sahut Ratu.


" Saat pertarungan mereka terjadi, maka semua kerjaan yang ada di atas akan hancur." Lanjut cerita ratu peri lagi.


Semua peri yang mendengar langsung paham dan mereka mengatakan apakah..?


" Apakah kerajaan kita juga termasuk."


Ratu hanya diam dan langsung pergi membuat peri yang lain mulai gelisah.


...

__ADS_1


__ADS_2