Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 12- Seputar Ghani dan Keluarganya Part 1


__ADS_3

💕J💕a💕n💕g💕a💕n 💕l💕u💕p💕a 💕m💕a💕m💕p💕i💕r 💕y💕a💕h💕h...


...


Seorang polwan membukakan pagar dan mengatakan salah satu tahanan wanita yang bernama Rani bebas.


" Saudara Rani, sekarang anda bebas." Ucap polwan itu.


Rani terperanjat tidak percaya lalu berdiri untk memastikan.


" Saya bu." Tanya Rani lagi.


" Iya, anda bebas." Sahut polwan itu.


Rani pun keluar, dia ingin tahu siapa yang membebaskannya.


" Sebenarnya siapa yang membebaskan saya bu." Tanya Rani lagi.


" Nanti ibu juga akan tahu, ayo keluar." Sahut polwan itu.


Rani mengikuti polwan itu keluar dan dia melihat dari belakang punggung, seseorang memakai baju muslim lengkap dengan baju koko.


" Dialah yang membebaskan ibu." Ucap polwan itu.


" Dia yang membebaskan saya." Sahut Rani mengulangi keyakinannya sekali lagi.


" Iya bu, saya tinggal yahh selamat sudah bebas." Sahut polwan itu lalu kembali masuk untuk melanjutkan pekerjaannya.


Rani sedikit ragu-ragu untuk bertanya, tapi keingintahuan nya besar.


" Apa kamu yang sudah bebasin saya?" Tanya Rani pelan-pelan, namun tidak ada jawaban.


Rani kembali bertanya dan berterimakasih karena sudah mau membantu dan membebaskannya.


" Ya sudah tapi sekali lagi terimakasih sekali, anda mau membebaskan saya." Sahut Rani.


" Sama-sama, mama." Sahut orang itu yang tak lain adalah Ghani.


Rani sangat terkejut melihat Ghani, ternyata anaknya lah yang membebaskan dirinya.


" Kamu..." Ucap Rani yang wajahnya mulai datar.


Ghani paham betul apa yang dipikirkan mamanya, karena itu Ghani langsung mencium tangan mamanya dengan ta'zhim.


Cup...


Ghani mencium tangan mamanya, Rani yang melihat sikap Ghani seperti ini heran. Sejak kapan anak ini sopan padanya, sebenarnya apa yang terjadi.


" Mama, Ghani antar pulang yahh." Ucap Ghani dengan lembut.

__ADS_1


Rani hanya mengangguk karena tidak tahu harus menjawab apa?


Sesampainya dirumah mewah mereka, banyak anak buah yang tunduk atas kedatangan nyonya Rani.


" Selamat datang kembali nyonya Rani." Ucap seorang asisten setia Rani.


" Terimakasih, Luna." Sahut Rani.


" Luna, tolong siapkan pengajuan untuk nyonya besar yahh." Ucap Ghani.


" Mama juga harus mandi dan perawatan, setelah itu kita makan malam." Ucap Ghani.


Rani hanya mengangguk walaupun dia terus melirik ke arah Ghani yang sikapnya bertolak belakang dengan Ghani yang dulu.


Rani naik ke atas untuk mandi menyegarkan tubuhnya yang penuh gatal-gatal akibat dipenjara.


" Air penjara itu kotor sekali."Ucap Rani sambil menggosok badannya dengan bisa yang lembut.


Sedangkan Ghani dia pergi ke kamarnya dan menata semua pakaian mewahnya, lalu membuka laci yang ada di samping ranjang. Terdapat banyak uang sekitar 30 jutaan, Ghani mengambil itu semua dan menaruhnya dikantong celana, lalu baju, dan sdikit di sepatu.


Mengambil koper dan memasukkan semua pakaian mewahnya, sampai habis tak tersisa dilemari besar itu.


Sambil menunggu mamanya mandi, Ghani membawa 5 koper sekaligus ke luar dari pagar rumah mewah itu tanpa kelihatan oleh satpam dan menaruhnya di atas mobil pickup yang Ghani sewa sebelumnya.


Kemudian Ghani kembali ke rumah mamanya, dan memasang CCTV otomatis lalu menyambungkan ke ponselnya.


Tidak lama kemudian hidangan didapur sudah selesai, dan Rani juga sudah selesai mandinya.


" Gimana badannya udah gak gatal lagi kan." Tanya Ghani.


" Sudah, mama sudah tidak gatal lagi badannya." Sahut Rani yang dari tadi merasa heran dengan sikapnya Ghani.


" Ya sudah, ayo kita makan." Ucap Ghani dengan lembut.


Rani dan Ghani pun duduk di meja makan yang sangat besar dan mewah itu.


Ghani melihat banyak sekali makanan, lalu memanggil Luna.


" Luna." Panggil Ghani.


" Iya tuan muda, ada apa?" Sahut Luna dengan sopan.


" Begini, kalian sudah bekerja dengan sangat baik tadi. Sebaiknya kalian makan juga yahh di ruangan makan kalian sendiri, jangan lupa ajak juga bapak satpam dia pasti juga lapar." Ucap Ghani panjang lebar, Luna yang mendengar membelalakkan matanya karena hampir tidak percaya jika tuan muda ini menyuruh mereka makan. Biasanya mereka boleh makan, kalau tuan muda sudah selesai makan.


Rani yang dari tadi terus memandang Anaknya itu, dia merasa ada yang berubah dari Ghani.


" Baiklah." Sahut Luna kemudian pergi ken ruangan khusus mereka makan, jangan salah ruang makan pelayan dirumah ini juga mewah bahkan lebih mewah dari rumah Ridwan dan Layla.


Selesai makan, Ghani menemani mamanya ke kamar dan menyuruhnya untuk istirahat.

__ADS_1


" Mamah istirahat yahh." Ucap Ghani sambil tersenyum.


Rani yang penasaran kemudian bertanya apa yang membuat Ghani seperti ini.


" Sebenarnya dari tadi mama heran sama sikap kamu yang mendadak baik dan sopan sama mama, kamu tidak lagi merencanakan sesuatu yang jahat kan." Ucap Rani.


Ghani yang mendengar ucapan mamanya menjadi murung, tapi sebisa mungkin Ghani menyembunyikan kesedihannya itu.


" Hehe.." Ghani tersenyum.


" Menurut mama, oiyahh mama pasti sangat capek karena beberapa hari tinggal dan tidur dilantai yang keras. Jadi mama istirahat yahh, jangan lupa nanti mama jaga kesehatan." Ucap Ghani.


" Kenapa kamu ngomong gitu sama mami, kaya mau pergi jauh aja." Sahut Rani.


" Yahhh.. pokonya mama jaga kesehatan lahh biar sehat." Ucap Ghani.


Setelah menemani mamanya cukup lama, akhirnya mamanya tidur. Ghani yang melihat mamanya tidur melambaikan tangan di wajah mamanya untuk mengetahui apakah mamanya tidur.


" Sepertinya mama sudah tidur." Ucap Ghani.


Ghani pun berdiri dan meminta maaf karena selama ini sering menyusahkan mamanya.


" Maafin Ghani mahh, Ghani harus melakukan ini supaya tubuh Ghani kembali normal lagi." Ucap Ghani meneteskan air matanya lalu pergi.


Ghani membawa mobil pick up ke rumah yang kecil, tapi masih layak dihuni jalan gang-nya pun tidak bisa di lewati mobil harus jalan kaki.


" Buset dahhh mana itu rumah yang gue beli paling ujung lagi, Ahhhhhh." Kesal Ghani tanpa sengaja memandang cincin.


" O iyahh cincin ini kan sakti, siapa tahu bisa bawa gue ke rumah." Ucap Ghani.


Ghani pun menurunkan 5 koper itu dan memegang semuanya, dan menghilang.


Clinggggg...


Ghani sudah berada di rumah kecilnya, Ghani melihat ke sekeliling memang rumahnya kecil. Hidupkan lampu dan keluar kembali.


Menutup pintu rumahnya dan pagar lalu menghilang kembali ke mobil pick up.


" Sebaiknya besok saja aku bersihkan rumah itu, ini sudah malam bunda pasti sesekali bisa bangun lihat anak kecilnya." Gumam Ghani.


...


Sedikit informasi tentang keluarga Ghani, Ghani berasal dari keluarga kaya raya yang memiliki nama belakang yang besar dan terkenal.


Nama belakang Ghani adalah Ghani Marshel, siapa yang tidak mengenal keluarga Marshel yang kaya raya bahkan Indonesia bisa dibeli melalui uangnya.


Kekayaan tuan Ratus tidak seberapa dengan kekayaan keluarga Marshel.


Rani Marshel meneruskan perusahaan kakeknya yang berdiri sejak tahun 1948.

__ADS_1


A.M Company adalah nama perusahaan keluarga Marshel dengan nama kakeknya yang membangun yaitu 𝗔𝗟𝗭𝗜𝗔𝗡 𝗠𝗔𝗥𝗦𝗛𝗘𝗟.


...


__ADS_2