
。゚゚・。・゚゚。
゚。 。゚
゚・。・゚
︵ ︵
( ╲ / /
╲ ╲/ /
╲ ╲ /
╭ ͡ ╲ ╲
╭ ͡ ╲ ╲ ノ
╭ ͡ ╲ ╲ ╱
╲ ╲ ╱
╲ ╱
︶
💓 𝓼𝓮𝓵𝓪𝓶𝓪𝓽 𝓹𝓪𝓰𝓲 💓
💙 Ghani langsung mengambil laptop dari bawah kasur yang dia simpan, oiyah aku mau ngasih tahu sama kalian kalau Ghani dah pisah kamar dari ayah dan bundanya.😘😘😘
Ghani duduk di bawah saat mencari keamanan data milik Rayis. " Tuan Rayis, hemmm ku babat habis kau." Ucap Ghani sambil mengetik di laptop.
Ghani akhirnya tahu cara meng-hack data keamanan Tuan Rayis. " Jahahaha... habis lo Rayis, miskin lo ntar makanya jangan sombong suka nyiksa anak sama istrimu. " Omel Ghani depan laptopnya.
...
Layla langsung mengganti baju dan kembali ke laundry. " Ghani, kamu bobo siang sama nenek yahh bunda jaga laundry dulu." Ucap Layla.
Ghani yang mendengar hanya mendengus kesal. " Emang aku anak kecil di suruh bobo siang lagi." Gerutu Ghani yang didengar sama Layla.
" Apa tadi Ghani?" Ucap Layla dengan wajah seram bagi emak-emak.
" Waduhhh." Ucap Ghani kaget.
Layla langsung menjewer kuping Ghani. " Masih kecil udah bisa yahh hemmmm, sini dasar anak nakal." Ucap Layla.
" Aduh... duhh aduhh bunda sakit, aduhhh bunda sakitt ihhhh." Ringek Ghani.
Nenek Ani datang. " Eeehhhh Layla, itu Ghani-nya di apain kok di jewer gitu." Ucap Nenek Ani.
Dengan kesal Layla menjelaskan kenapa dirinya menjewer telinga Ghani. " Ini mahh si Ghani sok dewasa, aku suruh bobo siang malah menggerutu." Sahut Layla.
Bukannya marahin Ghani, Nenek Ani malah ketawa aja. " Jahahaha... kamu baru begitu udah marah sama anak, nihh mama dulu waktu Ridwan kecil disuruh bobo siang malah main." Ucap Nenek Ani menceritakan Ridwan waktu kecil.
__ADS_1
" Pasti capek ya mahh." Tanya Layla.
Nenek Ani pun menjawab." Capek itu pasti, namanya juga anak kecil tapi moment itu tidak akan terulang kembali." Ucap Nenek Ani.
" Iya sihh ma." Sahut Layla membenarkan apa kata mama mertuanya itu.
" Ya sudah, biar mama boboin Ghani yahh." Ucap Nenek Ani.
Tiba-tiba Ghani mengatakan jika dirinya tidak ngantuk. " Ghani gak ngantuk Nek." Ucap Ghani.
" Tuhh mama denger sendiri kan." Sambung Layla.
" Sudah-sudah, Ghani sebaiknya ikut nenek dulu yahhh." Nenek Ani langsung menggendong Ghani, kemudian bertanya biasanya berapa takar buat susu untuk Ghani. " Berapa takar biasanya kamu buat susu untuk Ghani, Lay?" Tanya Ani.
" Dua takar aja mahh, dia gak suka manis soalnya." Sahut Layla.
" Ya sudah, ayo Ghani." Ucap Nenek Ani langsung membawa Ghani ke kamar, tapi sebelumnya membuat susu dulu.
" Hadehhhh, nasib jadi anak kecil." Batin Ghani tertekan.
...
Beno pulang ke rumahnya. " Kok rumah dikunci." Ucap Beno yang belum tahu jika rumah sudah disita.
Andi dan Deni yang melihat rumah Beno disita malah mentertawakannya. " Hahahaha... udah miskin yabh bro." Ucap Andi.
Deni pun tak kalah nyelekit. " Kayaknya sih bro, coba deh lo lihat rumahnya aja ada tulisan di sita." Ucap Deni.
Deghhhh... Beno langsung melirik ke arah samping kanan, dan benar rumahnya sudah di sita. " Ya ampun, kok gue gak tau yahhh. Astaga...?" Beno sangat terkejut.
...
Fino sedang disuapin sama Maminya, dia cerita kalau dia takut sekali di gudang. " Mami, Fino takut Mi hiks... Fino takut Mi." Ucap Fino sambil nangis dan juga mengunyah.
" Memangnya Fino kenapa bisa ada didalam di gudang sayang?" Tanya Malik yang duduk disofa.
Fino menggeleng. " Fino gak tau Pi, tiba-tiba aja Fino sudah ada di dalam." Sahut Fino.
" Tapi kamu ada di dalam sayang, kalau bukan kamu yang jalan sendiri terus siapa?" Ucap Malik.
" Coba kamu cek CCTV deh Mas, siapa tahu aja ada orang iseng." Sambung Chiya menahan emosi.
Malik kemudian menyilang kakinya sambil
mengambil benda pipih di kantong. " Yasudah, biar aku suruh orang rumah periksa cctv." Sahut Malik.
" Mami..." Ucap Fino.
" Iya sayang, us.. us..." Chiya pun memeluk Fino.
Chiya mendengus kesal, dia tidak terima anaknya diperlakukan begini. " Aku bakalan cari orang yang udah bikin anak aku kaya gini, lihat aja nanti gak bakalan aku lepasin sampai ke lubang semut pun." Batin Chiya.
Tut tut tut...
__ADS_1
[ Hallo, tolong kamu cek cctv di rumah yahhh. ]
Selesai menelpon Malik langsung berdiri ingin ke kantor. " Chiya aku pergi ke kantor dulu yahh." Ucap Malik.
Chiya menoleh dan menjawab. " Anak lagi sakit kamu mau ke kantor Mas, aku gak salah denger." Ucap Chiya.
" Kamu gak salah denger." Sahut Malik cuek.
" Massss..." Ucap Chiya langsung berdiri.
" Kenapa? Mau marah, silahkan aja marah.. emang kamu punya uang pribadi hah! Kalau aku gak kerja, siapa yang nafkahin kalian?" Ucap Malik yang membuat Chiya terdiam.
" Tapi Masss."
" Fino dah gak papa? Ada kamu Mami nya, aku berangkat dulu." Ucap Malik lalu pergi, tapi setelah keluar dari ruangan Malik mendengus kesal. " Dasar perempuan menyebalkan." Dengus Malik.
Peri kebaikan muncul di ruangan Fino, dengan raut wajah yang marah. " Hemmm, Ghani sudah keterlaluan." Ucap peri lalu menghilang lagi.
...
Ada kolega ternama yang marah dengan Tuan Rayis. " Pak Rayis gak bisa kaya gini, bukankah perjanjian proyek itu kita melakukan sama-sama pak." Ucap kolega itu bernama Pak Irwan.
" Maaf, keputusan saya sudah bulat." Sahut Tuan Rayis.
" Kurang ajar... " Ucap Irwan ingin menghajar Rayis namun dicegah oleh anak buah Rayis.
" Apa-apaan ini, maaf Pak Irwan sebaiknya Pak Irwan segera pergi dari sini jangan bikin keributan." Ucap anak buah Rayis yang memegang Pak Irwan.
...Irwan langsung menepis tangan anak buah Rayis dan pergi. " Lepasin tangan kotor kalian, ingat Rayis saya akan balas kamu balik." Ucap Irwan lalu pergi....
...... Rayis hanya diam, dia tahu apa yang dia lakukan salah karena sudah mengambil hak proyek Irwan. " Maafkan saya Irwan, tapi saya lakukan ini untuk kesalahan kamu di masa lalu." Batin Rayis. ......
...Sedangkan Irwan dia sangat kesal saat dalam mobil. " Kamu memang licik Ray, hehh ok... kalau kamu main licik saya jabanin kamu. Kamu harus tahu, kamu berhadapan dengan siapa?" Ucap Irwan dengan senyum tipis jahatnya....
.........
Nenek Ani yang melihat Ghani sudah tidur langsung menyelimuti Ghani. " Hehehe.. ternyata kamu sudah tidur yahh." Ucap Nenek Ani mengusap wajah imut Ghani. " Oiyahhh mending aku bantu Layla packing baju laundry-nya." Ucap Nenek Ani kemudian berdiri dan keluar menuju toko laundry.
" Lay, gimana packingannya masih banyak?" Tanya Nenek Ani.
" Udah hampir selesai mahhh, ini yang terakhir nihh." Sahut Layla. " Mah, Ghani dah bobo ya." Ucap Layla lagi.
" Iya sayang." Sahut Nenek Ani yang duduk disamping Layla.
Ani melihat apakah ada baju kotor lagi. " Ini udah selesai yahh." Tanya Nenek Ani.
" Iya Mah, ini sudah selesai tinggal di antar aja nanti sore." Sahut Layla, kemudian Layla menyuruh Mama mertuanya istirahat. " Mama mendingan istirahat yahh."
" Gak ahh, cape istirahat mulu. Ya sudah karena laundry kamu udah selesai Mama mau masak dulu buat nanti sore." Sahut Ani.
" Hehehe." Layla hanya terkekeh pelan.
Clingggggg...
__ADS_1
Peri kebaikan muncul di samping Ghani yang sedang tidur dengan tatapan tajam.
...