Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 24 - Mengunjungi Mama


__ADS_3

💕 AKU SUKA CABUT RAMBUT, TANGANKU TIDAK BISA DIHENTIKAN APAKAH INI OCD.


...


Fino sedang main di halaman rumahnya, kemudian segerombolan anak laki-laki sd lewat.


" Ehh miskin sedang apa?" Ucap Fino.


Mereka yang dikatain miskin tidak terima.


" Apa tadi lo bilang, wahh kurang aja lo bocil." Ucap salah satu anak laki-laki dari mereka.


" Ayo kesini, berani gak? Wleeee..." Ejek Fino.


" Wahhh kurang ajar, hajar boss." Ucap anak satunya.


Mereka kemudian melempar Fino dengan batu.


Bughj...


" Aaawww.." Fino jatuh dan kesakitan sambil memegang kepalanya yang kena batu.


" Yes kena." Ucap anak itu bersemangat.


" Ehh cupu, makanya jangan berani sama kita dasar cupu." Ucap bos mereka.


" Cabut." Ucap bos mereka lagi lalu meninggalkan Fino yang tengah kesakitan.


...


Aku teringat dengan motor Chika yang masih berada di bengkel, aku akan pergi kesana dan mengembalikannya pada Chika sekalian mampir ke rumah Mama juga.


Aku minta izin sama Ayah dan Bunda ke kamar dulu.


" Ayah Bunda, Ghani ke kamar dulu yahh." Ucap Ghani.


" Lohh gak nonton bareng sayang." Ucap Layla.


" Enggak Bun, Ghani mau di kamar aja." Sahut Ghani.


" Ya sudah, ke kamar gihh." Sambung Ayah.


" Makasih ayah bunda." Sahut Ghani lagi dengan sumringah.


" Ada-ada aja anak itu ya Yah." Ucap Layla yang heran dan gemas melihat tingkah Ghani.


Ghani pergi ke kamarnya dan menutup kembali pintu kamarnya, setelah merasa aman Ghani kemudian berdiri dan memejamkan matanya lalu Ghani menggerakkan tangannya kemudian menyilangkan kedua tangannya dengan jari seperti mencakar. Tidak lama kemudian, Ghani tiruan muncul dengan sendirinya.


" Kamu, gantiin aku disini selama seminggu." Ucap Ghani asli pada tiruannya.


" Baiklah." Sahut tiruannya Ghani.


Kemudian Ghani yang asli berubah jadi Ghani besar dan itu dilihat oleh Khirani sendiri.


" Bagaimana dia bisa melakukan itu." Batin Khirani.


Tiba-tiba telepati ratu peri tersambung ke Khirani.


" Kamu sudah lihat sendiri Khirani, bahkan anak itu tidak menggunakan cincin sama sekali."


" Ratu benar." Sahut Khirani, tak lama kemudian Khirani menghilang.


...


Jono mengajak Safana untuk jalan-jalan, karena hari ini libur bekerja tapi toko Rigala tetap jalan. Sekarang toko Rigala punya 20 karyawan, 13 karyawan dan 7 karyawati.

__ADS_1


Kebetulan sistem kerja toko Rigala memiliki shif libur 3 minggu sekali, dan gajihannya perminggu.


" Ayah kita mau kemana?" Tanya Safana.


" Ayah mau ngajak Safana jalan-jalan ke taman bermain." Sahut Jono.


" Benarkah Ayah." Ucap Safana sekali lagi karena hampir tak percaya, Ayahnya mengajak pergi ke taman bermain.


" Iya sayang." Sahut Jono.


" Horee....." Safana begitu senang.


Mulai dari mandi bola, mancing ikan, seluncuran, mobil-mobilan, bahkan main trompoli.


Jono begitu senang melihat Safama tertawa riang gembira itu.


" Ayah akan lakukan apapun untuk kamu agar bisa membuat kamu senang, senyum kamu Safana buat Ayah semangat melewati hidup ini meskipun Ayah tahu hidup ini sangatlah keras." Batin Jono.


" Ayahh...ayo kesini temani Safana." Teriak Safana memanggil Ayahnya.


Jono hanya tersenyum dan melambaikan tangannya dan mengatakan.


" Ayah nonton kamu saja nak." Sahut Jono sambil teriak kemudian melambaikan tangannya kembali.


...


Ghani menemui tukang bengkel dan bertanya bagaimana dengan motor temannya.


" Bagaimana pak motor teman saya, udah selesai?" Tanya Ghani.


" Udah selesai dari kemaren Mas." Sahut tuoang bengkel itu.


" Ahh iya, kalau gitu berapa totalnya." Tanya Ghani lagi soal harga.


" Totalnya 700 ribu Mas, silahkan bayar sama dia." Tunjuk tukang bengkel itu ke arah perempuan.


" Ini Mbak semuanya." Ucap Ghani menyodorkan uangnya.


" Saya terima ya Mas, semoga senang dengan bengkel kami Mas." Ucap perempuan itu.


" Hmmm." Sahut Ghani hanya berdehem.


Kemudian Ghani mengendarai motor Chika dan pergi ke rumah kecilnya itu. Sesampainya, Ghani meletakkan motor Chika ke dalam rumah dan menelpon Chika. Ghani dapat nomor Chika ketika membuka ponselnya saat kecelakaan, makanya dia bisa menelepon Chika.


Tut tut tut...


[ Hallo, ini siapa? ]


[ Hallo juga, saya Ghani mau mengantar motor kamu yang kecelakaan kemaren. ]


[ Ahh... benarkah, kalau begitu kapan kamu mau mengantar motor saya. ]


[ Secepatnya, sore bisa juga malam karena saya juga ada urusan. Saya tutup dulu telponnya yahh, Assalamualaikum. ]


[ Ahh tunggu tut tut tut... yahh sudah dia tutup teleponnya.]


...


Ghani tersenyum dia sengaja ingin membuat Chika penasaran dengannya.


" Aku akan buat kamu penasaran Chika, dan kita akan menikah nantinya." Gumam Ghani pelan sambil memegang ponselnya.


Ghani baru ingat kalau dirinya ingin mengunjungi Mamanya.


" Astaga, gue lupa lagi mau ke rumah Mama." Ucap Ghani.

__ADS_1


Ghani akan bicara lo gue kepada teman sebaya, dan akan bicara sopan dengan orang yang dia suka termasuk Chika.


...


Tok tok tok...


" Itu ada yang ngetuk Bi, tolong bukain." Suruh Rani.


" Baik Nyonya." Sahut bibi itu sambil berlalu dan membukakan pintu.


Bibi itu sedikit terkejut melihat siapa yang datang.


" Nyonya...Nyaa.. Nyonya." Teriak Bibi itu.


Rani yang mendengar teriakan Bibi langsung mendatangi.


" Ada apa sihh sama Bi Ningsih teriak-teriak begitu." Ucap Rani.


" Iya Bi, jangan teriak-teriak saya denger kok." Sahut Rani sambil jalan ke depan saat menengok ke arah pintu.


" Ghani." Ucap Rani mematung melihat anaknya datang.


" Assalamualaikum." Ucap Ghani dengan sopan.


Rani tertegun dengan ucapan salam Ghani, sampai tak sadar tidak menjawab salam anaknya.


" Mama, Ma... Mama baik-baik aja." Ucap Ghani kemudian melambai-lambai kan tangannya ke wajah Mamanya.


" Ahh iya Ghani ada apa sayang." Sahut Rani baru sadar.


" Ghani ngucap salam Ma, kenapa gak dijawab." Ucap Ghani lemah lembut.


" Ahh iya Mama lupa, Wa' alaikumsalam." Sahut Rani kemudian memeluk Ghani dengan erat.


" Kenapa kamu baru datang sihh, ayo kita masuk." Ucap Rani melepaskan pelukannya.


Sambil jalan Rani menanyakan apakah Ghani sudah makan siang.


" Kamu sudah makan siang sayang?"


" Belum Ma." Sahut Ghani meletakkan tasnya kemudian duduk di atas sofa.


" Ya sudah, Bi Ningsih tolong masakkan makanan yang enak untuk Ghani ya." Suruh Rani.


" Baik Nyonya." Sahut Bi Ningsih lalu pergi ke dapur.


" Mama apa kabar, sehat?" Tanya Ghani menanyakan kesehatan Mamanya itu.


" Mama sehat, Ghani sendiri gimana?" Tanya Rani kembali.


" Alhamdulillah Ma, Ghani sehat." Sahut Ghani.


" Kamu pasti capek banget yahh, kamu istirahat sekarang nanti kalau makanannya sudah siap Mama bangunin." Ucap Rani.


" Iya Ma, kalau gitu Ghani ke atas dulu yahh." Ucap Ghani kemudian mengambil tasnya kembali dan naik ke atas.


Sebenarnya Rani sangat rindu pada anaknya itu, tapi dia tak boleh egois melihat Ghani berubah saja Rani sudah sangat senang.


" Mama bahagia kamu pulang Ghani." Batin Rani.


...


Toss....


Ada sebuah sambaran api dihutan dengan cepatnya, kemudian muncul sosok bersayap tapi warna hitam pekat kebiruan.

__ADS_1


...


__ADS_2