
Kebayang gak sih kalian, aaaa kenapa aku suka syekali wkwkwk selamat pagi para pendosa ehhh maksudnya teman-temanku, aku juga pendosa ko impas!
*
*
Layla mencari Ghani, tapi tak kunjung ketemu, Layla makin sedih apalagi saat ini suaminya pergi keluar kota.
Layla makin gencar membagikan brosur dan foto Ghani, dirinya sangat menyesal karena sempat memarahi Ghani.
Ghani, kamu dimana nak,, kata Layla sambil jalan walaupun perutnya mulai membesar.
Aku harus bisa menemukan Ghani, iya aku harus bisa. Ghani kamu dimana,, kata Layla.
Tapi Layla seperti melihat seseorang yang familiar dari belakang tapi rasanya tidak mungkin.
Ko dia mirip banget yahhh, ahhh gak mungkin mas ridwan kan keluar kota, mungkin cuma perasaan aku aja efek kangen mungkin,, gumam Layla yang berfikir orang yang lewat tadi mirip suaminya jalan dengan perempuan tapi ada anak kecil.
Layla kemudian istirahat dia duduk di taman sambil memegang perutnya.
Sabar ya sayang, bunda cari abang kamu dulu ya,, kata Layla sambil mengelus perutnya.
Tiba-tiba ada orang yang tak dikenal datang.
Hay nona manis,, katanya dengan wajah yang mesum.
Anda siapa? tanya Layla takut.
Abang siapa bukan urusan nona hemmm,, katanya lagi sambil mencolek dagu Layla.
Aww jangan macam-macam yahh,, ancam Layla.
Ulu-ulu ngegemesin banget sih marahnya ikut abang ya sini,, kata orang itu sambil menarik tangan Layla.
Lepasin gak iiyehhh lepasin ya allah lepasin saya,, berontak Layla.
Ayo ikut saya kita senang-senang,, ucap orang itu yang berhasil membawa Layla ke tempat sunyi.
Hah, jangan apa-apain saya jangan,, kata Layla ketakutan.
Ayolah jangan menangis kita senang-senang disini,, kata orang itu.
Saat orang itu mengukung tubuh Layla dan berusaha mencium Layla tiba-tiba tubuh orang itu terlempar.
Brakkkkk
Orang itu jatuh mengenai pohon, dan Ghanilah yang menolongnya.
Berani sekali dia mau melecehkan Layla,, batin Ghani Marshel.
Uhukkk akhhh sakitnya, kurang ajar siapa lo hahh ganggu gue aja,, kata orang itu dengan pongahnya.
Hmphhh,, Ghani hanya melihat dengan santai lalu menyerang dengan brutal.
Bughhh
Bughhh
Krakkk
Craaahhhh
Aarrrghhhh,, rintih orang itu kesakitan.
Kenapa mengganggunya,, ucapku dengan emosi.
Aakhhh, saya cuma disuruh,, katanya lagi.
Aku langsung menghisapnya dan membawanya ke demensiku kemudian menolong Layla yang tampaknya kesakitan dengan perutnya.
Perut saya sakit,, ucapnya dengan lirih.
Saya akan bawa kamu ke rumah sakit,, sahutku.
__ADS_1
Layla mengangguk, aku pun membawanya dengan melesat cepat.
Layla bingung dengan semua yang terjadi, apalagi orang yang menolongnya ini sangat aneh.
Siapa orang ini dia bisa melesat mana ada manusia bisa melakukan itu,, batin Layla.
Aawwwww,, rintih Layla kemudian dan dia menemukan darah ditangannya.
Aaaa darahh ya allah darahhh,, kata Layla histeris.
Ghani Marshel langsung memanggil dokter setelah sampai di rumah sakit.
Dokter-dokter,, panggil Ghani Marshel dengan berteriak.
Dokter dan perawat langsung membawa Layla ke ruangan.
Maaf pak, bapak tunggu disini yahh,, kata perawat itu.
Aku hanya bisa menunggu dan sesekali melirik Layla yang kesakitan di ruangan.
Setelah beberapa jam aku menunggu akhirnya dokter keluar.
Bagaimana dok keadaannya,, ucapku.
Bapak yang sabar yahh, calon anak bapak tidak bisa kami selamatkan,, kata dokter itu.
Aku menaikkan alis sebelah kanan, karena bingung dengan kata bapak.
Bapak, bapak siapa? ucapku lagi.
Itu istri bapak kan,, ucap dokter itu lagi.
Ahh dia bukan istri saya, saya cuma orang yang lewat menolongnya,, ucapku.
Ouhh,, sahut dokter itu lalu mengangguk.
Kasihan Layla dia harus kehilangan anaknya,, batinku.
Aku masuk ke ruangan dan melihat Layla masih pingsan, kemudian aku tersenyum.
*
*
Tok tok,, Chika mengetuk pintu rumah Layla.
Bagaimana sayang ada orangnya gak,, kata Beno.
Hum.. kayaknya gak ada sayang,, sahut Beno.
Ya sudah besok kita kesini lagi,, kata Beno.
Iya,, sahut Chika.
Kemudian Chika dan Beno pergi meninggalkan rumah itu.
*
*
Sayang, nihh ayo kesini kamu gak kangen sama aku,,
Kangen dong sayang,,
Hemmm..
Kenapa? jangan ngambek lagi, kemaren kan kita udah jalan-jalan seharian,,
Hmphhh.. aku tuhh gak puas kamu tuh jarang banget ada buat aku dan Della,,
Bukan gitu sayang, kamu kan tahu sendiri bagaimana istriku,,
Tapi kan aku juga istri kamu gimana sihh,,
__ADS_1
Loh ko marah, bukannya udah sepakat dari dulu kalau kita nikah aku gak bisa setiap hari ada di samping kamu,,
Iya itu benar, tapi gak selama ini kamu datang ke aku 6 bulan sekali, atau 3 bulan sekali aku gak puas sayang,,
Aku minta maaf yahhh, gini aja deh besok kita jalan-jalan lagi gimana,,
Hemmmm,,
Ko hemmm aja jawabnya,,
Aku kesel,,
Makanya jalan-jalan biar keselnya hilang,,
Ya gak sama tetep aja keselnya ada,,
Ouhh gitu ya udah aku pulang yahhh,,
Ett jangan,,
Ya udah kalau gitu jangan ngambek sama kesel lagi,,
Iya tapi sayang dulu,,
Humm.. sayang aku ini muaaachhhhh,,
Heheheh...
Suasana menjadi hening, beberapa detik kemudian sang istri bertanya.
Kamu akan terus bersamaku kan mas,, katanya.
Tentu saja sayang, kenapa kamu tanya begitu,, sahut sang suami.
Aku cuma takut aja kamu bakalan ninggalin aku,, kata sang istri lagi.
Kenapa kamu bisa berfikir begitu sayang, bukannnya selama ini aku terus menemani kamu,, jawab sang suami.
Kamu harus mengerti sayang, aku dan kamu menikah secara diam-diam sedangkan aku gak ada yang mengetahui kalau aku juga istrimu bahkan sudah punya anak, orang lain cuma tahu Layla itu istri kamu,, kata sang istri.
Dona sayang, gak akan ada yang berubah aku mencintai kamu,, sahut Ridwan, Ya! ini adalah Ridwan suami Layla.
Dan aku juga mencintai Layla,, lanjut kata hati Ridwan dalam batinnya.
Kemudian mereka saling menautkan kedua bibir mereka dengan sangat lembut.
*
*
Layla sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa.
Aku melihat Layla tampaknya lelah, Kemana Ridwan bisa-bisanya dia keluar kota saat istrinya hamil,, batinku.
Hemm aku sebaiknya membuat Ghani palsu mati saja biar aku bisa mendekati Layla,, batinku lagi.
Tidak lama kemudian Layla siuman dan Ghani Marshel langsung menjauh sedikit dari ranjang dan duduk di sofa.
Huhh, aku dimana sakit banget ya allah,, kata Layla yang masih belum menyadari perutnya sudah rata.
Layla melihat orang sedang membaca buku.
Hah dia siapa? batin Layla.
Tanpa sengaja Layla menyentuh perutnya.
Ini- ini kenapa? kenapa perut aku rata dimana bayiku hikss dimana bayiku hiks hiks...
Ghani langsung memanggil dokter takutnya terjadi apa-apa.
Dokter, dokter pasien kamar 13 tulip dokter,, panggil Ghani.
*
__ADS_1
*
Ini sudah ke-enam kalinya renovasi dan memperbaiki kata-katanya kalau sampai ditolak juga ishh ku banting nihh hp, ishhh jangan ahhh, sayang! 😤😤😤😡😡😡😡😡😡