
💙 Besok Aku Updatenya Merasa Tertekan Karena Pekerjaan. 😢😢😢😢😢
Ghani dengan mudahnya mencari dua begal itu dengan cincin, kali ini Ghani benar-benar marah karena sudah berani menyakiti wanita yang dia sukai.
Brakk...
Ghani mendobrak pintu markas dua begal itu, dengan wajah yang sangat marah.
..." Siapa bos lo ha, berani lo nyakitin cewe gue bangs*t." Ucap Ghani dengan nada yang keras....
..." Cihh, berani lo nyentuh gue bajing*n lo minggir." Ucap orang itu langsung mendorong Ghani tapi tidak berhasil karena ditahan sama Ghani....
Teman yang satunya diam-diam mengambil kayu balok dan ingin memukul Ghani dari belakang.
Tapi tiba-tiba saat ingin memukul Ghani malah memukul temannya sendiri.
..." Hah, kemana dia?" Ucapnya sangat terkejut....
Ternyata Ghani bisa berpindah tempat tanpa menggunakan cincin, peri kebaikan seketika muncul dan merasa aneh dengan Ghani.
..." Aneh, kenapa Ghani bisa berpindah tempat tanpa menggunakan cincin itu." Batin peri....
..." Gue disini." Ucap Ghani dengan nada datar dan dingin....
Kedua begal itu terkejut melihat Ghani sudah berada dibelakang mereka.
..." Hahh." Kaget mereka....
Hiyaaaa... Cyahhhh...
Mereka saling lempar pukulan namun tak satu pun yang mengenai Ghani.
Bughhh...jrakkk...hiayyyy...
Ghani membalas pukulan mereka dengan beringas, sampai peri memperingati Ghani.
..." Ghani cukup, apa yang kamu lakukan cepat hentikan." Ucap peri namun tak didengarkan oleh Ghani....
..." Fwuahhh... brengsek, cari masalah kalian sama gue." Ucap Ghani sambil memukul mereka....
..." Akhhhh..." Rintih mereka kesakitan....
Brakkk...
Mereka berdua jatuh tak berdaya setelah dihajar oleh Ghani.
..." Ampunn." Ucap mereka setengah sadar....
..." Cihhhh." Ucap Ghani kemudian menghilang....
Peri yang melihat sangat terkejut, sebenarnya apa yang terjadi dengan Ghani setahu Khirani cincin itu tidak memiliki kekuatan seperti itu.
..." Kekuatan apa itu, sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Khirani....
Ghani tiba dalam kamar mandi dan sudah berubah jadi anak kecil lagi, sedangkan Ghani palsu yang tertidur menghilang.
Nenek Ani ke kamar Ghani dan melihat cucunya itu tidak ada.
..." Lohh, Ghani kemana?" Bingung Nenek Ani....
Layla kemudian juga masuk dan bertanya pada mertuanya ini.
__ADS_1
..." Mama kenapa?" Tanya Layla....
..." Enggak, ini tadi mama keluar Ghani masih ada terus masuk udah gak ada kemana tuhh anak." Sahut Nenek Ani....
Layla menjelaskan tentang Ghani yang suka seperti itu, bahkan anak itu juga bisa tidur sambil jalan mungkin sekarang Ghani ada di kamar mandi.
..." Ahh itu mahh biasa Ma, mungkin sekarang Ghani ada di kamar mandi." Ucap Layla....
Tidak lama Layla mengatakan itu Ghani keluar dari kamar mandi.
...Ceklekkk......
..." Tuhh panjang umurnya baru aja dibilang tadi." Ucap Layla....
..." Ouhh iya yahh, kamu benar."...
..." Bunda sama Nenek kenapa, kok rame-rame ke kamar Ghani." Ucap Ghani pura-pura....
..." Enggak kok sayang, ngecek aja tadi Nenek sama Bunda." Sahut Nenek Ani sedangkan Layla hanya tersenyum....
Layla mendekati Ghani dan menggendongnya lalu bertanya apakah Ghani sudah tidak mengantuk lagi.
..." Ghani udah gak ngantuk lagi yahh jadi bangun." Tanya Layla....
Sebenarnya dalam hati Ghani sangat capek karena habis berkelahi tadi, kalau dia bilang masih ngantuk maka bisa dibilang itu aneh karena Ghani palsu sudah tidur lama dari tadi.
..." Gue sebenarnya masih ngantuk anjrit, tapi gak apalah gue ngalah." Batin Ghani tertekan....
..." Ghani dah gak ngantuk lagi Bunda, mau Ghani bantu pekerjaan Bunda." Sahut Ghani dengan imut yang membuat Layla makin terenyuh dan gemas....
..." Ya ampyuuuuuun... Anak Bunda ini makin hari makin pinter, makin gemes, makin imut, makin sayang Ayah dan Bundanya." Ucap Layla tak hentinya mencium pipi chubby milik Ghani....
..." Aduuuhhh... makin runyam aja nihh, geli banget gue di cium-cium begini aaahhh tolong gue." Batin Ghani....
..." Hahahahaha..." Nenek Ani yang melihat hanya tertawa....
.........
Ternyata ada sosok jahat menempel dalam tubuh Fino.
..." Akan aku jadikan kamu orang tak terkalahkan Fino, karena kamu adalah cucu raja langit." Ucap sosok misterius itu lalu menghilang....
Fino memanggil bibi di rumah karena ingin dibuatkan nasi goreng.
..." Bibi, tolong buatkan Fino nasi goreng cepetan." Ucap Fino dengan lantang....
..." Baik den." Sahut Bibi itu yang sebenarnya jijik dengan sikap tuan kecilnya itu....
..." Menjijikkan." Gumam Bibi itu pelan....
Fino pergi ke kamarnya dan menatap cermin, kali ini Fino terbesit dalam hatinya tentang Ghani si anak baru yang sudah berani melawannya.
..." Ghani kenapa memanggil Tante Layla dengan sebutan Bunda, ini anehh terus juga Tante Layla kan gak punya anak kenapa bisa punya anak sebesar Ghani dengan cepat aku harus tahu ada hubungan apa mereka." Ucap Fino....
..." Bagus, sedikit demi sedikit anak ini akan aku asah untuk membunuh reinkarnasi keluarga raja langit." Ucap sosok itu seketika, tentu suaranya tidak didengar oleh manusia....
.........
Jono sedang mengepel lantai toko dengan cepat dan bersih, lalu merapikan semua pakaian yang berantakan bahkan menyapu ruangan khusus Ridwan biasanya.
Jono memang sangat rajin, karena rajin Ridwan sangat suka dengan hasil kerja Jono. Karena itu, Ridwan menaikkan Ghaji Jono untuk menghargai kerajinannya itu.
__ADS_1
Di tambah lagi Jono ini sangat taat beribadah, bahkan dirinya sendiri yang mengajari Safana anaknya untuk berbuat baik kepada orang.
Secara diam-diam Dina melihat cara kerja Pak Jono yang cepat dan sigap, sampai Dina gekeng-geleng karena keuletan kerja Pak Jono.
Pak Jono ini berencana ingin membangun rumah sederhana nanti bersama anaknya Si Safana, tapi untuk sementara Jono menabung dia benar-benar hemat.
Jono membuatkan kopi dan cemilan untuk Ridwan dan Dina.
..." Ini Pak, kopi dan cemilannya." Ujar Jono meletakkan wadah kopi dan cemilan sekaligus lalu keluar....
..." Makasih ya Jon." Ucap Ridwan yang tidak lupa berterima kasih....
Setelah mengantar kopi dan cemilan ke ruangan Pak Ridwan, Jono mengantar kepada Dina juga.
..." Ini Mbak, kopi sama cemilannya." Ucap Jono sambil senyum....
..." Makasih ya Pak Jono." Ucap Dina berterimakasih....
..." Sama-sama." Sahut Jono juga....
Tidak lama kemudian ada pelanggan datang ke Dina dan minta pakaiannya dibungkuskan.
..." Mba, saya pilih yang ini aja tolong dibungkus yahh mbak." Ucap pelanggan itu....
..." Baik Mbak, tunggu sebentar yahh." Sahut Dina....
Dina memeriksa lebel dan mencatat di laptop lalu membungkus pakaian itu dengan rapi.
..." Ini uangnya." Ucap pelanggan itu memberikan uang senilai 300 ribu....
..." Terima kasih ya bu, jangan lupa kesini lagi." Ucap Dina dengan lembut, begitulah pekerjaan Dina....
.........
Saat Ghani sedang asyik melukis tiba-tiba pindah demensi.
..." Lahh, kok beda gue dimana?" Ucap Ghani....
..." Kamu ada di demensiku sekarang." Sahut Khirani....
..." Mau apalagi sihh peri, orang lagi asyik melukis juga." Ucap Ghani kesal....
..." Kamu tahu kesalahan kamu Ghan?" Ucap Khirani sedikit tegas....
..." Apaan sihh, orang gak ada salah kok? Emang gue salah apaan, sampe di labrak segala." Ucap Ghani....
..." Apa yang kamu lakuin sama kedua begal tadi, kamu menyakiti orang Ghani. Kamu aja belum minta maaf sama Fino, sekarang bikin masalah lagi hah." Khirani memarahi Ghani....
..." Tunggu? Lo nyalahin gue, mereka orang jahat lohh." Sahut Ghani tidak mau kalah....
..." Tapi tidak seharusnya kamu seperti itu balasnya." Ucap Khirani....
..." Gue gak salah denger yahh, lo belain orang jahat sekarang." Ucap Ghani dengan nada yang cukup tinggi....
..." Aku tidak membela orang jahat, tapi aku?"...
..." Apa? Aku apa hahh, gue gak habis pikir sama lo yang ngebela penjahat peri macam apa lo. Sudahlah, males gue ngomong sama lo." Ucap Ghani kemudian kembali ke kamarnya....
..." Ishhh tuh anak sekarang ngomonya gak sopan, pakai lo gue lagi." Ucap Khirani dengan dongkol dan kesal....
.........
__ADS_1