Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 15 - Ghani Jago Komputer


__ADS_3

Dengan perasaan tidak karuan, Chika dan kepala sekolah menunggu Fino datang tapi setelah lima belas menit menunggu Fino tak juga datang.


" Fino kemana yahh?" Ucap kepala sekolah.


" Saya juga tidak tahu pak, mungkin lagi ada urusan jadi gak sempet kesini." Sahut Chika.


" Ya sudah Chika, sebaiknya kamu ke ruangan kasihan anak-anak lainnya sudah menunggu."


" Iya pak."


" Tunggu." Tiba-tiba ada yang memanggil dan menyuruh menunggu.


Chika menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah sopir pribadi Fino.


" Pak Toto, ada apa?" Ucap Chika.


" Saya kesini di suruh sama nyonya untuk minta izin jika aden Fino masuk rumah sakit."


" Hah masuk rumah sakit, kemaren dia baik-baik aja kok bisa masuk rumah sakit."


" Itu karena Den Fino masuk ke gudang."


" Apa hubungannya."


" Den Fino trauma sama gelap, tapi malah kejebak di gudang semalaman pas pagi tadi ditemuin sudah pingsan orangnya."


" Astaghfirullah, semoga aja Fino gak papa ya pak."


" Iya bu, ya sudah saya pulang dulu."


" Iya."


" Hahhhh ada-ada aja." Ucap Chika sambil berjalan.


...


Beno mencoba menelpon mamanya, dia ingin mamanya yang menjemput.


Tut tut tut...


" Angkat dong ma, ini Beno lagi di rumah sakit." Ucap Beno.


Tok tok tok... ceklekkkk, suster masuk ingin memberitahu pembayaran.


" Maaf mas, kapan pembayarannya akan dibayar."


" Lohh emang belum dibayar sama papah saya sus."


" Belum mas."


" Oiya makasih nanti saya bayar."


Braakkkkkk... " Aaakhhhh." Teriak Beno sambil melempar handphone.


" Aku kira papa bayar semuanya, ternyata enggak. Gimana nihh, gue mau bayar pake apa? Ucap Beno dengan kesal.


Beno terpikir dengan dua temannya Deni dan Andi.


" Oi yahh, kenapa gue gak minta tolong aja sama Andi dan Beno mereka kan temen gue."


Tanpa pikir panjang, Beno langsung menelpon Andi.


Tut tut tut..


[ Halo Ben, ada apa? ]


[ Gue minjem duit dong buat bayar rumah sakit, ntar gue ganti. ]


[ Aduhh bro, gak bisa nihhh gue lagi dapat hukuman sama nyokap gue. Uang jatah gue dikurangin 80 persen, lo kan tahu uang jajan gue biasanya. ]


[ Emang lo gak punya tabungan. ]


[ Sejak kapan gue punya tabungan. ]


[ Beneran nihh lo gak punya. ]


[ Iyalah, masa gue bohong sama lo. ]


[ Ya udah. ]


Tut tut tut...


Andi tersenyum puas. " Emang enak, makanya jadi orang jangan sombong bangkrut kan lo." Ucap Andi puas, ternyata Andi berbohong.


Beno bingung dan sangat tertekan gemetar, gimana kalau dirinya gak punya uang atau pinjeman sama sekali.


" Aduhh gimana nihh, gue harus cari uang sepuluh juta itu dimana?"


Beno mencoba menelpon Deni, tapi tak berhasil karena tak di angkat.


" Aakhhh, Deni ngangkat sama sekali kemana sihh anak itu." Gerutu Beno sambil mikir.


" Pusing gueeee..." Sambil mengacak-acak rambutnya.


Andi tanya sama Deni. " Gimana, dia nelpon lo."


Deni menyahut kalau dirinya juga ditelpon. " Iya bener lo bilang, dia nelpon gue tapi sesuai saran lo gak gue angkat."


Andi ingin memberi pelajaran sama Beno yang tergolong sangat sombong. " Gue cuma pengen kasih efek jera sama dia, karena udah bikin bokap sama nyokap gue bekerja dibawah tekanan dia. Untungnya si kakek tua bangka sudah tidak berwenang lagi sama dia, kalau enggak kita udah jadi babunya dia bahkan sekeluarga."

__ADS_1


Deni mengangguk, dia membenarkan apa yang dikatakan Andi. " Lo benar sihh, gue juga kecewa sama dia."


...


Bu Chika mengajarkan huruf abjad dengan sangat lembut. " Ini huruf apa anak-anak, ayo siapa yang tahu angkat tangan."


Tidak ada yang menyahut, Ghani langsung acungkan tangan. " Ghani bunda."


" Iya Ghani, huruf apa ini sayang?"


" Huruf M bunda, itu huruf M bunda."


" Wahh Ghani bener lagi, ayo yang lain semangat dong." Ucap Bunda Chika menyemangati murid lainnya.


" Ya elah, cuma huruf doang bikin bosan aja." Batin Ghani meremehkan namun wajahnya tersenyum, benar-benar pintar bersandiwara.


" Bunda, Diva boleh tanya?"


" Tanya apa sayang."


" Fino kemana bun?"


" Fino lagi sakit sayang, dia lagi di rawat di rumah sakit."


" Emang Fino sakit apa bu.." Tanya Diva.


" Kalau itu bunda kurang tahu Diva."


Ghani yang mendengar Fino langsung tertawa dalam hatinya. " Hahahaha, Jangan-jangan anak itu ngompol terus pingsan karena takut." Ucap batin Ghani sambil senyum-senyum.


...


Chiya sangat sedih karena putranya masuk rumah sakit. " Kenapa Fino ada di gudang itu, gak mungkin Fino kesana malam-malam aku sangat yakin Mas pasti ada yang iseng sama Fino." Ucap Chiya.


Malik hanya diam begitu juga dengan Rayis, Rayis juga berfikir begitu sebab cucunya tidak pernah pergi ke gudang sekalipun. " Apa ada yang masuk ke rumahku." Batin Rayis.


Dokter keluar setelah memeriksa Fino, Chiya langsung bertanya? " Dok, gimana anak saya dok?"


Dokter itu bertanya balik pada Chiya? " Maaf Bu, apa anak ibu mengalami ketakutan sebelumnya?"


Chiya pun menjelaskan apa yang terjadi beberapa bulan sebelumnya. " Iya dok, tiga bulan yang lalu waktu menjenguk salah satu saudara saya di rumah sakit, anak saya terjebak di ruang jenazah berjam-jam. Itu ruangannya sangat gelap, dia menangis lama disana."


Dokter itu mengangguk-angguk, sekarang dia paham. " Anak ibu mengalami trauma yang sangat berat sampai dia takut berada dalam gelap, saya akan kasih obat untuk menenangkannya."


" Baik dokter, terimakasih." Sahut Chiya.


...


Seperti biasa Layla menjemput Ghani, tapi kali ini tidak pulang ke rumah tapi mampir dulu ke toko. " Sayang, kita mampir ke toko ayah dulu ya."


Ghani yang duduk didepan dengan bantuan kursi tambahan menjawab jika dia juga ingin. " Iya bunda, Ghani juga mau ke toko ayah."


...


Beno dapat keringanan dari pihak rumah sakit dan diperbolehkan pulang. " Baik mas, kami akan meringankan pembayaran mas dengan cara mencicil per-bulan. Untuk sekarang mas harus berikan kami jaminan, kalau ada jaminan mas bisa pulang hari ini."


Beno yang mendengar sedikit lega, tapi Beno tidak ingin mencicil dia akan menyerahkan jam tangan mahalnya. " Ini Sus saya langsung kasih jam tangan mahal saya, dengan ini mungkin bisa lunas jadi saya tidak perlu mencicil."


Suster yang melihat jam tangan Beno langsung melongo tidak percaya, pasalnya jama tangan itu sangat mahal. " Mas yakin mau memberikan jam tangan ini."


Beno yang tahu harga ingin minta kembalian sedikit. " Saya yakin Sus, tapi bolehkah saya minta kembaliannya sedikit."


Suster itu mengerti apa yang dikatakan Beno. " Bisa kok mas, tapi separuhnya aja soalnya mas membayar dengan barang bukan uang."


Beno yang tahu bahwa sekarang dirinya tidak lagi kaya sadar, dan mengiyakan apa kata suster. " Iya Sus, tidak apa."


Suster itu langsung mengambil uang di laci dan memberikannya pada Beno. " Ini mas kembaliannya lima juta, jadi pembayarannya lunas ya mas."


" Iya." Sahut Beno.


...


Ridwan sedang kebingungan karena data-datanya tidak bisa dibuka, apakah datanya di hack. " Kok gak bisa dibuka."


" Assalamu'alaikum."


Ridwan menoleh ke pintu depan. " Ghani, bunda kok kesini."


" Emang kami berdua gak boleh kesini."


" Boleh dong."


Layla dan Ghani langsung mencium tangan Ridwan bergantian." Gimana mas hari ini, tokonya lancar."


Ridwan sedikit menghela nafas. " Alhamdulillah sihh lancar, cuma ini mas waktu buka data pembelian barang dan pembayarannya kok gak dibuka yahh."


" Kok bisa mas, coba bunda lihat. Oiyah yahh, kok kosong halamannya."


Ghani yang mendengar mencoba ingin melihat, tapi letak komputer itu terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya yang sekarang. " Aduhhh.. coba aja badan gue normal, udahh gue sikat tuh komputer." Batin Ghani.


Layla yang melihat Ghani ingin duduk sepertinya gemas. " Sayang kamu ngapain sih nak, itu kursinya tinggi buat kamu sayang."


Ridwan yang juga melihat menawarkan untuk duduk. " Kamu mau duduk di sini Ghani, tapi kursinya tinggi sayang." Ucap Ridwa.


" Ghani mau duduk."


" Ya sudah, sini ayah gendong kamu."


Layla mengambil rantang makanan dan mengajak Ridwan untuk makan, tidak lupa juga Layla membagi makanannya kepada Jono. " Mas, kita makan yuk ini buat kita dan ini buat pak Jono sama anaknya. Tolong mas kasih ke Jono yahhh."

__ADS_1


Ridwan langsung mengambil rantang nasi bagian Jono dan anaknya. " Iya sayang, mas antar dulu yahh."


Layla menyuruh Ghani untuk turun dan makan siang bersamanya. " Ghani ayo turun, kita makan siang sama ayah di dalam yahh."


Ghani yang sudah melihat ternyata di hack sama orang tentu tidak mau melewatkan ini. " Bentar dulu ya bunda, bunda sama ayah makan aja dulu Ghani masih pengen lihat-lihat."


" Ahh kamu kayak orang dewasa aja mau lihat-lihat, tapi hati-hati ya itu kursinya tinggi kalau mau turun bilang sama bunda.


" Iya bunda."


Layla dan Ridwan pun masuk ke dalam dan makan bersama, sedangkan Ghani sudah menggerakkan jari jemarinya yang mungil dengan lincah nya. " Ahh ini siapa, Rayis pratama kenapa dia membobol data-data ayah." Batin Ghani.


Dengan cekatan Ghani menyerang balik keamanan data Tuan Rayis sampai komputer Tuan Rayis berasap. " Hahhh, apa Ridwan menyewa hacker." Ucap Tuan Rayis yang dari tadi sudah pulang dari rumah sakit.


Ridwan menyuruh Layla untuk menurunkan Ghani, takutnya nanti jatuh apalagi belum makan siang. " Sayang itu Ghani tolong kamu turunkan yahh, takut nanti jatuh suruh dia makan."


Layla menggendong Ghani dan menyuruhnya untuk makan. " Ayo kita makan, bunda suapin yahh."


Ghani yang sudah berhasilkah mengamankan data-data milik ayah angkatnya tersenyum puas dan dia nantinya akan menghajar habis keamanan Tuan Rayis.


...


░░░░░░▄▄


░░░░░█░░█


▄▄▄▄▄█░░█▄▄▄


▓▓▓▓█░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


███▀▀▀███████


░░░░░░▄▄


░░░░░█░░█


▄▄▄▄▄█░░█▄▄▄


▓▓▓▓█░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


▓▓▓▓█░░░░░░░░█


███▀▀▀███████


 🌷🌸🌷🌸


🌸🌷🌸🌷🌸


Λ🌷🌸🌷🌸🌷


( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷


ヽ つ\ /


UU / 🎀 \


 🌷🌸🌷🌸


🌸🌷🌸🌷🌸


Λ🌷🌸🌷🌸🌷


( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷


ヽ つ\ /


UU / 🎀 \


˚∧_∧  + —̳͟͞͞💗


( •‿• )つ —̳͟͞͞ 💗 —̳͟͞͞💗 +


(つ  < —̳͟͞͞💗


|  _つ + —̳͟͞͞💗 —̳͟͞͞💗 ˚


`し´


🏿🏿🏿🏿🏿🏿🏿🏿


🏿🏿🏽🏽🏽🏽🏿🏿


🏽🏽🏽🏽🏽🏽🏽🏽


🏽⬜⬛🏽🏽⬛⬜🏽


🏽🏽🏽🏿🏿🏽🏽🏽


🏽🏽🏿🏽🏽🏿🏽🏽

__ADS_1


🏽🏽🏿🏿🏿🏿🏽🏽‍‍ (✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(✿ ♥‿♥)(∿°○°)∿ ︵ ǝʌol(✿ ♥‿♥)(∿°○°)∿ ︵ ǝʌol


__ADS_2