
ᥫ᭡ 𝓗𝓪𝓻𝓲 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓲𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓫𝓾𝓴𝓪𝓷 ᥫ᭡
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Ridwan membeli beberapa pakaian muslim di tanah abang, semua yang di beli Ridwan adalah
100 picis baju muslim perempuan.
100 picis baju muslim anak perempuan.
100 picis baju muslim laki-laki.
100 picis baju muslim anak laki-laki.
" 𝘌𝘦𝘦 𝘵𝘩𝘰𝘳 𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘫𝘶𝘢𝘭 𝘣𝘢𝘫𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘮 𝘣𝘢𝘯𝘤𝘪 𝘺𝘢𝘩𝘩." 𝘜𝘤𝘢𝘱 𝘙𝘪𝘥𝘸𝘢𝘯.
" 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘦𝘳𝘢𝘩 𝘭𝘰 𝘥𝘢𝘩 𝘙𝘪𝘥𝘸𝘢𝘯." 𝘚𝘢𝘩𝘶𝘵 𝘈𝘶𝘵𝘩𝘰𝘳.
Tidak hanya pakaian yang di jual tapi beberapa jenis hijab untuk orang tua 100 picis, ibu rumah tangga 100 picis, anak remaja 100 picis, anak-anak 100 picis, dan balita 100 picis.
Begitu juga seperti sarung 100 picis dan peci untuk laki-laki 100 picis semua lengkap ditoko Rigala.
Semua berjumlah 1100 picis dengan harga terjangkau kisaran 100 ribuan kebawah dan yang paling mahal 500 ribu.
Toko bangunan baju milik Ridwan ini dibelinya senilai 50 juta bersih dengan tanahnya dan parkir, sungguh beruntung bagi Ridwan yang memiliki tabungan sebanyak 500 juta.
Ridwan memang dikenal orang yang hemat namun pemurah, begitu juga dengan Layla yang juga memiliki tabungan 100 juta yang dia gunakan untuk membangun usaha laundry.
" Pak Jono sudah makan." Tanya Ridwan.
" Sudah pak Ridwan." Sahut Pak Jono.
" Bantuin saya menata semua barang ini yahh pak." Ucap Ridwan.
" Iya pak, boleh banget." Sahut Jono.
Sambil menata Jono bertanya.
" Pak Ridwan itu baik banget loh mau nerima saya dan juga anak saya padahal kita gak saling kenal." Ucap Jono.
" Aahh, pak Jono bisa aja. Saya cuma menolong jika saya mampu, lagian menolong orang juga dapat pahala." Sahut Ridwan.
" Pak Jono sendiri kemana istrinya." Tanya Ridwan.
" Istri saya sudah meninggal pak." Sahut Jono.
" Innalillah, maaf ya pak Jono saya gak tau." Sahut Ridwan merasa tidak enak.
" Kalau boleh tahu pak Jono berasal dari mana?" Tanya Ridwan lagi.
" Saya berasal dari Palembang, niatnya saya ke Jakarta cari kerja tapi malah kena tipu mana bawa anak saya yang masih kecil untung ketemu pak Ridwan kalau enggak saya gak tau nasib saya dengan Safana bagaimana." Sahut Pak Jono.
" Ahh pak Jono bisa aja." Sahut Ridwan.
Allahu akbar Allahu akbar, suara adzan sedang berkumandang.
" Alhamdulillah." Ucap Ridwan.
" Alhamdulillah." Ucap Jono pelan.
" Sudah waktunya sholat ashar pak Jono, sholat dulu yuk." Ajak Ridwan.
" Iya Pak, saya pamit sama Safana dulu.
" Baiklah saya tunggu di luar.
Sangat kebetulan sekali toko Rigala berdekatan dengan mesjid megah dan mewah.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Sampai sekarang Ani belum pulang dan itu membuat Malik khawatir.
__ADS_1
" Chiya kamu lihat mama gak." Tanya Malik.
" Gak tau mas." Sahut Chiya.
Malik pun pergi keluar dan bertemu papanya lalu bertanya.
" Pa, mama mana?" Tanya Malik.
" Biarkan mama kamu pergi, dia tidak patuh sama papa." Sahut Rayis lalu pergi.
" Apa papa dan mama berselisih paham lagi." Batin Malik.
Rayis ini sangat kejam dan tak berperasaan, sudah sering Ani sakit hati karenanya dan itu pun Ridwan tahu tentang kejahatan papanya.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Malam pun tiba, Ridwan akhirnya selesai menata semua pakaian itu lalu Ridwan pamit pada Jono.
" Pak Jono saya pulang dulu yahh, assalamu'alaikum." Ucap Ridwan.
Dalam perjalanannya Ridwan tampak senang karena sebentar lagi tokonya akan beroperasi, tinggal menunggu promosi lewat brosur.
" Aku seneng banget, apalagi sekarang ada anak kecil di rumah." Ucap Ridwan.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Ani ternyata melewati jalan yang sama dengan Ridwan, dan saat menyebrang ada mobil warna merah lewat.
" Astagfirullah." Ucap Ridwan yang melihat ada orang lewat.
" Aaaa." Teriak Ani.
Dengan segera Ridwan turun dari mobil dan menghampiri orang yang dia tabrak.
" Anda gak pa... mama." Ucap Ridwan terkejut.
" Astaghfirullah kok mama ada disini." Ucap Ridwan bingung.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
" Ada... anak kecil
berlari... main-main
bersama... ayah Bunda.." Itulah yang dinyanyikan Layla pada Ghani.
" Sebenarnya aku sangat tidak suka dengan nyanyian, tapi kenapa rasanya sangat damai." Batin Ghani yang menatap langit-langit dengan kanannya yang dia jadikan bantal.
Layla melihat Ghani yang makin pelan memejamkan matanya, dan tidak lama kemudian Ghani tertidur.
" Kamu sudah tidur sayang." Ucap Layla mencium pipi dan kening Ghani, walaupun Ghani bukan anak kandungnya tapi rasa sayangnya sudah seperti ibu kandung.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Fino sama sekali tidak tidur dia asyik main game, sampai sang pelayan pun dibuat kebingungan dengan karakter Fino yang super manja.
" Aden Fino gak tidur, ini sudah malam den." Ucap pelayan.
" Udah deh sana pergi jangan ganggu aku." Ucap Fino dengan kasar.
" Tapi den ini sudah malam dan besok aden harus berangkat sekolah." Ucap pelayan itu lagi.
" Berisikkkk!" Fino melempar komputer itu ke arah pelayan.
" Aaaaa." Pelayan itu bsrteriak.
" Dasar lebay." Ucap Fino.
" Aduhhhh." Pelayan itu kesakitan.
Malik yang mendengar keributan dikamar Fino langsung menghampiri.
__ADS_1
" Ada apa ini." Tanya Malik dan terkejut melihat komputer pecah dan juga pelayan yang jatuh.
" Fino ada apa ini." Tanya Malik.
" Pelayan ini melarang aku main game papi." Ucap Fino.
" Benar begitu Dina." Tanya Malik.
" Benar pak." Sahut Dina ketakutan, Dina bukan takut kepada Malik tapi dia justru takut pada den Fino yang di anggap nakalnya sangat berbahaya.
Dina berusaha berdiri dirinya sudah tidak kuat lagi, dirinya langsung keluar begitu saja membuat Malik heran.
Dina langsung masuk ke kamar dimana semua pelayan tidur.
" Dina dahi kenapa?" Tanya pelayan lain.
" Maaf mbak mulai sekarang aku berhenti bekerja disini, aku mau pulang." Ucap Dina sambil mengemasi barangnya ke dalam tas.
Dina pun keluar dan dilihat oleh Rayis.
" Mau kemana?" Tanya Rayis, Dina pun berbalik badan.
" Dahi kamu kenapa?" Tanya Rayis lagi.
" Maaf tuan kalau saya lancang, ini karena cucu tuan dia marah sama saya karena saya menyuruhnya untuk tidur padahal saya hanya menyuruh dengan lembut tapi tiba-tiba dia melempar komputer itu ke saya makanya saya jadi terluka. Tuan gak usah bayar, mulai hari ini saya berhenti kerja." Ucap Dina lalu pergi meninggalkan rumah mewah ini.
Saat berada dalam rumah, Malik memanggil Dina.
" Dina tunggu." Panggil Malik sambil berlari.
" Ada apa lagi pak, saya mau pulang gak tahan saya kerja disini." Ucap Dina emosi.
" Saya tidak menahan kamu, saya minta maaf karena Fino kamu seperti ini oi yahh biar saya antara kamu." Malik menawarkan dirinya mengantar Dina.
" Gak usah pak, takut ngerepotin." Sahut Dina.
" Ini sudah malam Dina." Ucap Malik, mau tidak mau Dina akhirnya menerima itu.
Saat dalam perjalanan Malik minta maaf pada Dina.
" Maaf ya Din, gara-gara anak saya kamu seperti ini." Ucap Malik.
" Tidak papa, mungkin sampai disini saya kerja di rumah itu." Sahut Dina sambil melihat ke arah samping.
Malik melirik Dina yang sederhana memakai hijab segi empat nya.
" Sudah sampai Din." Ucap Malik.
" Terima kasih sudah mengantarkan saya pak." Ucap Dina.
Saat Dina mau keluar tiba-tiba hijabnya terjepit di pintu mobil.
" Aww." Ucap Dina.
" Ada apa Din." Tanya Malik.
" Aduh kayaknya hijab saya." Sahut Dina.
Malik pun membantu mengeluarkan hijab Dina.
" Makasih ya pak." Ucap Dina kemudian masuk.
Malik pun kembali ke rumahnya.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Tok tok tok..
" Iya tunggu sebentar." Ucap Layla.
" Astagfirullah Mas." Ucap Layla terkejut melihat suaminya mama mertua.
__ADS_1
ঞঞঞ 𝓑𝓪𝓬𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓹𝓪𝓱𝓪𝓶𝓲 ঞঞঞ