
Ghani masuk sekolah tepat di high school 25.
" Anak-anak perkenalkan ini Ghani, teman baru kalian. Ghani perkenalkan diri kamu, ayo." Ucap Chika.
" Baik bunda." Sahut Ghani.
" Hay semuanya, aku Ghani semoga kita jadi teman akrab yahh." Ucap Ghani.
💓💓💓💓
" Katanya gurunya kita tinggal aja, soalnya harus pengenalan dengan baik." Ucap Layla.
" Ooo, ya sudah. Aku antar kalian berdua, setelah itu mau ke toko." Sahut Ridwan.
" Oiyah Mas, katanya ada yang tinggal di toko kamu ya?" Tanya Layla.
" Iya, namanya Jono punya anak satu perempuan kayaknya seumuran sama Ghani." Sahut Ridwan.
_______
Rayis mulai gelisah karena tidak ada Ani di sampingnya.
" Biasanya aku paling tidak suka dengan Ani, tapi kalau tidak ada dia kenapa jadi begini aku seperti kehilangan." Batin Rayis.
Sedikit informasi tentang keluarga Rayis.
Jadi Rayis itu punya dua istri Ani dan Malyla.
Pernikahan Rayis dan Layla berdasarkan perjodohan orang tua karena bisnis dan melahirkan anak bernama Ridwan.
Pernikahan kedua Rayis bersama Mayla perempuan yang di cintai Rayis, Malik lah buah hati pernikahan mereka berdua.
Itu bisa menjawab kenapa Malik lebih disayang Rayis daripada Ridwan.
Rayis sudah terlalu banyak melukai hati Ani dan Ridwan.
Tut tut tut ... ada yang menelpon Rayis.
[ Hallo, ada apa? ]
[ Maaf pak, gudang kebakaran ]
[ Apahhh! ]
[ Iya pak, belum diketahui penyebabnya apa ]
[ Ya sudah saya segera kesana ]
Tut tut tut... Rayis memantikan teleponnya dan bergegas ke gudang.
" Ada-ada saja." Ucap Rayis.
💓💓💓💓💓
Di sekolah Fino mulai ingin membully murid baru, padahal masih tk tapi sudah ada tabiat buruk.
" Wahhh dia anak baru, kasih salam dulu ahh." Ucap Fino dengan senyum anak bandelnya.
Fino kemudian bersembunyi sengaja menunggu Ghani lewat, Ghani berjalan.
" Awww." Ghani terjatuh dan tengkurap sampai hidungnya mimisan.
" Ahahahahahah, rasain kamu." Ucap Fino lalu ingin pergi.
" Fino." Teriak anak cewe tk.
" Ahh anak perempuan itu lagi, menyebalkan mendingan aku cepat pergi." Ucap Fino yang langsung kabur.
" Fino tunggu." Ucap anak perempuan itu.
" Iiiyehhh dasar si Fino, awas aja nanti kalau ketemu." Ucap anak perempuan itu lalu menoleh ka arah Ghani.
" Kamu gak papa?" Tanya anak perempuan itu.
" Aku tidak papa." Sahut Ghani.
" Itu.. itu hidung kamu berdarah, aku panggil bunda Chika dulu yahh." Ucap anak perempuan itu.
Ghani pun berdiri dibantu sama anak perempuan itu.
" Tunggu disini yahh." Ucapnya lalu pergi memanggil bunda Chika.
" Siapa anak itu? Hmmm cari masalah dia sama aku, huhh ok kita lihat nanti." Batin Ghani.
" Itu keponakannya ayah angkat kamu." Sahut peri.
__ADS_1
" Apahhh, oooo iya iya aku paham sekarang. Baiklah, akan aku selesaikan secepatnya." Ucap Ghani.
Anak perempuan itu datang bersama Chika.
" Ayo bunda cepat, itu orangnya." Ucap anak perempuan itu.
" Iya Diva tunggu sebentar." Sahut Chika.
Chika dan Diva mendatangi Ghani.
" Ghani apa yang terjadi denganmu sayang?" Tanya Chika.
Ghani hanya diam dan menatap Chika.
" Cantik banget cewe ini." Batin Ghani.
" Ghani." Panggil Chika sekali lagi.
" Ahhz, Ghani gak papa kok." Sahut Ghani.
" Gak papa apanya, kamu tadi mimisan." Ucap Diva.
" Hah, kamu mimisan." Ucap Chika.
" Coba bunda cek." Ucap Diva lagi.
Chika pun memeriksa hidung Ghani dan benar Ghani mimisan.
" Diva benar kamu mimisan, ayo ikut bunda ke uks yahh." Ucap China membawa Ghani ke uks.
" Asyiiiiikk berduaan sama cewe cantik." Batin Ghani.
" Jangan macam-macam yahh." Ucap peri.
" Ishh... serah gue lahh." Sahut Ghani di telepatinya.
Chika mengobati Ghani dalam uks, dia bertanya kenapa Ghani tidak jujur.
" Ghani kenapa kamu gak jujur sama bunda." Ucap Chika sambil mengoles hidung Ghani.
Namun tidak untuk Ghani jika mendengar Chika, justru dirinya mengagumi Chika.
" Chik, kamu cantik banget." Batin Ghani.
" Nihh anak kenapa?" Batin Chika.
" Ghaniiii." Panggil Chika sekali lagi.
" Ahh iya bun ada apa?" Sahut Ghani.
" Kamu gak dengerin bunda ngomong yahh." Ucap Chika.
" Denger kok bun." Sahut Ghani.
" Tapi tadi bunda lihat kamu melamun." Ucap Chika.
" Itu enggak kok." Sahut Ghani.
" Hahah iiiiiihhhh kamu ini kok imut banget sihh." Ucap Chika yang ternyata gemas sekalilalu mencubit pipi chubby milik Ghani.
" Aduuhhh bunda sakit." Ucap Ghani.
" Aduhh maaf yahhh." Ucap Chika menangkupkan kedua tangannya.
💓💓💓💓💓
Alhamdulillah hari ini perdana bukanya toko baju Rigala Mart.
Sudah ada pelanggan yang masuk, Ridwan langsung menyapa.
" Selamat datang bapak ibu, silahkan cari yang kalian suka yahh." Ucap Ridwan dengan ramah.
" Terima kasih ya pak." Sahut pelanggan.
" Bagus ya pak ini."
" Iya bagus banget, berapa harganya."
" Terjangkau pa harganya."
...
" wahh ini baju muslimnya lengkap kayaknya."
" Bagus banget."
__ADS_1
" Ayo kita beli."
...
" Ehh coba dehh lihat baju muslimah anak kecil ini lucu banget, beli yuk."
Itulah percakapan pelanggan di toko.
" Alhamdulillah ya allah, terimakasih atas karuniamu." Doa Ridwan dalam hatinya.
💕💕💕💕
Begitu juga dengan laundry Bunda Layla, sudah ada dua orang yang mengantar pakaiannya.
" Moga aja usaha ini lancar, aamiiinn." Layla berdoa.
Mama Ani pun datang, berniat ingin membantu Layla.
" Lay, biar mama bantu yahh." Ucap mama Ani.
" Ehh gak usah ma, nanti mama capek." Ucap Layla.
" Gakpapa lahh Lay, mama kalau dirumah terus gak ada pergerakan tambah sakit." Ucap Mama mertua.
" Hahah mama bisa aja." Sahut Layla.
" Oiyah kapan jemput Ghani." Tanya Layla.
" Astaghfirullah aku lupa ma." Sahut Layla kaget karena lupa menjemput Ghani.
" Tuhh benerkan, kamu pasti lupa." Sahut mama mertua.
" Ya sudah aku siap-siap dulu yah ma." Ucap Layla langsung masuk dan mengganti bajunya.
💓💓💓💓
Semuanya sudah dijemput yang belum hanya Ghani, Chika lah yang menemani Ghani.
" Ghani, bunda kamu belum menjemput jangan kemana-mana yahh tunggu di kelas." Ucap Chika.
" Iya bun." Sahut Ghani.
" Emang gue anak kecil." Batin Ghani kesal.
Sambil menunggu bundanya, Chika mencoba akrab dengan Ghani.
" Ghani boleh bunda tanya gak." Ucap Chika.
" Tanya apa?" Sahut Ghani.
" Ghani tinggal dimana?"
" Di... emmm gak tahu, Ghani lupa?"
" Duhh kok lupa, lain kali nanti alamatnya di ingat yahh sayang. Ouh ya terus Ghani punya sauara gak, kakak atau adik."
" Enggak, Ghani gak punya saudara."
" Ouhh, jadi Ghani anak tunggal." Ucap Chika.
" Ghani..." Panggil Layla.
" Ahh itu bunda, bunda..." Ghani kesenangan.
" Ghaniii... gimana sekolahnya sayang." Ucap Layla.
" Baik bunda, wahh ada nenek juga." Ucap Ghani.
" Iya dong sayang, nenek jemput kamu." Sahut Ani.
Layla melihat ada noda darah di hidung.
" Sayang itu hidung kamu kenapa nak?" Tanya Layla.
" Maaf bu, itu tadi...
" Tadi Ghani jatuh bunda." Sahut Ghani dengan cepat..
" Ghani, dia berbohong." Batin Chika.
" Ouhh lain kali hati-hati sayang, ya udah kita pulang mari bu." Ucap Layla.
" Iya bu." Sahut Chika.
💓💓💓💓
__ADS_1