
💕 SUMPAHH, TADI NGOMPOL 💕
*
*
*
Rani dan Ghani pamit malam itu.
" Kami pulang dulu yahh." Ucap Rani.
" Iya Bu Rani, nanti kapan-kapan datang yahh." Sahut Sonia.
Ghani memandang Chika, dan mengajaknya untuk bicara sebentar.
" Chika, aku mau ngomong sama kamu sebentar yahh." Ucap Ghani.
" Boleh." Sahut Chika.
Ghani minta izin untuk bicara sebentar sama Chika.
" Ma, Tante aku mau bicara sebentar sama Chika gak papa kan." Ucap Chika.
" Gak papa sayang." Sahut Rani begitu juga dengan Sonia.
Ghani mengajak Chika ke samping rumah sebentar.
" Ada apa sihh, Ghani." Ucap Chika.
Ghani tersenyum, dia terus menatap Chika kemudian menatap langit.
" Chika, kamu tau bintang itu." Tunjuk Ghani ke bintang yang paling besar.
" Aku gak tau bintang itu." Sahut Chika bingung.
" Aku menamai bintang itu Ghani, kalau kamu kangen sama kamu bisa lihat bintang itu." Ucap Ghani tiba-tiba.
" Kenapa tiba-tiba ngomong begitu."
" Huhhh, kamu besok ada acara?"
" Besok aku masuk ngajar."
" Mau aku anterin."
" Emang gak ganggu kamu."
" Enggak kok."
" Oiyahh, kita baru kenal kok kamu udah mau ngajak aku aja." Imbuh Chika penuh curiga.
Ghani hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Chika begitu saja.
" Ma, udah selesai ayo kita pulang. Tante, pulang dulu." Pamit Ghani.
Ghani membukakan pintu untuk Mamanya masuk, kemudian dia juga ikut masuk. Sebelum jalan, Ghani sempat mengedipkan matanya ke arah Chika sambil tersenyum.
Chika yang melihat hanya geleng kepala karena merasa lucu dengan tingkah Ghani yang sulit ditebak dan bikin penasaran.
*
*
*
Saat Ghani ingin istirahat, Khirani datang dan mengatakan kepada Ghani jika dirinya harus ikut.
" Ghani, kamu ikut saya." Ucap Khirani tanpa menunggu Ghani mengiyakan.
Cling...
__ADS_1
Ghani sudah berada dikayangan, Ghani terkejut dengan apa yang dia alami.
" Apa-apaan ini, kenapa lo bawa gue kesini apa mau lo peri brengsek." Ucap Ghani langsung mencengkeram Khirani.
" Hentikan." Ucap Aurora dari belakang.
Ghani menoleh ke belakang.
" Ada apalagi ini, dan siapa lo." Ucap Ghani.
" Saya Aurora, ratu peri." Sahut Aurora.
" Apa lo yang menyuruh dia mengutuk gue." Tanya Ghani.
" Iya."
" Ouhh.. bagus, bagus gue ketemu sama lo." Ucap Ghani menahan amarahnya dari tadi, tapi tiba-tiba Ghani langsung menyerang Aurora.
Hiyaa... bugh... cyahhh...brakkk...
" Hentikan, Ghani." Teriak Khirani, namun dihiraukan oleh Ghani.
Bleshhhhh...
Aurora berhasil mengunci pergerakan Ghani, hati Aurora seperti dekat dengan Ghani ada apa sebenarnya.
" Kenapa aku merasa dekat dengan ini, siapa dia?" Batin Aurora.
" Lepaskan saya, peri brengsek." Teriak Ghani
" Kenapa kamu menyerang, jawab pertanyaan saya." Ucap Aurora tegas.
Ghani hanya memandang Aurora dengan tatapan benci.
Ghani berhasil melepaskan pergerakan kunci milik Aurora, saat Ghani ingin melompat menjauh disadari oleh Aurora.
Aurora langsung menarik kaki Ghani dan membantingnya ke lantai.
" Aakhhhhhh..." Ghani merintih kesakitan.
Aurora langsung menyuruh dua peri mengikat kedua tangan Ghani, entah apa yang dipikirkan Aurora.
" Ikat dua tangannya." Titah Aurora.
" Baik ratu." Sahut peri lainnya.
" Apa yang ingin ratu lakukan?" Tanya Khirani tampak bingung.
Tatapan tajam ratu ke Ghani cukup sulit di artikan, Khirani khawatir ratu berbuat nekat.
" Lepaskan saya brengsek." Marah Ghani.
" Diammm!!! Bentak Aurora.
Ghani terperanjat dengan bentakan Aurora, entah kenapa hatinya sakit dibentak.
" Perasaan apa ini, kenapa hati gue sakit dibentak kaya gini padahal gue gak kenal sama peri ini." Batin Ghani.
Aurora mengikat Ghani dengan mantra yang sangat kuat, Aurora berencana ingin membawa Ghani ke suatu tempat.
Aurora mendekati Ghani yang tidak bisa bergerak karena mantranya.
" Lo mau apa woyy, jangan deket-deket sama gue." Caci Ghani yang berusaha menghindari dari pegangan ratu, tapi itu tak terelakkan ratu berhasil memegangi pundak Ghani dan menghilang begitu saja.
Semua peri terkejut, pasalnya belum pernah ratu mereka melakukan ini kepada manusia.
" Apa yang terjadi kepada ratu, Khirani." Tanya Peri Air.
" Aku tidak tahu." Sahut Khirani juga bingung.
*
__ADS_1
*
*
Aurora membawa Ghani ke demensinya yang sangat pribadi.
" Kalau anak ini memang benar dia, aku akan tahan dia disini." Batin Aurora.
" Lepasin gue sialan, lo mau apa hahh." Ucap Ghani dengan sedikit kesal.
" Apa yang dia pikirkan, kenapa dia bawa gue kesini lalu ini dimana?" Batin Ghani bermonolog.
Aurora membuka baju Ghani dan merobeknya sampai hancur, dan disitulah terpampang jelas tanda lahir Ghani di dada yang membuat Aurora mematung.
" Brengsek lo, lo apain baju gue hahh dasar peri mesum." Ucap Ghani kaget dengan apa yang dilakukan Aurora.
Tapi tiba-tiba Ghani melihat air mata Aurora jatuh.
" Kenapa lagi lo hahh, terpesona lihat badan kekar gue. Udahhh, gak usah terpesona gue tahu gue ganteng gak usah nangis begitu." Oceh Ghani percaya diri.
Aurora yang melihat tanda lahir itu langsung ingat dengan masa lalunya 10 ribu tahun yang lalu.
* FLASHBACK OFF *
TERLIHAT DISEBUAH ISTANA YANG MEGAH, AURORA SEDANG MELAHIRKAN YANG DIBANTU OLEH DAYANG.
" AYO RATU, SEBENTAR LAGI BAYINYA KELUAR." UCAP DAYANG.
" HUH...HUH...HUH...AAAAAAAKHHHHHHH AHH..AH...AHHH...AHHH..." AURORA SEKUAT TENAGA MENGEJAN AKHIRNYA BAYINYA KELUAR JUGA.
" WAHH SELAMAT RATU, PUTRA RATU LAKI-LAKI." UCAP DAYANG ITU SAMBIL MEMBERSHIP TUBUH BAYI ITU.
DENGAN LEMAS DAN MASIH LUNGLAI, AURORA INGIN MELIHAT PUTRANYA YANG BARU SAJA IA LAHIRKAN.
" AKU INGIN MENGGENDONG PUTRAKU." UCAP RATU LEMES.
" BOLEH RATU, INI." DAYANG ITU MEMBERIKAN BAYI KE RATU.
AURORA BERUSAHA DUDUK YANG DIBANTU DAYANG LAINNYA, LALU MENYAMBUT PUTRANYA ITU.
" EHEHE..KAMU SANGAT MUNGIL SAYANG." UCAP AURORA YANG MELIHAT TANDA LAHIR DI DADA PUTRANYA ITU. " AHHH COBA LIHAT INI, KAMU MEMILIKI TANDA LAHIR YANG UNIK SAYANG." UCAP AURORA LAGI KEMUDIAN MENCIUM PUTRANYA.
TAPI TIBA-TIBA, ADA YANG DATANG DAN MEREBUT BAYI ITU DITANGAN AURORA.
" BERIKAN BAYI ITU PADAKU." UCAP LAKI-LAKI.
" KAU MAU APA, KEMBALIKAN BAYI ITU PADAKU DIA PUTRAKU." SAHUT AURORA.
" TIDAK, KEHADIRAN BAYI INI ADALAH AIB MESKIPUN KITA MENIKAH SECARA RESMI DI ALAM SEMESTA. AKU TIDAK BISA MENERIMA BAYI INI, KARENA DIA TIDAK BISA MENJADI PENERUS KERAJAAN LANGIT DAN DIA JUGA TIDAK PUNYA KEKUATAN APAPUN." UCAP ARRAKA.
" APA YANG KAU BICARAKAN ARRAKA, AKU TIDAK PERDULI DIA PUNYA KEKUATAN ATAU TIDAK TAPI DIA PUTRAKU KALAU KAMU TIDAK MENERIMANYA BERIKAN PADAKU CEPAT." SAHUT AURORA.
" BAYI INI TIDAK AKAN DIBERIKAN PADA KEDUANYA, BAIK AKU ATAU PUN KAMU." UCAP ARRAKA DATAR DAN DINGIN.
" APA YANG INGIN KAU LAKUKAN PADA PUTRA KITA, ARRAKA." UCAP AURORA DENGAN GERAM DAN BERUSAHA MERAIH PUTRANYA, TAPI DITEPIS OLEH ARRAKA.
" AKU AKAN MENENGGELAMKANNYA DI KUTUB UTARA, DIA HARUS MATI." UCAP ARRAKA DENGAN KEJAM, KEMUDIAN MENINGGALKAN AURORA YANG BERTERIAK SEKUAT TENAGA.
" TIDAKKKK! JANGAN ARRAKA, DIA PUTRAKU JANGAN KAMU LAKUKAN ITU ARRAKAAAAA..." TERIAK AURORA.
* FLASBACK ON *
Ghani yang melihat Ratu ini meneteskan air mata jadi heran.
" heyy, lo napa nangis. Kesepian yahhh, alahhh udahh lo pensiun aja jadi ratu terus lo jadi manusia dan kita berdua pulang ke bumi dan gue bisa ketemu sama nyokap gue. Astaga...ini sudah jam berapa, nyokap gue pasti nyariin gue." Ghani terus mengomel tanpa henti tapi tiba-tiba Aurora langsung memeluk Ghani dengan sangat erat dan itu hangat.
Deghhh...
*
*
__ADS_1
*