Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 17 - Teguran Pertama


__ADS_3

💓 SELAMAT PAGI 💓


Ditengah malam kantor Tuan Rayis di serang oleh orang-orang yang tidak tahu siapa yang menyuruh.


" Ayo cepat, kita bakar gedung ini." Ucap Seseorang.


Tiba-tiba ada yang datang. " Hentikan, jangan harap kalian bisa menghancurkan saya." Ucap Rayis yang sudah berdiri depan anak buahnya.


Orang tadi langsung berbisik dengan temannya. " Tuan bilang, kalau sudah siap semuanya kita disuruh pergi."


" Ayo kita kabur, dalam hitungan ketiga kita kabur."


" Hehh, sebenarnya pantang bagiku untuk kabur tapi demi duit dia ayo." Sahutnya.


" Satu, dua, tiga, larii.." Mereka berdua lari sekenceng mungkin.


Tatapan Rayis sangat tajam. " Kenapa kalian diam saja, ayo cepat kejar." Ucap Rayis kesal.


...


Peri membawa Ghani ke demensinya. " Ghani bangun kau." Ucap Peri.


" Paan sihh, gue ngantuk." Sahut Ghani.


Peri sangat kesal dan melayangkan tubuh Ghani lalu menjatuhkannya ke danau.


Byurrrrrr...


Ghani yang ada dalam danau terbangun dan langsung berenang, saat naik ke atas Ghani melihat ada yang berbeda dengan yang disekitarnya.


" Ini dimana?"


Peri kemudian menjawab kebingungan Ghani. " Ini demensiku." Sahut Peri.


" Kenapa kamu bawa gue kesini." Ucap Ghani.


Peri itu menghela nafasnya dengan kasar. " Apa yang sudah kamu lakukan kepada Fino." Tanya peri.


" Ouhh Fino yahh, cuma mindahin ke gudang doang." Sahut Ghani.


" Tapi kamu tahu tidak, apa yang terjadi?"


" Dia masuk rumah sakit kan." Sahut Ghani tanpa menyadari kesalahannya.


Peri itu langsung marah dan menampar Ghani. " Apa kamu sadar, yang kamu lakuin ini bahayain nyawa orang. Anak itu masuk rumah sakit, orang normal tidak akan sakit kalau dia dikurung tapi anak itu punya trauma."


" Ya elahhhh, trauma gitu doang nihh gue pernah."


" Aku tidak mau lagi ini terjadi, besok kamu minta maaf sama dia. Kalau kamu gak minta maaf, aku lamain jatah hukumannya."


" Lahh kokk gitu, wahhh gak adil ini ahh sabi lo."


" Yang sopan ngomong sama peri, mau aku tambahin lagi."

__ADS_1


" Cihh bener-bener yahh, sial mulu hidup gue."


" Emang, dan ini teguran pertama buat kamu."


...


Berita pagi ini benar-benar menghebohkan jagat raya, pasalnya perusahaan Tuan Rayis terbakar habis lalu bagaimana keadaan keluarga Tuan Rayis sekarang.


" Perusahaan Papa terbakar, kok bisa." Ucap Ridwan.


" Itu karena dia jahat, Ridwan." Sahut Nenek Ani di samping Ridwan.


" Iya mahh Ridwan tahu, tapi... kok bisa yahh siapa yang udah bakar dan apa emang Papa punya musuh."


" Mamah sih gak tau, tapi untuk punya musuh masuk akal." Sahut Nenek Ani.


Layla yang baru saja selesai masak, jadi penasaran apa yang di bicarakan. " Lagi bicara apa sihhh, kok rame banget." Ucap Layla.


" Itu, Papa mertua kamu lagi kena musibah." Ucap Nenek Ani.


" Mama." Ucap Ridwan yang mengerti dengan ucapan mamanya.


" Ouhh." Sahut Layla yang hanya berouh ria saja.


" Astaghfirullah." Ucap Layla seketika kaget.


" Kenapa La?" Tanya Ridwan.


" Ghani, aku tinggal sendiri dia di kamar mandi." Sahut Layla langsung lari ke kamar mandi.


" Namanya juga dia seneng banget dapet anak, udah umur lima tahun lagi." Sahut Ridwan sambil senyum.


Setelah selesai semuanya, mereka berempat duduk di meja sarapan pagi.


" Wahhh pagi ini kamu masaknya enak-enak La." Ucap Nenek Ani.


" Iya dong Ma, karena aku gak keluarga aku makan makanan kurang gizi biar nambah tenaganya." Ucap Layla.


" Betul tuhh La, apalagi tuhh Si Ghani harus makan makanan bergizi biar tambah gemuk." Sahut Nenek Ani.


" Iya." Sahut Layla sambil menyuapi Ghani makan.


" Bunda udah buatin ayah jus sirsak belum? " Tanya Ridwan.


" Udah kok Yahh, setelah makan aja diminum." Ucap Layla.


" Ok." Sahut Ridwan.


...


...Hari ini Safana mulai masuk sekolah atas bantuan Ridwan. " Safaaaa.. ayo nak makan, nanti gak sempat lagi ini kan pertama kamu masuk sekolah." Ucap Jono....


" Iya ayahh." Sahut Safa.

__ADS_1


Saat Jono melihat Safana makan dengan lahap dia ingat pembicaraan dengan Pak Ridwan.


# FLASHBACK OFF #


" Pak Jono, gimana apa Pak Jono bersedia nanti saya bantu kok Pak? Masalah Pembayarannya nanti saya bayarkan, tapi saya tidak memotong gajih Pak Jono." Ucap Ridwan.


" Pak Ridwan serius." Tanya Jono tidak percaya.


" Saya serius Pak Jono, kapan saya berbohong sama kamu." Ucap Ridwan.


" Terimakasih ya Pak, saya gak tahu gimana saya balas kebaikan bapak." Ucap Jono terharu.


# FLASHBACK ON #


" Saya tidak tahu, bagaimana lagi saya balas kebaikan Pak Ridwan dengan keluarga." Batin Jono.


...


...Beno terpaksa hidup di kost yang sempit, bahkan saat ini dia kerja sebagai tukang cuci piring di sebuah resto yang terkenal....


...Pagi ini, Beno melihat Mamahnya keluar hotel dengan laki-laki. " Ngapain Mama keluar dari hotel dengan laki-laki itu." Batin Beno....


" Mending gue samperin dehh." Ucap Beno yang ingin mendatangi Mamahnya itu, tapi niatnya itu dia urungkan.


..." Tunggu! Kalau gue ngomong sekarang, gue gak tahu alamat Mama dimana? Dan Mama juga, pasti gak bakalan mau kasih tahu dimana dia tinggal." Batin Beno....


...Akhirnya Beno memutuskan untuk mengikuti Mamanya....


...


...Fino sudah sampai di rumah, dan selalu ada kegaduhan. Fino sangat manja, dia tidak mau di suapi....


..." Fino gak mau makan, Fino mau makan kepiting." Ucap Fino bersikeras....


...Malik yang melihat Fino cerewet menegurnya. " Fino, kata dokter kan jangan dulu makan seefood tolong kamu nurut ini demi kebaikan kamu juga." Ucap Malik....


..." Papi kok marahin Fino, Papi gak sayang lagi yahh sama Fino." Sahut Fino....


..." Bukan begitu Fino, Papi kasih tahu kamu biar gak manja." Terang Malik lagi....


...Fino langsung menangis dan Chiya yang mendengar Fino menangis langsung datang dan nanyain. " Sayang, Fino kamu apain Mas?" Tanya Chiya....


...Malik yang ditanya Chiya kesannya menyakiti Fino, tersinggung. " Kok kamu nanya aku kaya gitu, aku cuma negor Fino biar dia gak manja." Sahut Malik....


...Chiya tidak Terima Fino anaknya disuruh makan yang dia tidak suka. " Mas, Fino itu gak suka sayur jangan dipaksa dong." Ucap Chiya....


...Dengan raut wajah kesal, Malik menjawab. " Jangan dipaksa kamu bilang, ini nihh ini yang bikin Fino manja gak bisa ditegor. Didikan kamu ini sudah salah, nyesel aku sarapan pagi di rumah dan kamu Fino jadi anak jangan kurang ajar bisanya cuma manfaatin Mami kamu." Ucap Malik lalu pergi....


..." Mas, kamu kemana? Mas Malik?" Panggil Chiya lagi....


Fino yang melihat pertengkarannya orang tuanya jadi mewek, dia langsung masuk ke kamar. "


...Chiya yang melihat Fino pergi ke kamarnya, tiba-tiba jadi marah. " Ini kenapa sihh, Orang-orang pada ngeselin." Ucap Chiya teriak....

__ADS_1


.........


__ADS_2