Ghani Si Jenius

Ghani Si Jenius
Bab 23 - Kehancuran Rayis


__ADS_3

💓 AKU SANGAT MENGANTUK TAPI INGIN UPDATE, ISI HATI SANG AUTHOR YANG SEBENARNYA.


...


Ada beberapa orang komplain dengan Tuan Rayis atas hutang perusahaan sebesar 10 triliun.


" Ini gimana sihh, saya sudah lama lho kasih kalian kesempatan untuk membayar hutang kalian." Ucap orang 1.


" Maaf ya pak, saya disini hanya sekretaris." Sahut wanita itu.


" Mana Tuan Rayis." Tukar orang 2.


" Saya tidak tahu." Sahut sekretaris itu.


Brakk...


Orang 3 langsung menggebrak meja dia sangat marah, ingin sekali menghancurkan ruangan ini.


" Saya sudah berkali-kali bilang untuk bayar hutang, kenapa lama sekali dasar Rayis pengecut." Imbuhnya dengan geram.


Wanita itu hanya diam tak berkutik bahkan saat ini dia hanya menunduk, tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Tuan Rayis melihat sekretarisnya di amuk para kolega yang dirugikan pihaknya.


" Ada apa ini?" Tanya Tuan Rayis.


" Ada apa-ada apa? Anda tidak lihat kami disini sedang apa, apa anda berfikir kami sedang joget dangdut." Jawab orang 3.


" Bagaimana ini, bayar hutangmu Rayis." Ucap orang 1.


" Saya sudah lama menunggu Rayis, jangan pengecut kamu." Ucap orang 2.


Tuan Rayis diam sejenak sambil menunduk." Apa yang harus saya lakukan sekarang, terpaksa aku harus jual semua aset untuk menutupi hutang." Batin Tuan Rayis.


" Bagaimana Tuan Rayis." Ucap orang 3.


Rayis kemudian mengangkat kepalanya dan menatap kembali para penagih hutang ini dan mengatakan jika dirinya akan membayar semuanya.


" Saya akan bayar semuanya, tunggu tiga hari." Ucap Rayis.


Mereka bertiga saling lempar pandangan dan orang 3 mengatakan jika dirinya mau aja tapi tidak yang lainnya mau atau tidak.


" Saya mau aia, tapi gak tau dengan yang lainnya." Ucap orang 3.


" Kalau kamu tidak bohong dan menipu apalagi kabur, saya bisa melakukannya." Sahut orang 1.


" Saya juga begitu, pegang janji anda." Sambung orang 1.


" Baiklah, sekarang masalah nya agak sedikit lega kalian bisa pulang nanti jika sudah siap saya hubungi kalian lagi." Ucap Rayis.


" Baik, kita perg. Ayo!" Ucap orang 3.


Sekretaris Rayis hanya bisa menunduk setelah kepergian beberapa orang tadi, Rayis yang melihat dan sadar gajihnya belum dibayar langsung memberi pesangon.


" Ini." Ucap Rayis memberikan amplop yang tebal kepada sekretaris itu.


" Ini buat saya." Sahut sekretaris itu.


" Iya, buat siapa lagi. Setelah ini kamu berkemas dan pergi, kantor ini mau saya tutup." Ucap Rayis.


" Baik Pak." Ucap Sekretaris itu lalu mengambil amplop itu.


Rayis langsung pergi setelah amplop itu di ambil oleh sekretarisnya.


Dijalan Rayis pergi ke sebuah gang sempit dan kecil, iya Rayis kesana ingin membeli rumah kecil dan sederhana.

__ADS_1


" Ini kuncinya pak, sekarang rumah ini milik bapak hitam di atas putih." Ucap pemilik rumah sebelumnya.


" Baiklah, saya pergi dulu." Ucap Rayis kemudian masuk ke mobil dan bremmm...


Pemilik rumah itu yang sebelumnya bingung, karena dari pakaian Rayis sudah pasti orang kaya.


" Baru kali ini saya lihat orang kaya beli rumah kecil." Ucapnya.


Dijalan, Rayis tidak habis pikir jika dirinya bankrut.


" Semuanya sudah habis, ini karena Mayla aku tidak menyangka dia sangat licik walaupun dia sudah meninggal tapi akhhhh... ini menyakitkan." Ucap batin Rayis seperti dadanys telah di robek paksa.


" Saya mencintai kamu Mayla, tapi kenapa kamu memanipulasi semua yang saya punya." Ucap Rayis putus asa.


...


Layla sangat terkejut karena ada yang menepuk pundaknya.


Pukkk...


" Astaghfirullah, Ayahh." Ucap Layla kesal. " Ya allah fyuhhh..." Ucap Layla lagi sambil mengelus dadanya.


" Takut yahh." Goda Ridwan.


" Takut-takut, bukannya minta maaf." Dengus Layla.


" Iya-iya Bunda yang cantik Ayah minta maaf, lagian ngapain Bunda malam-malam ke dapur."


" Bunda haus Yahh, mau minum tadi ehh Bunda lupa gak ngisi air gelas di kamar ya udah Bunda ke dapur."


" Ouhh gituu, ya sudah ayo balik ke kamar."


" Iya."


" Ayah itu kan suara Ghani, kayaknya dia lagi doa." Ucap Layla.


" Iya ya Bun, kita lihat yuk." Ajak Ridwan.


Mereka berdua mengintip kamar Ghani, benar saja Ghani sedang berdoa.


" YA ALLAH, GHANI BERDOA PADAMU SEMOGA BUNDA LAYLA CEPAT DAPAT PUNYA ANAK. GHANI SEDIH, MELIHAT BUNDA TERUS BERUSAHA INGIN PUNYA ANAK GHANI SHOLAT HAJAT BUAT DOAIN AYAH DAN BUNDA SAMA NENEK BIAR BAHAGIA TERUS."


Layla yang mendengar doa Ghani tak terasa air matanya jatuh, Layla tidak menyangka dia punya anak angkat yang baik sekali.


" Ya allah, kamu baik sekali nak makasih sudah doain bunda sayang." Batin Layla.


Begitu juga dengan Ridwan yang tertegun dengan doa Ghani.


" Ayah bersyukur punya anak angkat seperti kamu Ghani." Batin Ridwan.


Ridwan dan Layla saling pandang dan tersenyum mereka sepakat untuk membiarkan dan memilih kembali ke kamar.


...


Karena hari ini minggu, semua anak sekolah libur termasuk Ghani dan kawan-kawan.


Ghani membantu Nenek dan Bunda membersihkan rumah, kalau perempuan bersih-bersih maka Ghani memilih baju kotor dan memasukkannya ke mesin cuci.


Sedangkan Ridwan mencuci mobilnya.


" Bunda, Ghani sudah beres-beres kamar bahkan kamar Nenek sama Bunda udah kinclong gak ada noda sama sekali sama kayak wajah tampan Ghani ini." Oceh Ghani.


" Idihhh, percaya diri banget anak siapa sihh." Sahut Nenek Ani.


" Anak ayah dan bunda lah nek, masa anak ayam." Jawab Ghani.

__ADS_1


" Jahahahahah..." Ridwan dari luar mendengar ucapan Ghani.


" Ghani kamu jangan ketawa yahh, mau Mama jewer kamu." Ucap Ani.


" Ishh Ma, janganlah ntar Ridwan malu dilihat orang.


" Udah Ma, jewer aja." Kompor Layla.


" Bundaa... malah ngomporin Mama." Ucap Ridwan tidak terima.


" Hahahah." Ghani hanya tertawa.


" Ini anak Bunda udah pinter yahh muji dirinya sendiri." Ucap Layla.


" Ghani ngikut ayah bunda." Sahut Ghani.


" Etdahh nihh anak yahh malah ngatain ngikut ayahnya." Tukas Ridwan.


" Hihihi." Ghani kembali tertawa.


" Sudah-sudah, kalian masih ada yang dikerjakan atau belum Nenek sudah capek nihh mau istirahat." Ucap Ani.


" Mama istirahat aja kalau capek jangan dipaksain." Ucap Layla.


" Iya Ma, Mama kalau mau istirahat ya sudah ini Ridwan lagi nyelesein ini doang kok." Sambung Ridwan.


" Nenek mau Ghani pijitin." Tawar Ghani.


" Emang kamu bisa mijitin nenek." Sahut Nenek Ani.


" Bisa dicoba." Sahut Ghani.


" Emmm boleh." Ucap Nenek Ani.


" Ayo kita ke kamar." Ucap Ghani jenis menggandeng tangan Neneknya itu.


...


Khirani kembali ke kayangan dan bertemu Ratu, Ratu ingin bicara.


" Khirani kamu sudah kembali."


" Iya Ratu, saya sudah kembali." Sahut Khirani.


" Bagaimanapun dengan anak yang kau awasi itu?"


" Sejauh ini aman walaupun ada kejanggalan sedikit."


" Apa kamu sungguh tidak mengetahui apa-apa tentang anak itu Khirani."


" Tentang apa Ratu."


" Anak kecil yang kamu awasi itu bukan anak biasa."


" Bukan anak biasa, maksud ratu."


" Aku tidak bisa menjelaskan secara rinci tapi kalau kamu ada waktu untuk membawa anak itu kesini, aku ingin kamu membawanya."


" Membawa anak itu kesini."


" Iya."


Khirani diam sejenak dia sedang mencerna kata-kata Ratu.


...

__ADS_1


__ADS_2