
❤ SELAMAT MALAM ❤
...Safana memperkenalkan dirinya didepan kelas....
..." Hay teman-teman, namaku Safana senang bertemu dengan kalian. Aku harap, kita bisa jadi teman yahh." Ucap Safana....
...Bu Chika menyuruh Safa untuk duduk di samping Ghani....
..." Nahh anak-anak, sekarang teman kita bertambah satu hehe.. ayo Safa duduk disebelah Ghani yahh." Ucap Chika....
...Safa duduk disamping Ghani, habis itu lanjut belajar mendengarkan penjelasan bu guru....
..." Baik anak-anak, hari ini bunda mau tes hafalan surah kalian. Siapa yang lancar bacaannya dapat bintang, angkat tangan yahh kalau tahu sambungan ayat yang bunda baca." Ucap Chika....
...Dari tadi Ghani menatap Bunda Chika tanpa henti, karena hatinya mengagumi kecantikan Bunda Chika....
..." Chika-Chika, kok bisa sihh ada orang secantik loh." Batin Ghani....
...Kemudian cling.... peri datang, sambil ngomel-ngomel peri itu melihat gelagat Ghani....
..." Ihhh dasar playboy kelas kakap, lihat yang bening aja langsung ditatap-tapin hiiiihhhh dasar buaya buntung." Ucap Peri....
.........
...Rayis sangat marah, kenapa dirinya bisa kebobolan begini. Anak buahnya berdiri semua dilapangan, Rayis yang masih setia dengan angg*r mer*hnya....
..." Bodoh kalian, kenapa tidak bisa mengejarnya. Kalian kan tahu, dia musuh bebuyutan saya." Maki Tuan Rayis....
...Semua anak buah hanya tertunduk lesu, karena mereka sadar akan di ulti habis-habisan sama Tuan Rayis....
..." Seharusnya kalian sergap musuh-musuh itu, ini apahh yang bisa kalian lakukan cuma nonton saja sampai mereka berhasil bakar gedung cabang perusahaan saya."...
..." Maaf Tuan." Sahut mereka bersamaan....
..." Aaaakhhhhh gak berguna kalian." Ucap Rayis dengan marah dan melempar gelas di tangannya....
.........
...Ridwan sangat telaten minum jus sirsak, tiba-tiba ada yang datang....
...Saat Ridwan menoleh ke samping kiri, wajahnya terkejut....
..." Dina." Ucap Ridwan....
...Dina juga terkejut dan menunjuk Ridwan....
..." Pak Ridwan." Ucap Dina....
...Ridwan pun menyuruh Dina untuk masuk, siapa tahu Dina punya kesusahan....
..." Ada apa Din kesini?" Tanya Ridwan....
...Dina sambil senyum dan tak percaya jika Pak Ridwan ada didepannya sekarang....
..." Ini beneran Pak Ridwan kan." Ucap Dina sambil maju....
...Ridwan sedikit heran, ada apa dengan Dina....
..." Iya ini saya Ridwan, emang kenapa Din." Tanya Ridwan sekali lagi....
...Dina langsung tersadar dengan apa yang dia lihat....
..." Ahh iya Pak, maaf." Ucap Dina sambil menunduk, kemudian mengangkat lagi kepalanya dan mengatakan yang sebenarnya kenapa dia ke toko ini. " Saya kesini mau melamar kerja Pak." Ucap Dina....
...Ridwan terkejut, setannya Dina ini kerja di rumah Papanya....
__ADS_1
..." Kamu gak kerja di rumah Papa saya lagi." Tanya Ridwan....
...Dina hanya menggeleng pelan, dia enggan untuk menceritakan....
..." Emang kenapa? Bukannya kamu butuh uang yahh, kan dulu begitu." Ucap Ridwan....
...Dina kembali tersenyum dan menunjuk lukanya....
..." Ini aja Pak alasannya." Sahut Dina....
..." Astaghfirullah, itu kenapa?" Ucap Ridwan....
..." Hasil karya keponakan Pak Ridwan." Sahut Dina....
...Ridwan yang mendengar langsung paham, dan menyuruh Dina untuk duduk....
..." Ouhh ok, Eeee gini kamu kesini mau melamar kerja kan."...
..." Iya Pak, saya kesini mau melamar."...
..." Ya sudah, kamu ikut saya ke ruang wawancara."...
..." Baik Pak."...
.........
...Di tk tempat Ghani sekolah sekarang, banyak teman-teman ingin berkenalan dengan Safana termasuk Diva....
..." Hay Safa aku Nina. "...
..." Hay juga Nina."...
..." Kamu tinggal dimana?"...
..." Tinggal sama ayahku."...
..." Aku anak tunggal."...
...Itulah percakapan beberapa teman Safa....
...Diva yang melihat langsung menghampiri Safa dan mengajak berteman....
..." Hay Safa, aku Diva nahh itu temenku namanya Ghani." Ucap Diva....
..." Hay juga Div, Ahh iyaa salam kenal yahh." Ucap Safa....
...Ghani males mendekati anak cewe, baginya itu merepotkan....
...Tidak lama peri muncul, clinggg... dan menegur Ghani....
..." Hehh Ghani, cepet sapa teman barumu kalau enggak ku tambahin hukumanmu." Ancam peri....
...Ghani merasa tidak senang dengan suruhan peri, baginya itu haknya dia mau kenalan sama siapa aja....
..." Bisa gak sihh, gak suruh gue buat kenalan sama mereka itu hak gue." Ucap Ghani....
...Peri tahu tapi ini hukuman untuk Ghani. " Ouhhj, dah mulai berani kamu yahhh mau aku tambahin lagi hukumannya Ghan." Ancam peri lagi....
...Sambil ketakutan, Ghani langsung menjawab." Aaaa iya-iya, dasar peri kagak ada akhlak hahhh jalan lagi dehh gue perlu tenaga lagi kan buat jalan." Ucap Ghani hatinya dongkol....
...Diva yang melihat Ghani datang langsung menunjukkan ke Safana....
..." Nahh...tuhh dia datang." Ucap Diva sambil menunjuk ke arah Ghani....
...Safa seperti mengenal Ghani, dia pernah melihat Ghani di toko Rigala dan dia adalah anak bos ayahnya....
__ADS_1
..." Kok aku kayak kenal anak itu sihh." Batin Safa....
...Ghani langsung menjabat tangan Safa dan mengenalkan dirinya lalu pergi, sampai peri kesal dan dongkol....
..." Hay, aku Ghani senang bertemu denganmu." Ucap Ghani yang sambil senyum kemudian kembali datar dan pergi....
..." Hahhh, kok dia sombong banget sihh." Batin Safana....
...Diva yang melihat cara berkenalan Ghani salah, langsung menggerutu didepan Safana....
..." Iiiihhhh, Ghani kok cara kenalannya gak sopan. Safa maafin temen-temen Diva yahh, tapi kamu tenang aja Diva akan jadi teman Safa." Ucap Diva polos....
..." Makasih ya Div." Sahut Safa....
...Fino datang-datang langsung mentertawakan Diva dan Safa....
..." Ahahaha... hahahha... hahaha... alahhj dasar murid miskin, coba dehh lihat sepatu kalian? Sepatu murah ye kan, palingan juga sepatu rongsokan." Ejek Fino....
...Diva sangat marah, dia tidak terima dengan hinaan Fino....
..." Finoooo... dasar sombong." Sahut Diva kesal....
...Bukannya minta maaf, Fino malah mendorong Diva dan Safa sampai terjatuh dan kaki Safa berdarah....
..." Emang aku pikirin." Ucap Fino dengan sombong kemudian mendorong Diva dan Safa....
...Bruugh......
..." Aduhhhh hhh... " Ringis mereka berdua kesakitan....
...Merasa bersalah tidak, Fino kembali mentertawakan Safa dan Diva....
..." Ahahahahaha..."...
...Tak lama Fino mentertawakan Diva dan Safa yang sedang kesakitan, tiba-tiba Fino juga terjatuh....
..." Aaawww... siapa yang nge dorong aku, berani yahh dibelakang aku." Ucap Fino....
..." Aku." Sahut Ghani berdiri dibelakang Fino....
...Fino yang mendengar suara seseorang menyahut, dia menoleh ke belakang sumber suara itu....
..." Kamu." Ucap Fino sambil menunjuk Ghani dengan gemetar....
...Ghani langsung menolong Diva dan Safa, lalu menyuruhnya untuk pergi....
..." Lebih baik kalian berdua menjauh dari dia." Tunjuk Ghani ke arah Fino....
..." Iya." Sahut mereka sambil menunduk....
..." Tunggu apalagi kalian, kenapa masih disini mau di dorong lagi." Ucap Ghani....
..." Aaa iyaa, ayo Safa." Ucap Diva menarik tangan Safa....
...Setelah melihat Safa dan Diva pergi, Ghani mengajak Fino bicara dibelakang....
..." Fino, ikut aku." Ucap Ghani bocil kek gaya preman sampai membuat Fino kesal....
...Mereka berdua di belakang sekolah saling berhadapan, tapi ada satu yang aneh membuat Ghani merasa ada kehadiran seseorang lagi tapi bukan peri....
..." Kenapa gue ngerasa, yang ada dihadapan gue sekarang bukan Fino bocah biasa tapi sesuatu yang mengancam jika dia hadir." Batin Ghani....
...Zoom dari jauhh, ada aura hitam pekat yang menyatu dalam tubuh Fino, begitu juga dengan tubuh Ghani yang memiliki aura biru kehitaman....
...Kedua aura kuat ini telah membuat kayangan bergoncang hebat, seperti gempa dan membuat sang ratu peri memejamkan matanya untuk mengetahui apa yang terjadi? Ternyata ada dua aura kuat saling bertemu, itu membuat ratu peri panik....
__ADS_1
..." Aaaahhhhhh." Teriak Ratu peri....