Gunawan Untuk Meliana

Gunawan Untuk Meliana
Tertarik dengan Ratna


__ADS_3

Tiap hari yang di lakukan Meliana hanya berbaring, bahkan untuk makan saja ia sangat malas, dan meminta di antar ke dalam kamarnya.


Sedangkan di tempat lain. Ratna yang sedang bekerja, karena sudah hampir dua minggu ini, di tempat kerjanya sudah ada pengganti bos yang baru.


Seorang pemuda yang membantu untuk mengelola usaha restauran milik papanya, di tempat Ratna bekerja.


Ratna nampak bingung, entah kenapa sejak beberapa hari ini, wajah bos barunya selalu kesal. Bahkan wajahnya terlihat dingin saat melihat para karyawan.


"Tuh pak bos ngapa ya? Muka udah kaya es kristal, dingin banget," kata karyawan perempuan bernama Seli.


"Iya kayaknya kemarin pas pak Adam baru datang wajahnya kalau di liat tengah bolong begini. Beeeuuh... bikin adem. Lah coba liat sekarang, mukanya kaya kertas di lipet lecek banget,"


Para karyawan mulai menggibahi bosnya. Ratna yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala. Karena dirinya tak mau ikut campur urusan pribadi orang lain.


Namun saat Adam lewat depan mereka, suasana tiba-tiba mendadak jadi hening.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore. Ratna yang kebetulan sudah waktu jam pulang kerja, sedang berada di parkiran, dan hendak mengeluarkan kendaraannya si Jagur, motor kesayangannya.


Saat Ratna sudah keluar parkiran, dan hendak berbelok . Tiba-tiba ada sebuah mobil, yang melaju kendaraan dengan kecepatan maksimal, lalu menyerempet motor yang Ratna kendarai sampai terjatuh.


Sedangkan mobil yang sudah menabrak Ratna, melarikan diri. Sampai tepat di belakangnya, ada sebuah mobil yang membunyikan klakson.


Tiiinn ....


Tiiinn ....


Ratna yang sedang meringis, merasakan kakinya sangat sulit untuk di gerakkan.


"Aduuh! Sakit banget, lagian tuh orang di dalam mobil gak punya perasaan kali ya! Ada orang jatuh, bukannya di tolong,.malah klakson aja yang si bunyiin!"


"Iiiissshhh ..." Ratna sangat sulit untuk di gerakkan kakinya, karena motornya menindih pergelangan kaki.


"Kamu baik-baik saja? Ayo saya bantu!" kata suara pria di sebelah Ratna


Saat Ratna menoleh ke sumber suara, alangkah terkejutnya saat melihat ternyata Adam, yang tak lain anak pemilik dari restauran tempatnya bekerja.


"Terimakasih pak."

__ADS_1


Adam membantu dan menolong Ratna. Lalu meminta sang supir memindahkan motornya ke pinggir jalan.


Adam membantu dan memapah Ratna untuk berdiri, yang di mana ia kesulitan untuk berdiri.


"Bukankah kamu karyawan di restauran saya?"


"Iya pak, saya karyawan bapak. Terimakasih banyak sebelumnya, bapak sudah menolong saya!"


"Kamu baik-baik aja? Apa mau ke dokter untuk di periksa?" tanya Adam.


"Tidak usah Pak, terimakasih sebelumnya. Biar saya pulang aja, nanti di obati oleh orang rumah,"


"Kamu yakin? Tapi sepertinya lukanya parah loh itu. Apa kamu bisa bawa motor sendiri?"


"Insyaallah bisa Pak," jawab Ratna dengan sedikit keraguan. Karena dia merasa kakinya teramat sakit di rasanya.


"Oke saya lepas ya pegangan tangannya. Kalau benar kamu baik-baik aja. Kamu bisa berdiri tegak, tanpa merasakan sakit." kata Adam, dengan sedikit melepaskan tangannya dari Ratna.


Namun baru hitungan detik, saat tangannya terlepas. Ratna merasakan sakit di pergelangan kakinya, dan tak dapat menjaga keseimbangan, dan oleng kembali.


"Aaaww .... aaaaa."


"Masih bisa berdiri sendiri, tanpa saya bantu?" tanya Adam, membuat Ratna nampak malu karena posisi nya masih belum berubah.


"Ma ...maaf pak," jawab Ratna dengan gugup, dan merasa wajahnya terasa hangat karena posisinya saat ini sangatlah dekat dengan bosnya.


Adam sadar posisi mereka, dan ia sedikit menjaga jarak dengan Ratna. Namun posisinya masih membantu untuk berdiri tegak, meskipun ia melihat gadis di hadapannya sedang meringis menahan sakit.


"Saya gak mau tau, kamu harus ke dokter! Biarkan motor kamu di parkiran dalam dulu,"


"Tapi pak, bagaimana saya berangkat kerja nanti. Kalau motor saya di sini?"


"Kalau perlu nanti saya suruh teman kamu anterin motor kamu. Ayo saya antar kamu berobat, bagaimana pun kamu karyawan saya. Masa saya tidak peduli jika anak buah saya kesakitan seperti ini!"


Ratna pun akhirnya menganggukkan kepalanya, menerima ajakan bos nya untuk mengobati kakinya.


Sedangkan motor milik Ratna, di letakkan di dalam parkiran dalam restauran. Setelah itu, barulah ia mau untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Kini Ratna susah berada di dalam mobil, dan duduk bersama Adam di sampingnya.


Ratna sangat gugup, karena saat ini ia duduk dengan bosnya. Seorang atasan yang selalu ramah kepada setiap karyawannya, dan untuk hari ini ia melihat wajah atasan nya dingin.


"Kenapa kamu bisa terjatuh? Sampai tertiban motor segala. Kamu gak hati-hati ya? Biasanya kan kalau perempuan yang bawa motor suka asal belok, gak liat kiri kanan!" kata Adam membuat Ratna yang mendengarnya sedikit kesal.


"Bukan begitu pak. Saya sudah hati-hati liat kiri kana. Tapi dari arah belakang, ada mobil melaju dengan sangat kencang, dan menyerempet motor saya. Udah gitu bukannya tanggung jawab dia malah main kabur begitu aja!" jawab Ratna dengan rasa jengkelnya.


Membuat pria di sebelahnya menyunggingkan senyuman. Sedangkan Ratna memanyunkan bibirnya.


"Emangnya dia pikir, gue ema-ema penguasa jalanan apa. Yang gak hati-hati dan main nyerobot dijalan.' Gerutu Ratna dalam hatinya.


Ratna sebenarnya takut, kalau bosnya masih dengan suasana hati yang tidak baik-baik saja, seperti tadi pagi. Namun justru sebaliknya, ia terlihat sangat hangat dan baik kepadanya.


"Kamu kenapa diam saja? Bukannya kamu kalau di tempat kerja sering bercanda dengan teman-teman kamu. Kenapa sekarang mendadak jadi diam!" sindir Adam.


Ratna menggaruk kepalanya yang tak gatal, mendengar perkataan bos-nya.


"Ii ...itu kan kalau sama teman-teman Pak. Kalau sekarang kan saya sama atasan saya, masa saya harus melakukan hal yang sama, seperti kalau lagi saat dengan mereka. Gak mungkin kan pak!" jawab Ratna dengan sedikit rasa takut.


Terdengar suara Adam tertawa kecil, membuat Ratna heran dengan pria di sebelahnya.


"Memang kenapa? Apa bedanya saya dengan teman-teman kamu yang lain. Sama-sama manusia kan, kecuali mereka manusia, saya hantu. Boleh kamu berkata seperti itu kepada saya!" jawab Adam.


"Bu ... bukan seperti itu pak. Maksudnya kalau dengan teman-teman saya sudah terbiasa bercanda dengan mereka. Tapi kalau dengan bapak ...."


"Sssstttt .... udah jangan lanjutkan, ternyata kamu itu memang suka sekali bicara ya!" sindir Adam, membuat Ratna terdiam.


Ratna nampak memanyunkan bibirnya, menahan rasa keselnya saat bos-nya bicara. Sedangkan Adam sendiri tersenyum melihat gadis di sebelahnya kesal.


Sebenarnya, selama Adam di sana. Dia diam-diam sering memperhatikan keseharian para karyawannya seperti apa.


Namun entah kenapa dia tertarik dengan Ratna, gadis yang sering ia lihat selalu ceria. Apalagi banyak karyawan nya menceritakan tentang dirinya.


Hingga suatu ketika, ia pernah melihat Ratna mengendarai motor dari dalam mobilnya. Lalu gadis itu rela turun dari motor, hanya untuk membantu seorang tuna netra menyebrang jalan.


Bukan hanya itu saja, ia juga pernah melihat Ratna, saat itu ia membagi-bagikan makanan untuk para tunawisma di jalan.

__ADS_1


Selama dua minggu Adam mengelola restauran, ada rasa tertarik dan berniat hati dan memberanikan diri untuk mendekati Ratna. Namun justru ia di buat kecewa karena kedua orang tuanya sudah menjodohkannya dengan gadis lain yang ia sendiri tak mengenal nya.


Bersambung....


__ADS_2