Gunawan Untuk Meliana

Gunawan Untuk Meliana
Pertunangan Arga


__ADS_3

Terlihat ada wajah ketulusan saat Gunawan mengatakan itu ke Ratna.


Selesai Ratna bertemu dengan Liana dan Gunawan, mereke berempat pun berpisah. Adam mengantarkan kekasihnya pulang namun dirinya masih di penuhi tanda tanya dengan perkataan Ratna dengan Meliana.


Adam memutar balik kendaraannya, membuat Ratna bingung.


"Loh, kita mau ke mana? Bukannya mau nganterin aku pulang?" tanya Ratna.


Adam tak menjawab, ia terus mengendarai motornya, lalu mereka berhenti disebuah taman.


"Ada apa kamu berhenti di sini? Apa ada yang ingin di bicarakan?" tanya Ratna dan Adam mengangguk.


"Apa Liana tidak tau, kalau kamu dah Arga pernah memiliki hubungan?" Adam membuka pertanyaannya membuat Ratna tertegun mendengarnya.


Sebenarnya Ratna malas jika harus membahas tentang hubungannya dengan Arga. Namun sepertinya Adam ingin tau tentang kisah dirinya dengan masa lalunya.


"Liana hanya tau kami saling dekat, tapi dia gak tau kalau kami pernah menjalin hubungan selama enam bulan," jawabnya.


"Singkat namun sepertinya sangat berkesan," celetuk Adam.


Ratna menatap Adam dengan tatapan tak suka. "Kamu kenapa sih? Aku gak mau membahas tentang hubungan aku dengan dia!" dengan nada kesal.


Ratna berjalan meninggalkan pria yang membuatnya merasa kesal. Adam mengerti kalau kekasihnya saat ini sedang merajuk. Ia pun segera mengejarnya.


"Ratna, hei tunggu." Sambil meraih tangannya.


"CK! apaan sih? Aku mau pulang!" Ratna menolak tangannya di pegang.


"Iya pulang, ayo aku antar." Berhasil memegang tangan Ratna.


"Aku males tau gak, kamu bahas masalalu aku!"


"Iya, aku cuma tanya aja. Memang gak boleh?" Adam menatap wajah gadis di hadapannya.


"Kenapa kamu marah, kalau memang udah gak ada rasa? Apa kamu masih menyimpan dia di hati kamu, dan berharap bisa balikan lagi?" tanya Adam kembali, membuat Ratna semakin terpojok.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? Ragu sama hati aku sekarang? Gak papa, kalau kamu gak percaya. Lebih baik kita break dulu untuk jalani hubungan kita ini!" Adam terkejut dengan apa yang Ratna katakan.

__ADS_1


"Kamu bicara apaan sih? Aku gak mau, kalau hubungan kita jadi selesai." Adam menyentuh tangan Ratna.


"Tapi kamu ragu sama aku, untuk apa? Aku gak mau kalau ada keraguan,"


"Bukan begitu maksud aku? Jujur aku melihat kamu saat di pernikahan Liana. Kamu seperti sedang meras kecewa dengan seseorang. Aku dapat melihat itu di wajah kamu Na? Sedangkan aku sendiri hanya menebak aja kalau kamu dan Arga pernah memiliki hubungan,"


"Apa kamu ingin tau juga tentang hubungan aku dan dia? Yang sebenarnya memang ingin ku kubur sedalam-dalamnya," Ratna menatap Adam dengan sorot mata kesedihan.


Ratna duduk di sebuah kursi, dan menatap lurus ke depan. Yang di mana ia mengingat hubungan dirinya dengan Arga.


Flashback.


Suatu hari Arga mengungkapkan isi hatinya kepada Ratna, karena memiliki rasa yang sama. Mereka berdua pun berpacaran, namun Arga meminta sesuatu jangan sampai adik dan keluarganya tau tentang hubungannya itu.


Namu ternyata hubungan Ratna dan Arga pun di ketahui oleh orang tua Liana, setelah enam bulan kemudian.


Di suatu hari saat Arga dan Ratna sedang berkencan, Bu Fitriana pernah memergoki mereka. Dengan tatapan tak suka, Ratna pun di tampar di hadapan Arga, dan banyak orang yang melihat kejadian itu.


Arga terkejut melihat apa yang di lakukan sang ibu kepada gadis yang ia cintai. Bu Fitriana menghina Ratna lalu membawa Arga pergi. Meninggalkan gadis malang yang berdiri termenung, dengan rasa sakit yang di rasanya.


Semenjak kejadian itu mereka tak pernah bertemu. Lalu beberapa Minggu kemudian, Ratna melihat Arga bergandengan tangan dengan wanita lain.


Rasa kecewa dan sakit hati harus di rasakan Ratna. Apalagi hanya Arga pria pertama yang membuat ia mengenal jatuh cinta.


Flashback of.


Adam ikut merasakan sedih saat mendengar Ratna bercerita. Ia tak menyangka kalau Bu Fitriana begitu sangat tidak menyukai gadis di hadapannya ini.


Padahal ia tahu, Ratna gadis baik. Tidak materialistis, atau apapun yang buruk. Adam juga melihat ada bulir bening, yang lolos dari pelupuk matanya.


Adam mengulurkan tangannya untuk menghapus air matanya, dan Ratna tersenyum mendapatkan perlakuan manis seperti itu.


"Menyedihkan bukan kisah ku. Mangkanya aku gak mau menceritakan itu lagi, yang hanya membuat hatiku sedih,"


"Kenapa bu Fitriana sangat membenci kamu? Tapi kamu kenapa masih berteman dengan Liana?"


"Liana sahabat aku, dia tidak mudah untuk mengenal orang lain. Hanya aku yang tau dia seperti apa. Arga dan Ratna mereka orang baik, hanya saja ibu nya selalu mengancam anak-anaknya," jelas Ratna.

__ADS_1


"Sudahlah jangan di ceritakan lagi. Sekarang yang terpenting aku jalani kehidupan ku, aku juga ingin bahagia. Tanpa harus mendengar hinaan dari orang lain,"


Adam menatap Ratna, lalu menggenggam erat tangannya. "Aku minta maaf ya? Aku sudah membuat kamu kesal dan kecewa. Aku janji, akan mencintai kamu, dan takkan membuat kamu sedih. Aku juga akan mengenalkan dengan orang tua ku, dalam waktu dekat ini."


Ada keraguan di wajah Ratna, ia takut kalau orang tua Adam sana seperti Bu Fitriana. Tidak menyukai dirinya, ia tak mau kala harus di benci dengan keluarga Adam.


Apalagi Ratna sadar diri, kalau dirinya hanya gadis yang bekerja di restauran Adam. Hidup di keluarga yang bukan orang berada.


Adam mengerti kalau Ratna merasa khawatir, dan takut. Mengenal dirinya akan di perkenalkan dengan orang tuanya.


"Kamu jangan khawatir, orang tuaku orang baik." Adam menggenggam tangan Ratna


Ratna tersenyum, ia dapat melihat keyakinan di wajah Adam. Setelah mereka berbaikan, Adam mengantarkan kekasihnya pulang.


Seminggu kemudian.


Di kediaman rumah pak Pujianto, sedang menggelar acara pertunangan yang dilakukan Arga dengan gadis bernama Tiara.


Gadis dengan berwajah cantik, dari keluarga terpandang. Membuat Bu Fitriana tersenyum melihat putranya bertunangan dengan gadis pilihannya.


Sejak tadi Mata Arga memperhatikan para tamu, ia berharap kalau Ratna akan datang. Namun ternyata yang diharapkan tak terlihat.


'Kenapa kamu tak datang Ratna, aku berharap kamu hadir. Aku akan memperkenalkan kamu kepada semua orang, kalau kamu gadis yang ku cintai. Bukan tiara.'


Untung author gak datengin Ratna, kalau sampai datang berabeh!


Hari ini, Ratna di rumah seorang diri. Kakaknya di tugaskan ke luar kota. Sedangkan orang tua dan adiknya sedang menginap di pernikahan saudaranya dan menginap tiga hari.


Ratna terus melihat ke layar handphone miliknya, yang sejak tadi Arga terus menghubunginya.


Bersambung...


Assalamu'alaikum semuanya. Bagi yang selalu membaca karya ku ini. Othor agak sedih sih ya. Selain pembaca nya sepi, jejak kalian pun jug sepi.


Sedikit curhat boleh ya.


Jujur aku sih awalnya semangat membuat cerita ini, tapi semakin lama semakin lemas, tak bersemangat. Selain anak dan suami ku sedang sakit. Aku juga sedih', karena tak ada jejak👍 kalian yang selalu membuat aku semangat.

__ADS_1


...Terimakasih untuk kalian, yang sudah berkenan meninggalkan jejak👍 dan komentar nya 🙏🙏🙏...


__ADS_2