
Terlihat rasa bersalah Gunawan saat ini yang sudah merenggut kesucian wanita yang sangat ia cintai.
"Harusnya aku tak melakukan ini ke kamu Liana,"
"Apa kamu menyesal Gun melakukan itu!" Ada kekecewaan pada Liana, saat mengatakannya.
"Liana, aku minta maaf! Bukan maksudku seperti itu. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku sudah lakukan saat ini kepadamu." Kata Gunawan seraya menghapusnya air matanya.
Kini Gunawan mengantar Liana untuk pulang, tak ada obrolan antara mereka berdua.
Ckiiit ...
Tiba-tiba motor Gunawan berhenti mendadak. Liana terkejut dengan apa yang dia lihat. Ternyata ada satu mobil berhenti menghalangi jalan mereka.
"Gun, aku takut." Liana memeluk lengan Gunawan .
"Kamu jangan panik, ada aku di sini." Gunawan mencoba menenangkan Liana.
Terlihat dua laki-laki bertubuh kekar, keluar dari dalam mobil. Lalu mereka menghampiri Gunawan dan Liana.
Dua Pria dengan berpakaian hitam, dengan tampang sangar, menarik tangan Liana.
"Aaaa ....!" Liana berteriak, saat tangan pria itu menyentuhnya.
"Jauhkan tangan kalian, dari dia!" Gunawan marah saat Liana disentuh oleh pria lain.
"Nona, kami di suruh ibu Fitriana, untuk membawa non pulang!" kata salah satu pria dengan rambut panjang.
__ADS_1
"Enggak, aku gak mau ikut dengan kalian! Lepasin tangan aku, sakit!" kata Liana, dengan sedikit berontak.
Dengan kasar, Gunawan menjauhkan tangan pria itu dari Liana. Karena ia melihat kekasihnya kesakitan.
"Jauhkan tangan elo dari cewek gue! Kalian dengar kan Liana bilang apa! Dia gak mau pulang dengan kalian. Biar gue yang antar dia!"
Liana mengumpat di belakang Gunawan, karena merasa takut. Lalu dari dalam mobil keluar seorang perempuan, yang tak lagi muda, keluar dengan wajah marah.
"Meliana!" suara yang sangat di kenal Liana.
"Ibu," ucap Liana, membuat gun tertegun mendengarnya.
Gunawan tidak tau kalau wanita di hadapannya itu ternyata ibunya Liana. Ia tak pernah melihat, ibunya Meliana.
Dengan wajah merah padam, Bu Fitriana yang saat ini berada di hadapannya Liana. Tanpa rasa kasihan, menampar wajah Meliana.
"Bu!" Gunawan terlihat kesal dengan perlakuan Bu Fitriana, kepada putri kandungnya.
"Diam kamu!" Bu Fitriana menunjuk Gunawan. "Jangan ikut campur! Dia putri ku!"
"Karena dia putri ibu, tak seharusnya bersikap kasar kepadanya!" Jawab Gunawan dengan berani.
"Diam kamu! Aku melakukan ini terpaksa, karena kamu sudah membuat anak saya berani dan kurang ajar! Sini kamu Liana." Bu Fitriana, menarik tangan putrinya dengan kasar.
"Saya peringatkan kamu, untuk tidak mendekati Liana kembali. Karena dia sebentar lagi akan saya nikahkan dengan pria yang keluarganya jelas. Tidak seperti kamu, orang tuamu aja tak mengakui bahwa kamu anak mereka!" kata Bu Fitriana dengan senyuman menghina.
Alhasil Gunawan sangatlah sakit mendengarnya. Ia hanya bisa diam, menahan rasa marahnya, saat dirinya di hina oleh orang tua, dari Liana.
__ADS_1
"Bu. Jangan bicara seperti itu ke Gunawan. Kenapa harus menghina dia seperti itu!" Jawab Liana, dengan marah atas penghinaan ibunya kepada Gunawan.
"Kamu liat, anak saya sudah berani melawan saya. Karena dia membela kamu!"
"Sekarang kamu ikut ibu! Ayo masuk ke dalam mobil! Ngapain kamu kabur dari rumah hanya untuk menemui dia!"
"Enggak mau Bu! Liana ingin sama Gunawan!" Liana menolak.
"Liana, kamu pulang lah dengan ibumu! Maaf aku tidak bisa mengantarkan kamu sampai rumah,"
"Tapi Gun,"
"Dengarkan apa yang ibumu katakan. Aku akan tetap mencintai kamu, walau bagaimanapun." Gunawan menyentuh tangan Liana, dan Bu Fitriana tak suka dengan pemandangan itu.
"Lepaskan tanganmu dari Liana!" kata Bu Fitriana dengan kasar.
Gunawan pun menjauhkan tangan nya dari Meliana. Lalu Liana di paksa masuk ke dalam mobil.
Setelah itu dengan kode, Bu Fitriana menyuruh anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Gunawan.
Benar saja, di depan mata Liana, Gunawan di hajar oleh dua pria dengan bertubuh kekar.
Sudah berapa kali Gunawan menghindar dan membalas mereka. Namun karena terlalu kuat, akhirnya Gun kalah.
Liana menangis, saat menyaksikan Gunawan di hajar oleh dua pria suruhan ibunya.
Bersambung...
__ADS_1