Gunawan Untuk Meliana

Gunawan Untuk Meliana
Baru jadian


__ADS_3

Liana mencoba menghapus air matanya, untuk pertama kalinya ia melihat Gunawan mengeluarkan air matanya. Yang benar-benar ia curahkan dari hatinya.


Gunawan menatap Liana, lalu menggenggam tangannya.


"Aku berharap kamu akan tetap bersamaku, jangan pernah pergi tinggalin aku." Liana mengangguk.


"Aku tidak akan pernah tinggalkan kamu. Aku mencintai kamu, apalagi di sini ada anak kita. Justru aku lebih sangat mencintaimu." Gunawan tersenyum mendengar ucapan Liana.


"Ya berkat dia, akhirnya kita bisa bersatu." Gunawan menyentuh perut Liana yang masih Ratna.


Gunawan duduk di samping Liana, lalu menatap wajahnya lekat-lekat. Meliana nampak malu-malu, saat Gun mendekat.


Gunawan menyentuh dagu Liana, dan menyentuh bibir ranum yang polos tanpa polesan warna. Apalagi wajah cantik istrinya, yang bersih tanpa make-up, membuat Gun, nampak begitu mengagumi kecantikan wanita yang saat ini ada di hadapannya.


"Kamu benar-benar cantik. Bolehkah aku menyentuhmu malam ini, sebagai istriku?" tanya Gunawan, dan Liana mengangguk malu-malu.


Gunawan tersenyum dengan anggukan kepala istrinya. Jantungnya berdebar sangat kencang, apalagi saat ia menatap bibir ranum Liana. Rasanya ingin sekali ia menyentuhnya.


Karena merasa malu, Meliana memejamkan mata, dan Gunawan tersenyum. Tanpa menunggu lama-lama, Gun mengecup bibir yang sejak tadi menggodanya.


Kecupan itu menjadi kecapan manis yang membuat keduanya saling bersautan dan saling memimpin satu sama lain.


Gunawan membuka jendela, dan melihat pemandangan yang sangat indah. Dua perbukitan yang terlihat mulus dan nampak satu putik bunga di kedua bukit tersebut.


Ia bermain- main ditempat yang membuatnya merasa nyaman berada di dua perbukitan tersebut..


Gunawan menuruni lembah setelah melewati perbukitan, terdapat sumur yang tak mengerikan.


Liana menyebut nama Gunawan di setiap nafasnya, membuat pria itu tersenyum akan suara indah istrinya.


Berlanjut ke ular sanca, yang menyusuri jalan yang di tumbuhi rumput liar, yang dimana terdapat goa yang gelap. Ular itu masuk ke dalam goa tersebut lalu mencari tempat untuk sarangnya.


Udara malam, yang mendukung kegiatan dua insan yang saling memadu kasih. Membuat suasana menjadi sangat romantis


Back to Ratna.

__ADS_1


Setelah acara pernikahan Liana selesai, Adam membawa Ratna ke suatu tempat. Laki-laki itu terus menggenggam tangan gadis yang pernah menjadi karyawannya.


Adam membawa Ratna ke sebuah cafe yang cukup terkenal dengan pemandangan yang dapat melihat keindahan dari lantai atas.


Cafe yang berada di atas rooftop , dengan menyediakan live music, dan pemandangan kota dari atas, terlihat nampak indah.


"Suka gak, dengan tempat ini?" tanya Adam.


"Suka bagus kok tempatnya. Kamu tau gadis miskin seperti aku mana pernah ketempat seperti ini," kata Ratna, membuat Adam mendengarnya ada rasa tak tega.


"Kamu kok bicaranya seperti itu sih? Memang salah gadis seperti kamu kesini?" tanya Adam.


"Bukan begitu, jujur aku bukan cewek yang seperti anak-anak lain. Jarang nongkrong di cafe mewah seperti ini. Paling juga aku suka ngumpul di warkop dengan teman-teman. Yang murah meriah, namun kenyang di perut. " Jawab Ratna dengan tawa jenaka nya.


"Apalagi kalau kita tau kode WiFi, beeeuuuhhh betah itu nongkrong. Hahaha.... " Ratna bercerita membuat Adam pun ikut tertawa.


"Kamu suka kumpul di warkop?" tanya Adam.


"Iya. Yang tempat dan makanannya aman dikantong. Minuman nya juga gak kalah seperti tempat seperti ini. hehehe..." Adam menggelengkan kepala dan tersenyum, setiap Ratna bicara.


Adam terus menatap gadis di hadapannya tanpa berkedip, justru Ratna yang menjadi salah tingkah dengannya.


"Kenapa Mas Adam menatap aku seperti itu?"


Adam tersenyum, lalu menyentuh tangan Ratna dan menatapnya.


"Ratna, aku takkan pernah bosan untuk mengatakan ini ke kamu. Aku jatuh cinta sama kamu, rasa ini gak pernah hilang sedikitpun. Meskipun kamu menjauh dariku. Bukannya kamu meminta waktu untuk menjawab pertanyaan ku tempo hari, apakah bisa kamu menjawabnya hari ini?"


Ratna seketika diam mendengar Adam yang meminta jawabannya.


"Ratna, aku takkan menjauh sedikitpun dari kamu. Jika kamu belum menjawab pertanyaan ku. Itupun kalau kamu menerima ku, justru aku sangat bahagia. Tapi jika tidak, aku berjanji aku menjauhi kamu, sejauh mungkin!" lirih Adam dengan wajah pasrah.


Ratna menyentuh tangan Adam, dan membalas genggaman tangannya.


"Kalau boleh jujur, aku juga gak mau kalau kamu menjauh. Aku udah nyaman dengan adanya kamu, yang mengerti akan diriku. Maafin aku, yang terlalu lama untuk menjawab pertanyaan kamu. Aku hanya ingin meyakinkan hatiku, kalau aku juga menyukai kamu." Jawab Ratna, dengan tersenyum malu-malu.

__ADS_1


Adam tersenyum bahagia mendengar jawaban yang Ratna berikan. Seperti memenangkan pertandingan, ia menaik turun kan tangannya, tanda berhasil.


"Yess... akhirnya diterima juga. Alhamdulillah." Adam mengusap wajahnya sendiri. " Terimakasih akhirnya kegelisahan hatiku ini terbalas, cintaku di terima." Mengecup tangan Ratna.


Ratna tersenyum dan mengangguk. Adam semakin mempererat genggaman tangannya. Hatinya sangat bahagia saat ini, karena perasaannya terbalas.


Kini Adam mengantarkan Ratna pulang, yang di mana di dalam mobil pun tangan mereka saling berpegangan.


"Memang gak cape pegangan tangan terus?" tanya Ratna.


"Enggak dong, masa cape. Kita tuh baru jadian, jadi aku gak mau lepas tangan kamu!"jawab Adam seperti anak ABG, baru menjalin hubungan.


"Huufh ... rasanya lega banget. Jujur selama ini hatiku gelisah, karena belum mendapatkan jawaban dari kamu. Apalagi kamu yang keluar dari tempat kerja, dan menjauh. Hanya saling berbalas pesan, itu sudah membuat ku senang. Namun aku sedikit taku, akan jawaban yang akan kamu berikan nanti. Takut kamu tolak, eh... ternyata sebaliknya, kamu justru menerima perasaanku," Adam dengan raut wajah bahagia.


Ratna terkekeh melihat pria di sampingnya, yang tak melepaskan tangannya sedikitpun.


Kini Adam sudah mengantar Ratna kembali ke rumahnya. Karena sudah malam, ia pun langsung pulang. Senyuman pun juga tak hilang di bibirnya..


Pagi hari, Meliana membuka matanya dan melihat ada wajah sang suami yang tersenyum kepadanya. Liana pun membalas senyuman Gunawan.


"Selamat pagi cinta," sapa Gunawan, dengan senyuman.


"Selamat pagi juga sayang," Liana membalas senyuman.


Cup!


Gunawan mengecup bibir sang istri, membuat Liana tersenyum.


"Rasanya bahagia banget, saat membuka mata ada bidadari di samping. Aku pikir ini hanya mimpi, rupanya memang istriku yang cantik. Mangkanya sejak tadi aku terus menatap wajah kamu, dan aku gak mau tidur lagi," goda Gunawan, membuat Liana tersipu malu.


"Pintar gombal kamu ya sekarang." Liana mencubit pipi sang suami.


"Bukan gombal sayang, kenyataan." Gunawan mengecup kembali bibir Liana.


Meliana pun membalas kecupan dari sang suami. Membuat keduanya saling bertatapan dan melakukan kembali ci*man yang membuat hubungan mereka menjadi in*im.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2