
"Drone7 tiba"
sahut anto sesaat setelah melihat sebuah benda terbang memasuki thunderlair dari balik sebuah corong baja.
"Sampel darahnya pak.."
ujar anto sembari memberikan sebuah kapsul dari balik kompartment benda terbang tersebut.
Setelah menerima kapsul tersebut pak wahyu melepas bajunya dan berganti dengan sebuah pakaian Labolatorium.
"Keren pak.." ujar anto saat melihat pak wahyu menggunakan sebuah pakaian berwarna putih.
Pak wahyu hanya tersenyum dan menuju ke sebuah ruangan di sisi kiri thunderlair.
"To saya analisa dulu sampel darahnya.." ujar pak wahyu cepat.
Anto masih menatap monitor besar dihadapanya sembari mengubah posisi terbang beberapa drone.
"Pak will bisa lihat kanan bawah?" tanya Anto pada gundala.
Di kanan bawah terlihat tiga sosok makhluk besar berlari memburu ke arah petugas keamanan dan militer.
Beberapa tembakan di lontarkan namun peluru tersebut nampaknya tidak berpengaruh saat menyentuh kulit tebal makhluk tersebut.
Sekali lagi gundala mengembangkan sayap pulsarnya dan terbang melayang menuju ke arah ketiga makhluk tersebut.
__ADS_1
Sebuah tinju menghantam salah satu makhluk besar tersebut namun sebuah tangan mencengkeram kaki gundala yang tengah melayang dan menariknya hingga terjatuh di atas tanah.
Melihat gundala terjatuh ketiga makhluk besar tersebut dengan segera menghantamkan pukulan dan tendangan ke arah gundala.
"Irma Fire arm!!" ujar william dari balik topeng ballisticnya.
Beberapa peluru terlepas dan menghamtam makhluk besar yang sedang mengeroyoknya namun kembali timah panas yang dilontarkan dari lengan dan pundak gundala tidak berpengaruh melawan kulit tebal ketiga makhluk yang mengeroyoknya.
Beberapa pukulan dan tendangan dari power glovesnya seakan tidak berpengaruh apa apa terhadap ketiga makhluk mutant tersebut.
Gundala menjadi bulan bulanan ditengah hantaman makhluk mutant setinggi tiga meter yang tengah mengeroyoknya.
"To!!..saya lupa memberitahu!" ujar pak wahyu sembari berteriak dari dalam lab.
"Lightning sector versi dua sudah disesuaikan untuk ground battle!" kembali pak wahyu berteriak dari dalam lab.
"Maksudnya bagaimana pak??" tanya anto yang melihat gundala dihajar habis habisa ketiga makhluk besar tersebut.
Tak lama pintu lab terbuka dan nampak pak wahyu mendekati monitor utama dengan tergesa gesa.
"Will!!..lakukan serangan electrik blaster!!" ujar pak wahyu.
"Irma!!..ledakkan electic blaster!" ujar william dari balik topeng hitamnya.
Dari balik topeng ballistic yang dikenakan gundala kembali sebuah indikator tenaga terlihat menaikkan kapasitasnya.
__ADS_1
Pada saat indikator tenaga mulai penuh sebuah ledakan listrik kembali terlihat.
Ketiga makhluk mutasi yang mengeroyok gundala kembali terlempar dan terhempas ke arah lampu lalu lintas dan sebuah truk di sampingnya.
Tak lama gundala berlari menuju lightning sector setelah melemparkan ketiga makhluk besar ke arah tembok bangunan disekitarnya.
"Irma lakukan penggabungan dengan lightning sector!"
sesaat pak wahyu berseru melalui sebuah mikrofon dihadapanya.
Mendengar kata kata dari pak wahyu anto hanya melongo terheran heran
"Bergabung dengan lightning sector?" tanya Anto yang hanya dijawab dengan senyuman oleh pak wahyu.
Tak lama beberapa bagian lightning sector mulai terlepas dan menempel pada bagian tubuh gundala.
"Ballistic sector.."
ujar pak wahyu saat melihat sebuah bentuk baru dari armor ballistic.
"Indikator tenaga dari Ballistic armor naik hingga 300 persen pak.." ujar Anto saat melihat ke arah monitor dihadapanya.
"Kau lanjutkan dari sini to.."
ujar pak wahyu sembari menepuk pundak anto dan kembali melangkah menuju ruangan labolatorium.
__ADS_1