
Sebuah motor besar berwarna hitam terlihat melewati sebuah pintu baja tahan ledakan dan melewati lorong panjang dihadapanya sebelum mencapai sebuah tempat luas di dalam sebuah saluran air dalam kota.
Sebuah Paddock tempat kendaraan besar tersebut beristirahat terpasang pada pelataran luas di dalam ruangan tersebut.
Seketika setelah mesin kendaraan tersebut berhenti sosok hitam yang berada diatasnya berjalan menuju ke sebuah tangga besi yang mengarah ke sebuah ruangan.
Sebuah ruangan yang dipenuhi oleh beberapa servo dan cerebro serta beberapa server yang terhubung dengan sebuah jaringan satelit luar angkasa bernama Sancaka SpaceNet.
"Kau terkenal will.." ujar seorang pria dihadapan sebuah layar lcd sembari menunjuk ke sebuah berita yang sedang tayang.
Di dalam layar lcd besar dihadapan mereka tsrlihat seorang reporter sedang membacakan sebuah berita tentang insiden kebakaran pada sebuah labolatorium milik perusahaan asing.
"Petunjuk yang baru kita dapatkan hanyalah..gudang ini dibakar oleh seorang oknum berpakaian serba hitam.." ujar salah satu penyidik saat diwawancarai oleh sang pembawa berita.
Sosok hitam tersebut hanya tersenyum dan menanggalkan armor yang melekat di seluruh tubuhnya.
"Sudah saatnya anda jadi selebriti pak will.." ujar seorang pemuda dihadapan laptopnya sembari tertawa.
__ADS_1
"Bayangkan memakai armor seberat dua puluh kilogram sembari di tembaki oleh beberapa senapan mesin kadang dipukuli sampai babak belur.." ujar pria tua dihadapan layat tersebut.
"Sampai dua belas jam..kadang kadang.." ujar seorang pria dihadapan mereka sembari melepas layer terakhir dari armor yang dikenakanya.
"Semua kerja keras anda tidak sia sia pak will.." kembali pemuda tersebut berkata sembari tersenyum dan melanjutkan menulis beberapa coding di laptopnya
"Apa benar kau bakar gudangnya?" tanya Pak wahyu sembari melangkah menuju sebuah meja untuk menyeduh secangkir kopi.
"Sebuah peluru ditembakkan dari atas dan terpental setelah mengenai armor ballistic pak.."
ujar will sembari menaruh armor yang sudah dipakainya dalam sebuah kontainer.
"Ada rekaman kejadian semalam pak dari drone 12" ujar Anto sembari menayangkan sebuah rekaman.
"Dan tetranol tidak ada di dalam gudangnya.." ujar Pak wahyu kembali berkata.
"Saya yakin lokasi labolatoriumnya bukan disitu pak.." ujar will sembari menyeruput secangkir kopi yang baru diseduh pak wahyu.
__ADS_1
"..nanti lagi bikin sendiri kopi mu.." ujar pak wahyu sembari melotot sementara will hanya melangkah menuju sebuah sofa besar dihadapanya dan berbaring diatasnya.
"Untuk sekarang semua bukti yang mengarah ke tetranol bisa mereka hilangkan karena gudangnya terbakar.." ujar will sembari berbaring diatas sofa.
"Yap alasan mereka untuk menunda pengiriman tetranol karena alasan keamanan pasti diterima oleh si pemesan.." ujar Anto kembali berkata.
"Kenapa bahan ini bisa jadi sangat berbahaya pak?" tanya will sembari membalikkan badanya ke arah pak wahyu.
"Tetranol bisa dijadikan sebuah obat psikotropika yang membuat pemakainya merasa menjadi seorang super hero.." ujar oak wahyu sembari membuka sebuah layar lcd dan menampilkan sebuah gambaran diagram komposisi dari tetranol.
"Blue Angel.." ujar Anto pelan.
"Yap sebuah cairan stimulus yang digunakan para prajurit militer saat terjadi perang di vietnam" kembali pak wahyu berkata.
"Bukankah obat tersebut dilarang pemakaianya pak?" tanya will cepat.
"Yap karena jika seseorang mengkonsumsi obat tersebut mereka perlahan lahan akan menjadi.." Anto menyela perkataan pak wahyu sebelum sempat menyelesaikanya.
__ADS_1
"..mereka akan berubah menjadi Zombie.."