
""..sial.." gumam Gundala dari dalam lorong ventilasi.
"Alarm laser.." ujar pak wahyu cepat.
Tiga buah sinar berwarna kemerahan menahan gerak sayap malam yang tengah merayap di lorong tersebut.
"Mereka serius rupanya.." ujar Anto cepat sembari menekan beberapa keyboard yang tersimpan di atas sebuah meja.
"Saya coba membypassnya pak.."
kembali anto berkata sembari mengaktifkan beberapa terminal di dalam laptopnya.
Beberapa angka biner dan ratusan baris coding mulai terlihat saat anto mulai menelusuri sistem dalam kapal tersebut.
"Alarmnya masih manual pak..mereka tidak mau ambil resiko.."
ujar anto cepat.
".artinya alarm ini tidak terhubung dengan alarm pusat..
alarm ini hanya untuk pengamanan labolatorium.."
ujar pak wahyu kembali.
Terlihat sebuah box kecik dibalik sebuah panel yang terhubung dengan alarm laser dihadapan gundala.
"Source nya ada di ruangan lab pak.." ujar anto kembali.
__ADS_1
"..bahkan ventilasipun di pasangi alarm laser.."
ujar pak wahyu saat melihat ketiga garis sinar yang dihadapan gundala.
Sesaat Gundala hanya terdiam menatap ketiga garis merah dihadapanya yang menghalangi langkahnya.
Tak lama Gundala kembali merayap ke belakang dan membuka sebuah penutup diatas lorong tersebut.
"..apa yang akan dilakukanya.." gumam pak wahyu.
Sementara Anto hanya memperhatikan gerak gerik sosok hitam yang sedang berada dalam lorong tersebut melaui sebuah layar besar di tengah Thunderlair.
Tak lama gundala memasukkan lenganya ke sebuah lubang sesaat setelah penutup ventilasi di atap terbuka.
Dari balik lubang tersebut gundala mengambil beberapa selang karet yang sudah tertutup oleh butiran debu.
Sekumpulan debu tersebut ditiupkan ke dalam beberapa selang yang dibawanya dan menutup seluruh permukaan di dalamnya.
"Pak will anda mau melakukan perbaikan saluran yah?" tanya Anto cepat.
Setelah bagian dalam selang tersebut tertutup oleh debu Gundala kembali merayap maju menuju ke arah tiga buah sinar laser yang menghalangi jalanya.
Dengan posisi badan terbalik gundala memeriksa bagian dari alarm laser yang mengeluarkan segaris sinar merah.
"..alarm lama masih menggunakan optik.." ujarnya sembari mengambil sebuah selang di sisi kananya.
"..will hati hati..sedikit tersentuh alarmnya langsung nyala.." ujar pak wahyu.
__ADS_1
Gundala hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaaanya.
Gundala memegang kedua ujung selang tersebut dengan kedua lenganya sembari mendekatkanya ke arah sumber sinar yang menempel di tembok ventilasi tersebut.
Dengan gerakan yang sangat cepat gundala menutup optik di kedua sisi dinding ventilasi dihadapanya dengan sebuah selang berdebu yang ditemukanya di bagian belakang ventilasi.
Setelah kedua optik di sisi dinding ventilasi tertutup sebuah cahaya merah mengalir melalui selang tersebut.
Gundala kembali melakukanya untuk menutup kedua garis sinar yang masih menghalangi jalanya.
Pak wahyu kembali tersenyum saat melihat cahaya laser mengalir melalui selang tersebut.
"Selang bagian dalam ditutupi debu..agar bias dari sinar laser tidak tersebar.."
ujar pak wahyu.
"Prinsip alarm laser itu seperti sebuah tali yang dibentangkan dan di gantung kaleng di ujungnya.." ujar pak wahyu.
"Jika ada yang menyentuh tali tersebut kaleng di ujungnya akan bergoyang dan berbunyi.." kembali pak wahyu berkata.
"Tapi jika tali nya di bengkokan oleh selang maka.."
ujar pak wahyu sembari tersenyum.
"..kalengnya tidak akan berbunyi.."
ujar anto sembari tersenyum saat melihat sayap malam merayap diantara selang yang telah di aliri cahaya laser tersebut.
__ADS_1