
Setelah membuka pintu elevator dengan power glovesnya gundala kembali berada di sebuah ruangan besar bercat putih disekelilingnya.
Sekitar ruangan besar tersebut nampak lengang hanya ada dua buah pintu terdapat dihadapanya.
Tidak terlihat bekas sebuah kegiatan apapun disekitarnya hanya sebuah ruangan besar yang tampak kosong.
"Pintu ke labolatorium.."
ujar Anto cepat sembari menatap ke arah desain hologram disampingnya.
Sosok hitam tersebut melangkah cepat menuju ke arah sebuah pintu ganda berpengaman dan kembali menempelkan power glovesnya untuk membypass keamanan sebuah sistem yang terpasang di pintu tersebut.
"..ini.." ujar gundala setelah berhasil membuka pintu tersebut.
Sebuah lorong panjang yang terbuat dari fiberglass transparan terlihat dihadapanya.
Sebuah lorong fiberglass transparan jalur penghubung antara badan kapal dan sebuah benda yang tengah melayang ditengahnya.
Sebuah lorong berbahan fiberglass tebal sebagai penahan tekanan udara dalam ruangan paling dasar tersebut.
Lorong tersebut berakhir di sebuah benda berbentuk oval di akhir lorong dihadapanya.
Tepat di ujung lorong transparan terdapat sebuah benda besar yang tergantung di tengah ruangan besar lambung kapal tersebut
"..the Egg.." ujar pak wahyu saat melihat benda yang tengah mengambang di ruangan paling bawah sebuah kapal pesiar.
__ADS_1
"Maksudnya pak?" tanya anto kembali.
"Sebuah desain prototype yang dikembangkan perusahaan prancis.."
kembali pak wahyu teringat pembicaraanya dengan salah satu rektor dari sebuah universitas di australia dua bulan sebelumnya.
Sebuah perusahaan prancis mengembangkan sebuah desain ruangan serba guna yang dapat beroperasi di segala medan.
"..the egg tujuanya mau digunakan untuk pengembangan koloni di bulan.."
kembali pak wahyu berkata.
"Dengan beberapa peralatan seperti virtual gravity dan oxi pressure bangunan ini sangat ideal untuk menampung sebuah koloni di permukaan yang mempunyai kadar oksigen sangat rendah.." kembali pak wahyu berkata.
"Lambung kapal mempunyai tingkat oksigen yang sangat rendah pak karena fungsi ruangan paling dasar dari kapal ini digunakan untuk membuat sebuah kapal tetap berada di atas air"
"Pak.." ujar gundala dari balik jalur komunikasi.
"Ya will..kenapa?" tanya pak wahyu cepat.
"Sepertinya hanya ada sebuah jalur untuk bisa masuk ke dalamnya.."
ujar gundala sembari mengarahkan tayangan dari thundervisornya ke arah sebuah pintu di ujung lorong transparan tersebut.
"Saya masih tidak mengerti pak.." ujar Anto.
__ADS_1
"Kenapa lagi?" tanya pak wahyu.
"Disekitarnya tidak terdapat pengaman.." ujar anto
"Cctv atau alarm.."
kembali anto berkata sembari terus menatap ke arah monitor dihadapanya.
"Jadi aman.." ujar sosok hitam tersebut sembari mengeluarkan sebuah benda dari balik waist band yang digunakanya.
"Sebuah laser blade dapat menyelesaikan masalah ini.." ujar gundala kembali.
Tak lama sebuah cahaya kecil memancar dari sebuah benda berwarna hitam dalam genggamanya.
Namun sesaat sebelum ujung benda bercahaya tersebut menyentuh permukaan lorong transparan tiba tiba seluruh tempat kembali bergetar.
"..apa.." ujar gundala saat laser blade yang dipegangnya terlepas dan jatuh di lantai lorong transparan tersebut.
Tiba tiba pintu penghubung tersebut tertutup dan kembali tempat di sekitar dasar kapal bergetar.
Gundala yang sedang terjebak di dalam lorong transparan hanya bisa melihat saat sebuah katup besar terbuka dan memancarkan air.
Sementara sebuah dinding di seberang bangunan berbentuk oval tersebut berputar dan terbuka.
"Will tinggalkan tempat itu!!"
__ADS_1
seru pak wahyu saat melihat sekeliling tempat tersebut mulai di genangi air dari sebuah katup besar.
Air yang memancar dari katup tersebut mulai terlihat naik sementara gundala masih berada di dalam lorong transparan yang telah terkunci.