Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
DevOps11


__ADS_3

".sial kalau seperti ini terus.."


ujar Gundala yang tengah berusaha menghindari beberapa pukulan dari kedua makhluk fero sapiens dihadapanya.


Kedua makhluk besar dihadapanya terus melancarkan beberapa pukulan dan tendangan ke arah sayap malam namun serangan tersebut dapat dihindarinya.


Sementara beberapa pukulan gundala menghantam wajah kedua makhluk tersebut namun tidak menghasilkan apapun.


"Kulitnya seperti membatu.."


ujar gundala saat sebuah hantaman dari power gloves yang digunakanya mengenai kulit tebal dari makhluk tersebut.


Kembali sebuah tinju dari salah satu makhluk fero sapiens mengenai tubuhnya dan membuatnya terpental.


Sebuah kayu besar dihantamkan tepat ke kepala sayap malam hingga kayu tersebut terpecah.


Beberapa pria berpakaian militer mulai mengepungnya dan mulai bergabung untuk menyerang gundala bersama kedua makhluk tersebut.


"Kali ini kau habis disini.." ujar salah satu makhluk fero sapiens sembari melayangkan sebuah tinju yang menghantam wajah sayap malam.


Namun tiba tiba dari arah belakang kapal selam tersebut terdengar sebuah ledakan.


Sebuah benda dari permukaan menukik tajam tepat ke arah kapal selam yang sedang berada di kedalaman laut.


Beberapa misil tampak meluncur dari benda tersebut dan menghantam bagian belakang kapal selam yang tengah berada di kedalaman lima ratus meter tersebut.


"Lubang palka bocor!"

__ADS_1


seru salah seorang pria berpakaian militer saat melihat air bah memenuhi beberapa bagian dalam kapal tersebut.


Tak lama dari lubang tersebut meluncur sebuah kontainer yang mengarah tepat ke ruangan tempat penyimpanan the egg.


Beberapa dinding baja pemisah ruangan bagian dalam kapal selam nampak robek setelah benda terbang tersebut menabraknya.


"Will!!..bersiap!!"


seru pak wahyu sembari menekan sebuah tombol di atas papan elektronik.


Setelah pak wahyu menekan tombol merah dihadapanya badan benda terbang tersebut mulai terbuka dan beberapa benda kecil terlihat meluncur ke arah sayap malam.


"Penggabungan dengan Objek : selesai"


sebuah suara wanita kembali terdengar saat beberapa benda kecil yang di luncurkan dari dalam kontainer tersebut menempel di tubuh gundala.


"..Mariner armor.."


ujar pak wahyu sembari tersenyum.


Gundala dalam balutan Mariner armor menatap tajam ke arah kedua makhluk dihadapanya dan kembali menyerang dengan power gloves yang dikenakanya.


Sebuah tinju dari sayap malam berhasil melemparkan seekor fero sapiens menghantam pintu kaca dan seekor fero sapiens terlihat melayang melewati ruangan tersebut dan berhenti setelah menghantam dindin baja.


"Sekarang..baru seimbang.."


ujar gundala sembari melompat ke arah beberapa pria berpakaian militer dihadapanya.

__ADS_1


Beberapa pria tampak terlempar keluar dari dalam ruangan the egg saat gundala menghantam mereka dengan beberapa tinju dari power glovesnya.


Seekor fero sapiens kembali menyerang gundala namun sebuah tendangan dari sayap malam kembali melemparkan makhluk tersebut ke arah tumpukan kontainer yang berisi blue angels.


"Habisi makhluk itu!!" seru kolonel sanchez sembari mengokang sebuah senjata mesin.


"Pak!!..jika anda gunakan senjata mesin di dalam kapal selam..kita semua akan.." seru salah satu pria berpakaian militer dihadapanya.


"Diam kau!!"


ujar kolonel sanchez sembari memukulkan senjata dalam genggamanya pada pria tersebut.


"Matilah kau!!"


ujar kolonel sanchez sembari memuntahkan beberapa ratus peluru dari sebuah senapan mesin otomatis.


"Kolonel!!..Hentikan!!"


seru salah satu makhluk fero sapiens saat melihat kolonel sanchez menembakkan senjatanya ke arah gundala.


Peluru tersebut kembali terpental ke segala arah saat berbenturan dengan vibranium yang membalut seluruh tubuh sayap malam dan berbalik menghantam dinding kapal selam di sekitarnya.


Beberapa lubang tampak terlihat saat peluru dari sebuah senapan mesin merobek dinding baja kapal selam tersebut.


Kembali air laut memasuki ruangan tempat penyimpanan the egg dan menggenanginya.


"Naikkan Kapalnya!!"

__ADS_1


seru salah seorang pria berpakaian militer saat melihat sebuah indikator yang memperlihatkan beberapa bagian kapal tersebut yang sudah mulai terendam oleh air laut.


__ADS_2