
"Jangan Bergerak!!"
sebuah suara wanita terdengar sesaat setelah Gundala mendarat mulus di sebuah pelataran parkir di sisi kiri tempat tersebut.
"Peringatan : Objek bersenjata"
sebuah notifikasi tanda bahaya mulai terdengar dari balik ballistic headgear makhluk bersayap tersebut.
Gundala mengangkat kedua tanganya dan berbalik menuju arah suara tersebut.
Dihadapanya tampak seorang penyidik wanita berjas coklat yang sedang mengarahkan senjata yang telah terisi tepat ke wajahnya.
"Anda ditangkap dengan tuduhan pembakaran gudang chemicalyte.."
ujar Sarah pelan sembari menodongkan pistolnya ke arah sosok hitam dihadapanya.
"..silakan ikuti saya dengan tenang pak.."
ujar sarah sembari merogoh bagian belakang sabuknya dan mengeluarkan sebuah borgol untuk menangkap sosok hitam tersebut.
"Semuanya akan segera kami proses..kami akan menyiapkan seorang pengacara untuk mendampingi anda saat persidangan" ujar Sarah kembali.
Gundala dari balik ballistic headgearnya menatap ke arah pintu bangunan yang hancur berkeping keping.
Sesaat terdengar beberapa raungan massa yang telah mengalami mutasi di sekitar bangunan di pinggir pantai tersebut.
"..pak will bisa lihat tayangan Drone2?" tanya anto dari balik ballistic headgear yang digunakan gundala.
__ADS_1
Dari balik topengnya terlihat sebuah tayangan dari benda melayang sedang merekam suasana di dalam pelataran besar bangunan dihadapanya.
"..mereka.." ujar Gundala pelan.
Beberapa pria yang terkena mutasi mulai memperlihatkan perubahan fisiknya.
Beberapa bagian tubuh mulai menonjol dan bagian wajah mereka mengkerut dan beberapa pria lainya mengeluarkan dua buah tanduk dari keningnya.
"..fero sapiens.."
ujar pak wahyu pelan saat melihat beberapa makhluk besar bertanduk dalam tayangan drone2.
"…fero apa pak?"
tanya Anto pada pak wahyu yang sedang serius memperhatikan sebuah tayangan dari balik layar monitor besar di tengah ruangan dalam Thunderlair.
Pak wahyu hanya mengacuhkanya dan kembali berkata pada Gundala yang sedang berada dibawah todongan senjata api penyidik wanita tersebut.
ujar pak wahyu saat melihat beberapa fero sapiens melangkah keluar dari bangunan tersebut.
"..mbak sarah.." ujar gundala pada wanita penyidik dihadapanya.
Sesaat sarah terkejut setelah mendengar namanya disebut oleh sosok hitam bersayap dihadapanya.
"Saya beri anda dua pilihan.." ujar Gundala sambari menatap tajam ke arah Sarah.
"Apa maksudmu.." ujar sarah pelan.
__ADS_1
"Pilihan pertama anda boleh menangkapku dan menempatkan di sebuah sel di dalam metro departement dengan taruhanya…"
ujar Gundala sembari menatap kumpulan massa yang mulai berkumpul di halaman bangunan besar tersebut.
"..mereka yang telah termutasi akan mengamuk seperti malam kemarin dan menghancurkan semuanya dalam beberapa jam.." ujar gundala.
Masih teringat dengan jelas sebuah tayangan televisi dan beberapa media online saat terjadi amuk massa pada malam sebelumnya yang hampir menghancurkan seluruh daerah di sisi selatan.
"Atau kuberi pilihan kedua.." kembali Gundala berkata.
Sarah hanya menatap tajam ke arah makhluk bersayap dihadapanya sembari sesekali melihat ke arah massa yang mulai bergerak.
"Apa pilihan kedua!!" tanya sarah.
"Biar kutuntaskan misi ini dan setelah selesai kau boleh menangkapku.." Gundala kembali berkata.
"Kau!!".. Ujar sarah sembari menggenggam erat sebuah pistol ditanganya.
Tiba tiba beberapa letusan dari senjata api terdengar saat beberapa peluru terlepas dari cangkangnya.
Peluru tersebut hanya melesat beberapa senti dari ballistic headgear dan melaju lurus menuju ke seorang fero sapiens yang sedang berlari ke arah mereka.
"Mereka Mulai menyerang!!"
teriak gadis disamping Gundala saat melihat massa yang tengah berlari ke arah mereka.
Dengan cepat gundala segera merangkul kedua wanita tersebut dan menyalakan pendorong plasma di balik punggungnya.
__ADS_1
Ketiga orang tersebut mulai terangkat ke atas sesaat setelah sayap pulsar kembali terkembang dan sesaat setelah sebuah dorongan plasma menyentuh tanah.
Massa yang termutasi hanya bisa berteriak teriak saat melihat ketiga sosok dihadapan mereka melayang di udara terbuka.