
"Selamat datang Pak jeremy dan pak Daniel serena.."
sambut kolonel sanchez saat melihat kedua pria melangkah memasuki sebuah ruangan di dalam kapal selam bertenaga nuklir tersebut.
Kedua pria tersebut tersenyum saat mereka berdiri berhadapan dan kembali bersalaman.
"Silakan duduk.." ujar kolonel sanchez pada kedua tamu nya.
"Misi kali ini berhasil kolonel.." ujar daniel sembari melihat ruangan sekelilingnya.
"Ini semua ide gila jeremy.."
seru kolonel sanchez sembari mengangkat sebuah gelas berisi margarita.
"Terimakasih kolonel.."
ujar jeremy sembari tersenyum.
Sebuah pintu berbentuk oval terlihat dihadapan gundala saat hendak memasuki benda berbentuk oval tersebut.
Sebuah tekanan dari power gloves yang dikenakanya menyentuh sebuah panel di tengah pintu berbentuk oval dihadapanya.
Beberapa baris code dengan segera meng enkrip jalur keamanan yang menjadi penghalang pintu tersebut.
Tak lama setelah sistem keamanan dapat di tundukkan pintu oval dihadapanya mulai tertarik ke atas secara perlahan.
Gundala mulai melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan dalam the egg beberapa kontainer besar terdapat di sekitarnya saat melangkah menuju sebuah ruangan di balik pintu kaca.
__ADS_1
Puluhan kontainer berisikan Blue angels yang sudah siap untuk di edarkaj tersusun rapi dalam sebuah kontainer besi.
"..anu pak will..sebaiknya anda berhati hati karena jaringan saya tidak dapat terhubung ke tempat anda.." ujar Anto dari balik jalur komunikasi.
"..iya sebaiknya kau berhati hati saat..."
Sebelum pak wahyu menyelesaikan kata katanya sebuah tinju menghantam gundala dari arah belakang.
"Pengganggu keparat!!"
seru sebuah suara dari seorang pria bertato yang kembali melayangkan tinjunya ke arah gundala.
"Kenapa kau selalu menggangguku!!" kembali pria bertato tersebut melayangkan sebuah tinju namun pukulanya hanya mengenai tempat kosong.
Gundala kembali menyerangnya dengan beberapa pukulan hingga membuat pria bertato tersebut terpental.
Beberapa kontainer jatuh berserakan saat tubuh pria yang tengah melayang menghantamnya.
kembali sebuah suara terdengar saat seorang pria berjas hitam melayangkan tongkatnya ke arah gundala.
Tongkat tersebut tertahan saat cengkeraman dari power gloves menghentikan laju benda tersebut dan merebutnya dari tangan pria berpakaian hitam.
Gundala menyerang kedua pria tersebut dengan sebuah tongkat namun sesuatu terjadi.
Pria bertato dihadapanya tampak sedikit membesar dan sebuah tanduk tampak muncul dari belakang kepalanya.
"..fero sapiens.."
__ADS_1
ujar pak wahyu saat melihat sebuah proses mutasi lewat thundervisor yang digunakan gundala.
"Tahap evolusi manusia selanjutnya.." ujar fero sapiens dihadapan gundala.
Gundala kembali menyerang makhluk dihadapanya dengan sebilah tongkat.
"..makhluk ini.." ujar gundala pelan.
Sebuah tinju dari makhluk dihadapanya mengenai perut gundala dan melemparkanya ke arah pintu kaca dibelakangnya.
Beberapa serpihan kaca pecah tampak berserakan di lantai saat sebuah sosok hitam menghantamnya dari arah belakang.
Sebelum gundala sempat bangkit sebuah cengkeraman keras pada kaki kiri menariknya sembari menghempaskan gundala ke arah kontainer di ujung ruangan tersebut.
Terlihat pria berpakaian hitam tersebut telah berubah menjadi fero sapiens dan mulai menyerang gundala.
"Pak bagaimana ini!!"
ujar anto saat melihat sayap malam menjadi bulan bulanan kedua makhluk tersebut.
Dalam tayangan thundervisor terlihat gundala yang tengah dihujani beberapa pukulan dari kedua makhluk tersebut.
Pak wahyu hanya menutup kedua matanya dan sembari berkata.
"..To..luncurkan X22.." ujarnya.
"Tapi pak..x22 masih dalam tahap uji coba.." ujar anto.
__ADS_1
"Lagipula jarak yang harus ditempuh x22 terlalu jauh pak.." ujar anto kembali.
"Gunakan jalur azimuth.." ujar pak wahyu sembari melangkah menuju sebuah meja di hadapan layar besar di tengah thunderlair.