
Sesosok makhluk besar didepan barikade polisi mengangkat sebuah mobil yang terparkir menyilang dan melemparkanya ke arah gundala.
"Irma!!!...full power ke Bionic spinal!!" ujar Gundala dari balik topeng ballisticnya.
Seketika gundala menangkap mobil yang sedang melayang ke arahnya dan menahan mobil tersebut dihadapanya.
"Bionic spinal power tersisa enam puluh delapan persen"
sebuah suara dari balik topeng hitam gundala memberikan peringatan.
Dengan sekuat tenaga william menahan sebuah mobil yang melayang kearahnya namun sepasang tangan besar mendorong mobil tersebut dari belakang.
Terlihat sosok makhluk tinggi besar mendorong mobil tersebut ke arah tembok dibelakang gundala.
Sepasang tangan tersebut mendorong mobil hingga membuat sayap malam terhimpit.
Dari balik thundervisornya sebuah kecerdasan buatan menganalisa makhluk dihadapanya.
"Object telah mengalami mutasi" ujar irma.
"Naikkan power hingga maksimal ke arah bionic spinal!!" kembali william berteriak dari balik topengnya.
Segaris cahaya meluncur dari baterai vibranium menuju ke arah tulang belakang bionik yang terdapat diantara sepasang sayap pulsarnya.
__ADS_1
Setelah power glovesnya bercahaya sebuah dorongan keras dari sosok hitam tersebut mendorong mobil dihadapanya dan melompat ke sisi kanan setelah lepas dari himpitan tersebut.
Dua buah fire arm muncul dari lengan gundala sembari memuntahkan beberapa peluru ke arah makhluk tersebut.
Namun beberapa tembakan tersebut tidak berpengaruh apa apa terhadap makhluk besar tersebut.
Gundala kembali mengembangkan kedua sayap pulsarnya dan mencoba untuk menyerang dari atas namun sesaat setelah mengudara sebuah tong besar menghantamnya.
"Peringatan : Kawanan objek mendekat"
ujar irma memberi peringatan pada gundala saat beberapa orang dari massa tersebut mendekat dan mulai mengeroyoknya.
Gundala berusaha menghindari beberapa pukulan dan tendangan dari massa yang sedang mengeroyoknya.
Sebuah cahaya muncul dari sebuah lingkaran di pinggang gundala dan percikan listrik mulai terlihat saat cahaya tersebut mengalir ke seluruh bagian vibranium armor.
"Ledakan sekarang!!" ujar will sembari berdiri.
Sebuah ledakan listrik bertegangan tinggi membuat massa pengeroyok gundala terpental sesaat setelah terjadi sebuah ledakan dari seluruh tubuhnya.
Makhluk besar dihadapanya kembali memburu ke arah gundala sesaat setelah terjadi ledakan dari serangan electric blaster.
Sebuah pukulan dapat ditahan oleh power gloves yang mulai menyala.
__ADS_1
"Irma!!..naikkan tenaga ke power gloves!" ujar william sembari memukul kembali makhluk besar tersebut.
Beberapa baris sinar merayap dari arah belakang menuju kedua kepalan tangan Gundala yang sedang menghantam makhluk besar dihadapanya.
Sesaat power gloves yang dikenakanya berubah menjadi terang setelah aliran tenaga fusi dingin terkumpul di kedua benda tersebut.
Sebuah pukulan dari gundala tepat mengenai wajah makhluk besar didepanya dan membuatnya terkapar.
Sementara dari arah belakang kawanan massa yang terkena pengaruh Blue angel mulai kembali menyerangnya.
Gundala meraih sebuah box di pinggangnya dan mulai melemparkan beberapa bom asap ke arah kawanan tersebut.
Gumpalan asap tebal memenuhi area tersebut sesaat setelah beberapa benda kecil meledak.
"Pak sampel darahnya sudah saya dapatkan.." ujar Gundala dari sebuah atap bangunan.
"Segera bawa ke thunderlair will biar saya analisa.." ujar pak wahyu cepat.
Kawanan massa yang sedang mengamuk masih berlanjut sementara beberapa kompi petugas keamanan dan militer mulai memenuhi tempat tersebut.
Beberapa drone black manta masih berputar putar di atas daerah tempat terjadinya kerusuhan.
"..harus ada sebuah cara untuk menghentikan kegilaan Blue angel.." ujar pak wahyu pelan
__ADS_1