Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Atlantic queen


__ADS_3

Sebuah kapal bernama Atlantic queen melepas sauhnya dan perlahan lahan merayap keluar menuju laut lepas melalui sebuah gerbang raksasa di pintu masuk darmaga singapore harbour.


Kesibukan mulai terlihat saat kapal besar tersebut mulai berlayar meninggalkan darmaga dibelakangnya.


Beberapa Tamu undangan dengan pakaian resmi mulai memasuki sebuah lobby di deck atas kapal raksasa tersebut.


Tamu undangan yang terdiri dari beberapa pejabat dan pengusaha pemilik beberapa perusahaan internasional mulai berdatangan memenuhi sebuah lobby ruangan aula.


"Baiklah kau tahu yang harus dilakukan yah.." ujar pak wahyu lewat sebuah jalur komunikasi.


William hanya menganggukan kepala dan meneruskan langkahnya menuju sebuah aula di upper deck lantai lima kapal tersebut.


"Owner dari chemicalyte monsiuer montserrat ada di dalam kapal pak will.."


ujar Anto sembari menatap lcd monitornya.


William hanya mengetukkan jarinya ke microphone yang terpasang di balik kerah jas hitamnya dan melanjutkan langkahnya.


Masih teringat beberapa jam yang lalu saat berada di dalam Thunderlair pak wahyu dan Anto memberikan sebuah briefing singkat mengenai sebuah penetrasi dev ops ke dalam kapal besar bernama Atlantic queen.


"Ada dua belas tingkat di Atlantic queen.."


ujar Anto sembari menekan sebuah tombol di laptopnya dan membuka sebuah gambaran hologram 3 dimensi di sebuah meja dihadapan mereka.


"Tingkat paling atas adalah entertainment hall.."


ujar Anto sembari mengulurkan kedua lenganya untuk menyentuh hologram dihadapanya.


"..sebutan kerenya moonlight hall.."


ujar pak wahyu cepat sambil menyimak penjelasan anto.


Sesaat setelah lengan anto menyentuh sebuah bagian hologram gambaran 3dimensi tersebut terlihat membesar dan kembali memperlihatkan sebuah gambaran lain di dalamnya.

__ADS_1


"Anda bisa turun menuju deck ruangan VIP melewati sebuah lift di depan lobby atau lewat tangga darurat yang terdapat di sisi kanan kolam renang.."


ujar Anto sembari menatap sebuah gambaran hologram dihadapanya.


"Tingkat paling bawah.."


kembali anto berkata sembari menekan gambaran di atas meja tersebut ke bawah.


"Tingkat paling bawah adalah deck garasi dan tempat penyimpanan barang"


ujarnya kembali.


.."to..yang kita cari posisi labolatorium tempat produksi tetranol.." ujar pak wahyu.


Anto hanya menghela nafasnya dan kembali berkata.


"Ada sebuah ruangan yang tidak terhubung dengan semua CCTV di kapal itu.." ujar anto cepat.


"Mencurigakan.." ujar pak wahyu.


"Ada Sebuah ruangan tepat di bawah kolam renang.."


ujar anto sembari memajukan gambaran tersebut.


Seketika gambaran hologram dihadapan mereka membesar dan memperlihatkan sebuah ruang di dalam salah satu bagian kapal tersebut.


"..pintar.." ujar pak wahyu sembari tersenyum.


"Proses pengolahan dan pengembangan bahan kimia membutuhkan banyak cairan.." ujar will.


"Makanya mereka menempatkan labolatoriumnya di bawah kolam renang.."


ujar pak wahyu sembari menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Agar mereka bisa menghindari kecurigaan dari para petugas.."


kembali pak wahyu berkata.


"Dari desainya memang ada sebuah jalur yang terpisah untuk mengirimkan debit air dari arah tangki Fresh dan kapasitaa grey tank di kapal itu juga di perbesar.."


ujar anto saat menggeser peta hologram tiga dimensi tersebut ke arah kanan.


"Masih ada yang mencurigakan pak.." ujar Anto


"Kenapa?" tanya pak wahyu.


"Saya lihat log atlantic queen beberapa hari yang lalu.."


ujar anto sembari membuka sebuah file dan menayangkanya dihadapan mereka dalam format tiga dimensi.


"..saat atlantic queen merapa di vietnam terjadi sebuah maintenance dadakan.." ujarnya.


"..pasti penambahan saluran air yah.." ujar william cepat.


Beberapa hari sebelumnya kapal besar tersebut merapat secara tiba tiba di sebuah pelabuhan di vietnam.


Dengan alasan kebocoran beberapa saluran air bersih dalam kapal tersebut maka sebuah maintenance dan perbaikan dilakukan selama kapal tersebut merapat.


"..saluran air?"


ujar pak wahyu pelan sembari berfikir keras.


"..mereka mau meracuni seluruh kapal dengan.."


kembali pak wahyu berkata.


"..Blue Angels.." ujar anto pelan.

__ADS_1


__ADS_2