Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Drone6


__ADS_3

"Will tayangan drone 6" ujar pak wahyu dari balik jalur komunikasi.


"Saya melihatnya pak.." ujar william sembari setengah berbisik.


"Jadi bagaimana pak will?"


tanya seorang wanita di ujung meja panjang dalam sebuah ruangan dalam sancaka tower.


"..bisa diulang bu?" tanya william sembari merapikan jas nya dan kembali duduk di kursinya.


"Anggaran untuk Research and Development tahun ini mengalami defisit karena mengerjakan beberapa project yang sangat tidak masuk akal.."


ujar wanita di ujung meja tersebut.


Beberapa pria yang hadir disitu hanya terdiam dan mengacuhkan perkataan wanita tersebut.


"Tidak masuk akal bagaimana?" tanya william kembali.


"Ini salah satu contohnya"


ujar wanita dihadapanya sembari membuka sebuah diagram project yang dikerjakan Bagian R and D sancaka industri.


"Sebuah armor?" tanya wanita tersebut sembari keheranan.


"Sebuah kendaraan tempur?"


kembali wanita tersebut bertanya sembari memperlihatkan beberapa gambar.


"Bu..itu hanya proposal sebuah project..tidak pernah terealisasi.."


ujar salah satu pria yang hadir.

__ADS_1


"Lalu kenapa ada anggaran yang membengkak untuk pembelian suku cadang?" kembali wanita tersebut bertanya.


"Dan ada beberapa anggaran tinggi untuk pembelian coppermine?" kembali wanita tersebut bertanya.


Sementara william yang sudah sangat gelisah berharap ada alien atau sebuah bom jatuh tepat dihadapanya agar rapat ini segera berakhir.


Fikiranya berputar keras mencari alasan untuk segera menyudahi rapat tersebut.


Dan tak lama jam di lenganya berbunyi.


"Bu kita break dulu sepuluh menit saya harus segera makan malam.."


ujar william sembari meninggalkan ruangan tersebut.


"Wanita itu siapa will?" tanya pak wahyu dari balik jalur komunikasi.


"Auditor perusahaan pak.." ujar will singkat.


ujar pak wahyu kesal.


"Sudah pak tenang saja dia anak baru disini..baru masuk satu minggu.."


ujar william sembari menaiki tangga menuju ke atap sancaka tower.


"Mana nomer auditor perusahaan yang tadi?" tanya pak wahyu dengan nada penuh emosi.


"Pak..satu satu dulu kita kerjakan..kita urus dulu kejadian di selatan.."


ujar william saat membuka tingkat paling atas sancaka tower.


"Bisa kirim armornya pak?" tanya william lewat jalur komunikasi.

__ADS_1


Dengan penuh emosi pak wahyu menekan tombol eject disebuah meja depan sebuah kontainer dan tak lama sebuah benda meluncur melewati lorong baja yang menuju ke atas.


Sesaat kemudian kontainer yang berisikan armor ballistic mendarat di atap sebuah gedung berlantai tiga puluh lima tersebut.


Sebuah panel terbuka saat william memasukkan kata kunci melalui voice command.


Tak berapa lama kemudian tubuh william sudah menghilang dalam tumpukan vibranium dan berubah menjadi sosok makhluk hitam bersayap.


"Pak will kali ini saya saja yang akan memandu.."


ujar sebuah suara pria dari balik jalur komunikasi.


"Pak wahyu sepertinya lagi ngambek.."


ujar anto sembari melihat ke arah pak wahyu yang sedang berada di kursi depan monitor besar di tengah thunderlair.


Gundala hanya menggelengkan kepala saat mendengarnya.


"To kirim lightning sector ke point dua.."


ujar gundala sembari mengembangkan kedua sayap pulsarnya dan mulai melompat dari atas atap sancaka tower.


Kedua sayap pulsar dipunggungnya terkembang saat gundala melayang melewati celah beberapa gedung di sekitar tower tersebut.


Dan tak lama kemudian mendarat dengan mulus diatas sebuah pelataran besar di depan sebuah museum.


Sesaat setelah mendarat kedua sayap pulsarnya tertarik ke belakang dan kemudian gundala melangkah menuju sebuah lorong di samping museum tersebut.


Tepat di samping museum terlihat sebuah kendaraan berwarna hitam telah menunggunya.


Kendaraan dengan mesin modifikasi helikopter pabrikan marine turbine sudah siap mengawal sayap malam melewati jalanan malam itu.

__ADS_1


__ADS_2