Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
DevOps12


__ADS_3

Sebuah benda besar nampak muncul dari kedalaman laut saat sebuah sirene tanda bahaya mulai terdengar.


Sebuah kapal selam bertenaga nuklir yang sudah hampir terendam di bagian dalamnya nampak terlihat mengambang di permukaan air.


Beberapa helikopter dan beberapa kapal penjaga pantai mulai mengelilingi kapal selam tersebut saat sebuah tanda bahaya terlihat dari balik monitor di markas besar mereka.


"Kau.." seru salah satu fero sapiens sembari menatap tajam ke arah gundala.


"Kalian semua akan ditangkap.."


ujar sayap malam sembari melangkah ke arah dinding kapal selam tersebut.


"Kau harus habis disini!!" seru seekor fero sapiens sembari melompat kearah sayap malam.


Namun kembali sebuah tinju dari power gloves menghantamkanya ke arah pintu baja.


"Misi selesai.." ujar gundala sembari merentangkan kedua lenganya.


Dari balik armor mariner yang digunakanya terlihat dua buah mini roket meluncur deras ke arah dinding baja dibelakangnya dan sebuah ledakan kembali terjadi saat mini roket tersebut bersentuhan dengan permukaan dinding dibelakang sayap malam dan meledakanya.


Sebuah lubang besar kembali terlihat dari balik ledakan tersebut dan kembali air laut memasuki ruangan bagian dalam kapal selam.


Dari balik lubang bekas ledakan terlihat sesosok makhluk hitam meluncur dengan kecepatan tinggi menuju ke arah kedalaman laut.


Pak wahyu dan anto hanya tersenyum saat melihat sebuah bayangan hitam meluncur menuju kedalaman dari balik monitor thunderlair.


"Tugas selesai.."

__ADS_1


Beberapa hari kemudian di sebuah taman di depan sancaka tower tampak terlihat tiga pria sedang duduk bersebelahan di sebuah bangku panjang taman tersebut.


"Baru kali ini kita bertiga nongkrong di luar yah.."


ujar anto sembari membuka sebuah bungkusan kertas yang dibawanya dari sebuah cafe di seberang taman.


Tiga gelas kopi dan tiga buah sandwich bread tampak terlihat dari balik bungkusan berwarna coklat tersebut.


"Akhirnya interpol menangkap mereka pak.." ujar william pelan sembari menyeruput kopi dalam genggamanya.


"Yah mereka semua tertangkap basah beserta barang bukti yang mereka bawa.." ujar pak wahyu melanjutkan.


"Ratusan kontainer Blue angels dan the egg beserta sebuah kapal selam nuklir bakal jadi bukti kuat untuk memenjarakan mereka.." ujar anto kembali.


"Kolonel sanchez dibebas tugaskan dan dihadapkan ke mahkamah militer.." ujar william menimpali.


"Dan..sancaka chemistry mengambil alih seluruh saham chemicalyte.." ujar william sembari tersenyum.


"Dan hasil audit sancaka industri singapore.." kembali william berkata.


"Tidak ada kebocoran dana apapun.." lanjutnya sembari menggigit ujung roti sandwich dalam genggamanya.


"Saya selalu percaya sama pak george will" ujar pak wahyu.


"Eyang dan ayahku juga percaya penuh pada pak george pak.."


kembali william berkata.

__ADS_1


"Dan bagaimana dengan mbak sarah?" tanya pak wahyu cepat.


"Sepertinya dia sudah tidak menangani kasus sayap malam lagi pak.."


kembali william berkata.


"Yap..aku senang mendengarnya.."


jawab pak wahyu sembari melayangkan pandanganya ke arah gedung berlantai tiga puluh enam tersebut.


"Jadi bagaimana sekarang?" tanya Anto cepat.


"Semalam pak burhan mengirim pesan.." ujar pak wahyu kembali.


"Dia bilang ada seorang maniak gila yang mau meledakkan beberapa gedung dalam beberapa hari kedepan.."


ujar pak wahyu sembari menyeruput kopi nya.


"..sepertinya sudah dimulai pak.."


ujar william saat melihat ke arah layar monitor raksasa yang menayangkan sebuah berita dari sebuah stasiun televisi.


Tampak sebuah gedung mengeluarkan asap tebal dari salah satu tingkatnya sementara beberapa orang berlarian menghindari puing puing yang berjatuhan dari atap gedung tersebut.


Pak wahyu dan anto hanya saling menatap sementara william berlari ke sebuah pojokan taman tersebut dan menghilang.


Deru sebuah mesin besar kembali terdengar saat sesosok makhluk hitam bersayap memacu kendaraan tersebut menuju sebuah gedung yang baru saja meledak.

__ADS_1


"To..benahi semua kita nongkrong di thunderlair saja.." ujar pak wahyu yang dijawab oleh sebuah senyuman dari pemuda di sampingnya.


"Selamat bertugas sayap malam"


__ADS_2