
"Kamu tahu yu dasar kimia dan teknik mesin kan??" tanya seorang pria dihadapan pemuda berkaos biru.
"Tahu dong Hu.." ujar wahyu cepat.
Wahyu selalu memanggil dosen nya dengan sebutan Suhu.
Sebuah panggilan seorang murid kepada gurunya di film mandarin yang selalu di tonton nya pada akhir pekan melalui sebuah Video player Betamax.
"Bagus jadinya aku tidak perlu mengajarkan lagi sama kamu.." ujar insinyur Sancaka sembari menepuk pundak wahyu.
Insinyur Sancaka seorang dosen dan rektor sebuah universitas yang menjadi pembimbing sekaligus rekan kerja pak wahyu.
Universitas Sancaka adalah sebuah sekolah tinggi tingkat lanjutan yang dimiliki oleh pria tersebut.
Beberapa mahasiswanya berhasil meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri.
Sementara Pak wahyu setelah lulus dengan gelar Strata satu magna cum laude kembali melanjutkan study nya di jerman.
Berkat beasiswa dari Yayasan Sancaka pak wahyu kembali ke negara nya dengan membawa gelar Strata dua magna cum laude.
Tak lama kemudian Insinyur sancaka menawari pak wahyu untuk mengajar di universitas yang didirikanya serta membantunya dalam mengerjakan beberapa proyek besar Sancaka industri.
"Kamu tinggal di rumah saja yu biar dekat ke tempat kerjaan.." ujar pak sancaka cepat.
Sudah hampir satu tahun Rumah besar yang dibeli pak sancaka mengalami renovasi besar besaran.
Rumah besar serta lahan seluas tiga hektar dibelinya dari seorang pria keturunan belanda beberapa tahun yang lalu.
Sewaktu pak sancaka mengambil alih property tersebut banyak sudut bangunan dan lahan yang hampir hancur dimakan usia.
Dengan bantuan beberapa pengembang pak sancaka kembali mendesain ulang dan membangun Wisma Sancaka tanpa merubah struktur aslinya.
"Kenapa kamu tidak mau tinggal dirumahku yu?..takut demit yah?" tanya pak sancaka.
Rumah besar yang dibeli oleh pak sancaka dari pria belanda tersebut mempunyai banyak cerita kejadian supranatural.
Beberapa tetangga selalu bilang ada penampakan makhluk halus di sekitar rumah tersebut.
__ADS_1
"Asal kita ndak macem macem mereka juga ndak kan ganggu yu.." kembali pak sancaka berkata.
"Poko e sore ini kamu harus tiba dirumahku yo.." ujar pak sancaka pada pria berkaos biru dihadapanya.
Wahyu sangat mengerti sifat pria dihadapanya pak sancaka orang yang tegas dan tidak pernah mau ditolak jika meminta sesuatu.
Sore itu sebuah Taxi berwarna kuning berhenti tepat di depan sebuah bangunan besar bergaya kolonial ditengah lahan seluas tiga hektar.
Setelah melewati dua gerbang besar di depan taksi berwarna kuning tersebut berhenti tepat di sebuah lobby yang bertuliskan WISMA SANCAKA diatasnya.
"Masuk Yu!!"
seru sebuah suara dari depan pintu besar berukiran jepara.
"Siap Hu"
sahut wahyu sembari mengangkat beberapa kopornya dari balik bagasi taxi berwarna kuning tersebut.
"Lima ratus rupiah pak"
"Nah!!..gitu dong!!" ujar pak sancaka menepuk pundak wahyu sembari keduanya berjalan memasuki bangunan besar tersebut.
Sebuah bangunan bergaya kolonial dengan sebuah taman luas dibelakang dan beberapa istal untuk kuda terlihat di ujung lahan tersebut.
"Radit kemana hu?"
tanya wahyu pada pak sancaka sesaat setelah mereka berdua melewati lorong panjang dibelakang ruang tamu.
"Mas!!.." sebuah suara memanggilnya dari atas tangga yang menuju ke ruangan besar di lantai dua.
Seorang pria berlari menuruni tangga besar yang melingkar dihadapanya dan mencium tanganya setelah berhadapan denganya.
"Waduh..yang baru pulang dari malaysia.."
ujar wahyu saat berhadapan dengan radit.
"Proyek belum selesai sudah mau pulang...huuu.."
__ADS_1
ujar pak sancaka saat melihat anak semata wayangnya berdiri dihadapanya.
Sebuah proyek kerjasama untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air antara pemerintah negara jiran dan sebuah perusahaan bernama Sancaka power tengah berjalan dinegara tersebut.
Proyek raksasa yang dibangun dengan menggunakan konsep aliran air dalam laut untuk menyalakan sebuah turbin yang terpasang di kedalaman tertentu menjadi sebuah proyek awal sancaka industri melangkah ke dunia internasional.
Seorang engineer muda bernama Raditya sancaka ditunjuk menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
"Denger denger kau mau nikah yah?" ujar wahyu cepat.
"Iya doain yah mas" ujar radit sembari tersenyum
"Iyo..calonya iku londo .." ujar pak sancaka.
"Londo ireng ae lah..banyak nang kene.." kembali pak sancaka berkata sembari tertawa.
"Iki beda lho hu..iki londo madhe in eng lan.." ujar wahyu sembari berkata dengan logat jawa.
Ketiga pria tersebut kembali tertawa sembari melangkah menuju ruang restorasi di ujung lorong tersebut.
"Dit..bantu Mas mu benahi barang barangnya.." ujar pak sancaka cepat.
Dengan cepat Radit mengambil beberapa barang yang dibawa wahyu menuju sebuah kamar di lantai dua.
"Kamarnya diatas ya Mas.." ujar radit saat menaiki tangga menuju sebuah ruangan di ujung tingkat dua.
Pak wahyu hanya menganggukan kepala dan tak lama pak sancaka kembali menepuk pundaknya.
"Kalau mau makan duluan saja yu..aku tadi beli sate sama martabak telor.."
kembali pak sancaka berkata sembari melangkah menuju lorong di kiri mereka.
"Siap Hu.." ujar pak wahyu cepat.
"Aku ada perlu sebentar..mau ketemuan sama Jendral.." ujar pak sancaka kembali sembari tertawa.
"Jendral kancil Hu.." kembali wahyu menjawab sembari tertawa.
__ADS_1