Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Fiercing Thunder


__ADS_3

Di tengah kobaran api dari sebuah bangunan yang terbakar terlihat sebuah sosok baru dari Sayap malam.


Sebuah sosok baru dari hasil gabungan Armor ballistic dan lightning sector berdiri tegap di tengah massa yang tengah mengamuk.


Seorang pria yang membawa balok besar menghantamkanya ke arah sosok dihadapanya namun sebuah tinju bersarang tepat di dagu pria tersebut.


Setelah beberapa gigi terlepas pria dihadapan makhluk hitam bersayap tersebut terlempar dan berhenti setelah menghantam sebuah bak sampah di pinggiran jalan.


Sebuah tinju dari makhluk mutasi setinggi tiga meter melayang tepat ke arah gundala dan berhenti setelah tinju tersebut menghamtam topeng ballistic sector.


Gundala menggenggam tinju dari makhluk tersebut dan dengan kaki kirinya menendang bagian bawahnya.


Seketika makhluk mutant dihadapanya terlempar ke arah massa yang sedang mengamuk.


"Pak will power Ballistic armor bertambah tiga ratus persen.."


ujar Anto dari balik sebuah monitor besar di dalam Thunderlair.


"Ballistic Sector Armor!!"


teriak pak wahyu dari balik pintu labolatorium.


"..iya pak will maksud saya Ballistic sector.." ujar Anto sembari tertawa kecil.

__ADS_1


Gundala mengepalkan kedua tinjunya dan tak lama terdengar sebuah suara berdengung dari arah Power gloves yang dikenakanya.


"Sekarang baru seimbang"


ujar gundala sembari melompat ke depan dan mulai menghajar makhluk mutant dihadapanya.


Satu makhluk besar terkapar setelah menerima sebuah serangan dari gundala sementara satu makhluk mutant lainya terlempar ke arah sebuah truk yang terparkir di sisi jalan.


Satu makhluk mutant kembali terkena tinju dari power gloves dan melemparkanya.


Sesaat sebelum menyentuh tanah makhluk besar tersebut menghantam sebuah mobil di dekat perempatan jalan dan membuatnya terguling beberapa kali hingga akhirnya menimpa makhluk tersebut.


"Tiga makhluk besar sudah dibereskan tinggal massa yang masih mengamuk.." ujar Anto


Tak lama hujan mulai turun di sekitar tempat pertempuran tersebut.


Beberapa genangan air mulai terlihat dan aliran air yang mengalir dibawah trotoar mulai terlihat naik.


Sementara para massa yang tengah mengamuk terlihat basah diguyur hujan malam itu.


Sesaat Gundala menatap ke arah massa yang sedang mengamuk dihadapanya dan kembali melangkah cepat menuju ke arah massa tersebut.


Sambil setengah berlari gundala menyentuh sebuah tombol di powerbeltnya.

__ADS_1


"Irma naikkan tenaga Electrik blaster" ujar Gundala.


Lenganya menyentuh sebuah tombol di power belt yang terpasang dipinggangnya tak lama kemudian sebuah dengungan keras kembali terdengar.


"Electrik blaster siap digunakan : status - aktif" ujar irma dari balik ballistic head gear.


Kilatan cahaya berwarna putih terlihat mengalir ke arah power gloves dari punggung gundala dan terkumpul tepat di telapak tanganya.


Massa yang melihat sosok hitam yang mendekati mereka mulai menyerbu gundala dengan beberapa senjata.


Setelah tenaga dari vibranium baterai terkumpul di kedua telapak tanganya.


Gundala dengan segera menghantamkan kedua telapak tanganya yang dipenuhi energi listrik ke tanah basah tempat tersebut.


Puluhan ribu watt listrik dari kedua lenganya dengan cepat menjalar ke segala arah dan menyengat seluruh massa yang tengah mengamuk.


"..misi selesai.." ujar Gundala dari balik headgearnya.


"..pintar.." ujar Anto.


"Massa yang basah terkena air hujan menjadi konduktor untuk menyalurkan listrik dari electric blaster.."


ujar pak wahyu menerangkan dari balik labolatorium.

__ADS_1


"Iya pak semuanya kelihatanya sudah pingsan.." ujar Anto sembari memutar kamera di beberapa drone yang terbang rendah di tempat tersebut.


Para petugas keamanan mulai terlihat disekitar tempat tersebut sementara Gundala kembali menaiki lightning sector dan menghilang di kegelapan malam.


__ADS_2