
".sial.." gumam Gundala sembari menekan dinding di sisinya dengan kedua lengan dan menjejakkan kakinya ke dinding dibelakangnya agar posisi tubuhnya tetap stabil.
Sebuah hantaman ombak besar yang datang secara tiba tiba datang dari sisi kiri dan menghantam sisi kapal tersebut.
Sesaat kapal besar tersebut terasa bergetar dan membuat sosok hitam yang tengah merayap di dalam saluran ventilasi terhempas dan menabrak sebuah sisi dinding bagian dalam saluran ventilasi.
Beberapa pria yang sedang bekerja di bawah mendengar suara tersebut dari balik sebuah mesin besar dihadapan mereka.
"Suara apa itu.."
seru seorang pria dari balik mesin besar dihadapanya sembari melangkah ke arah sumber suara tersebut.
Sesaat pria tersebut menatap tajam ke arah saluran ventilasi di atas kepalanya.
Namun sesaat kemudian sebuah sirene berbunyi dari balik sebuah ruangan di balik mesin besar tersebut.
"Waktunya makan malam!!" seru seorang pria dari balik sebuah ruangan.
"Ah..akhirnya.." seru pria yang sedang berdiri dibawah saluran ventilasi.
Tak lama setelah sebuah sirene berbunyi beberapa pria yang berada di sekitar mesin kapal tersebut berjalan meninggalkan ruangan.
Gundala menghela nafas lega setelah melihat ruangan di bawahnya kosong.
__ADS_1
Hanya ada dua pria dibalik sebuah ruangan kontrol di atas mesin besar dihadapanya sementara para pekerja lain sudah meninggalkan tempat tersebut.
Perlaha gundala membuka sebuah penutup ventilasi saluran udara dan merayap melalui celah terbuka sebelum mendarat mulus tepat di sebelah mesin besar dihadapanya.
"..titiknya menghilang di sekitar sini.."
kembali gundala berkata sembari melihat monitor pelacak dari power gloves yang dikenakanya.
Sebuah micro tracker yang menempel pada tubuh seorang pria berpakaian putih yang dijumpai gundala saat berada di dalam labolatorium bekas pengolahan bahan dasar Blue angels tiba tiba menghilang
Sebuah pelacak micro yang memancarkan sinyal untuk memberikan posisi objek tersebut secara realtime tiba tiba hilang sesaat setelah pria berpakaian putih tersebut melewati sebuah ruangan di balik mesin besar penggerak kapal yang berada di tingkat bawah.
"Pak will tepat dibawah ruang kontrol mesin ada sebuah lift.."
"..sepertinya liftnya menuju sebuah ruangan di tingkat paling bawah.." ujar pak wahyu menambahkan.
Anto hanya menggelengkan kepala saat melihat struktur desain kapal tersebut yang sudah mengalami perubahan besar besaran pada beberapa bagian.
"Struktur ruangan mesin benar benar sudah berubah total.." kembali anto berkata.
Dengan cepat sosok hitam tersebut melangkah menuju sebuah lift tepat dibalik ruang kontrol mesin.
Dengan sebuah cengkeraman dari power gloves gundala membuka pintu elevator dihadapanya.
__ADS_1
Dua buah tali penyangga elevator tersebut terlihat menjuntai ke bawah saat sebuah lorong vertikal tampak terlihat dihadapanya setelah pintu elevator terbuka.
"..labolatoriumnya tepat dibawah.."
ujar gundala sembari melompat ke arah dinding saluran elevator dan kembali merayap melalui saluran tersebut menuju sebuah ruangan dibawahnya.
"..keamananya tampak lemah.."
ujar anto sembari menatap sosok hitam yang sedang merayap melalui saluran tersebut.
"Kenapa to?" tanya pak wahyu cepat.
"Untuk keamanan tambahan biasanya jika sebuah ruangan ingin keberadaanya dirahasiakan.." ujar anto menjawab.
"Seluruh jalur menuju ruangan tersebut akan diamankan oleh beberapa sistem.."
ujarnya cepat.
"..kecuali.." ujar pak wahyu menambahkan.
"Mereka akan memindahkan labolatoriumnya.."
ujar anto sembari menatap tajam ke arah monitor yang sedang menampilkan sosok hitam yang sedang turun di sebuah lorong panjang menuju labolatorium.
__ADS_1