
"Ketiga pria yang ditangkap Gundala di atas fly over cuma orang bayaran.."
ujar Anto pada pak wahyu yang sedang berada dalam Thunderlair.
"Menurut pengakuan mereka.."
kembali Anto berkata sembari membuka beberapa profile dari beberapa media sosial.
"Ada seseorang menghubungi mereka cuma untuk mengawasi seluruh kejadian di selatan.." ujarnya kembali.
"Ada info tentang orang yang menyuruh mereka?" tanya william dari balik headgearnya.
Anto hanya menggelengkan kepalanya dan kembali berkata.
"Ada seseorang yang menghubungi mereka meminta untuk merekam seluruh kejadian di selatan.." ujar anto kembali.
"Sehari sebelumnya mereka mendapat transferan dari seseorang dari luar negeri.." kembali anto berkata.
"Ketiga preman itu cuma disuruh merekam seluruh kejadian tersebut..terus file rekamanya dimana to?" tanya pak wahyu.
"Kamera yang mereka gunakan terhubung ke sebuah sistem penyimpanan di sebuah cloud.."
ujar anto sembari menunjuk ke arah sebuah monitor di sudut meja.
"..IP nya sedang saya trace pak.." ujar anto kembali.
"Kenapa buka media sosial to?" tanya pak wahyu.
"Saat ini pak semua orang di dunia bisa di data.."
ujar Anto sembari menatap sebuah profile wanita di sebuah halaman instagram.
__ADS_1
"Maksud saya sekarang seluruh orang di dunia Ingin di data.."
kembali anto berkata sembari tertawa.
"Iya mereka membuka data diri mereka di internet..
dengan harapan agar mudah berinteraksi dengan orang lain.."
ujar william sembari terus menatap tayangan dari beberapa drone dari balik thundervisornya.
"Sebenarnya bukan untuk memudahkan dalam hal berinteraksi pak will..cuma memudahkan beberapa pihak untuk meng akses data mereka.."
ujar Anto kembali sementara pak wahyu berjalan mendekati sebuah meja panjang dan mulai menyeduh dua gelas teh hangat.
"Bahkan Agensi sekelas CIA dan m16 kalau mereka sedang memburu seorang tersangka mereka menggunakan media sosial pak.." kembali Anto menerangkan.
William dari balik ballistic armor headgear hanya menyimak penjelasan dari Anto sementara beberapa drone miliknya terbang rendah di sekitar bangunan di pinggiran pantai yang sedang digunakan untuk sebuah kegiatan bagi para pemuda.
****
Di sebuah ruangan dalam kantor metro department kepolisian terlihat seorang penyidik wanita sedang membuka buka beberapa tumpukan berkas berkas lama dari beberapa kasus.
"..aneh.."
ujarnya dalam hati sembari membuka beberapa lembaran file lama dihadapanya.
"..kenapa info tentang sosok makhluk bersayap semuanya sepertinya.."
Kembali wanita penyidik tersebut berkata dalam hati dan mulai membuka beberapa halaman website di laptopnya.
"Kerja lembur mbak.."
__ADS_1
tanya seorang pria saat sedang membersihkan beberapa meja di ruangan tersebut.
"..eh iya.." sahut penyidik wanita tersebut singkat.
Sang penyidik wanita tersebut dengan cepat menutup halaman sebuah website dan menutupi beberapa file di meja tersebut.
"Lagi cari info gundala mbak?"
tanya pria tersebut sembari meneruskan pekerjaanya.
Sesaat Sarah hanya menatapnya dan bertanya.
"Apa yang kau ketahui tentangnya?"
tanya Sarah pada seorang pria dihadapanya.
"..cuma sebuah urban legend mbak.."
jawab pria tersebut sembari mengambil beberapa gelas kopi dan teh yang telah kosong dari sebuah meja.
"Beberapa orang bilang tidak nyata..beberapa orang bilang..ada.."
kembali pria tersebut berkata.
"Apa hubunganya dengan department metro?" tanya Sarah cepat.
Pria dihadapanya cuma menggelengkan kepala dan berkata.
"Tidak ada hubungan apa apa mbak.."
ujar pria dihadapanya sembari meneruskan membersihkan sebuah meja.
__ADS_1
"Tapi beberapa orang menganggapnya sebagai pahlawan…" ujarnya kembali.