Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Targets


__ADS_3

Tak lama pria dihadapanya berlalu menuju sebuah ruangan di belakang untuk menyimpan beberapa gelas kosong diatas baki yang dibawanya.


Beberapa gelas kosong tersebut diletakkan diatas sebuah meja panjang dan pria tersebut kembali melangkah menuju ruangan janitor dihadapanya.


Sebuah mop dan ember berisi air sudah berada dalam genggamanya setelah pria tersebut melangkah keluar dari sebuah ruangan dan sesaat sebelum pria tersebut memulai tugasnya sebuah suara kembali berkata.


"Bisa jelaskan semuanya?"


tanya sarah sembari menarik sebuah kursi di sampingnya dan mempersilakan pria dihadapanya untuk duduk.


"Apa yang mbak sarah ingin ketahui?"


tanya pria tersebut kembali bertanya sembari memasukkan mop nya ke sebuah ember berisi air dan mulai memeras air di ujung mop tersebut dengan sebuah handle yang terpasang di ujungnya.


"Saya katakan..saya ingin tahu semuanya.." kembali sarah berkata sembari menatap tajam ke arah pria dihadapanya.


Pria dihadapanya hanya tersenyum dan mulai membersihkan lantai di sekitar meja tersebut sembari mulai bercerita.


"Ceritanya dimulai puluhan tahun ke belakang mba.."


ujarnya sembari melipat sebuah lap di atas sebuah meja dan kembali menyapu lantai dihadapanya dengan sebuah mop basah.


Sarah menyimak penjelasan pria dihadapanya dengan sangat serius.


****

__ADS_1


Disebuah ruangan di dalam sebuah bangunan yang menjadi markas besar Badan Radiasi Nasional beberapa pria berpakaian hazmat meneliti dan menganalisa beberapa benda yang hangus akibat terkena jilatan api bekas kebakaran dan sebuah benda yang terkena radiasi dari sambaran petir.


"Fenomena yang terjadi beberapa puluh tahun lalu.."


ujar salah seorang pria berpakaian putih tersebut.


"Beberapa sampel dari benda yang terkena radiasi listrik beberapa puluh tahun lalu juga masih ada pak.."


ujar salah satu pria dalam pakaian hazmat kembali berkata.


"..bisa terkena radiasi kenapa pak?" tanya salah satu pria dibalik sebuah ruangan penelitian.


"Beberapa puluh tahun lalu ada sebuah…"


"..urban legend..seperti mitos tapi nyata.." kembali pria tersebut berkata.


"Ada seorang pria berpakaian hitam dengan kekuatan petir.."


kembali pria tersebut melanjutkan.


"..crime fighter pak?"


tanya salah satu anak muda dalam pakaian lab bertanya.


"Seperti itulah..istilah keren nya Pemberantas kejahatan.."

__ADS_1


ujar pria tersebut kembali berkata sembari berjalan berkeliling ruangan.


"Disini ada juga yah pak seorang superhero.." ujar salah satu pria berkata sembari membukan beberapa diagram mineral dalam komputer dihadapanya.


"Seperti itulah..namun.." kembali pria tersebut berkata sembari mengeluarkan sebatang rokok dari saku nya.


"Pak maaf tapi disini tidak boleh merokok.." seru salah satu pria dalam pakaian hazmat.


Pria tersebut mengacuhkan larangan nya dan mulai mengeluarkan sebuah korek gas dari dalam saku celana nya.


Sebuah api kecil mulai terlihat ketika pria tersebut menyalakan sebuah pemantik di atas korek gas dalam genggamanya tersebut.


Rokok yang mulai menyala dihisapnya dalam dalam dan dengan sebuah hembusan kepulan asap mulai terlihat keluar dari mulut nya.


Beberapa pria dalam ruangan tersebut hanya menggelengkan kepala melihatnya.


****


Di dalam sebuah bangunan besar di pinggir pantai yang tampak meriah mulai dipadati beberapa pemuda yang berdatangan.


Sesosok bertudung hitam dan memakai sebuah jas panjang menyelinap diantara para pemuda yang mulai berkerumun di pintu masuk bangunan tersebut.


Langkah sosok bertudung hitam tersebut tiba di sebuah ruangan dance floor luas di tengah bangunan tersebut.


Mata nya menatap tajam ke arah panggung tempat seorang DJ yang sedang memainkan beberapa house mix.

__ADS_1


__ADS_2