
Sebuah Gedung bertingkat yang di cat dengan warna silver berdiri tepat di sebelah bangunan Bank of singapore.
Bangunan berbentuk segi lima bertingkat tiga puluh berdiri tegak di atas sebuah kompleks pusat kegiatan bisnis di salah satu area tersibuk di Asia tenggara.
Tertulis beberapa kata di sebuah LCD layar besar di ke empat sisi bangunan bertingkat tersebut.
Sancaka Tower Singapore tertera di ke empat sudut bangunan tersebut tepat di sebelah logo sepasang sayap yang mengapit tulisan besar ditengah layar.
"Pak William How are you?"
sapa seorang pria saat melihat william turun dari sebuah helikopter yang mendarat di landasan helipad bangunan tersebut.
William hanya mengangguk dan sedikit tersenyum saat bersalaman dengan beberapa pria yang menyambutnya.
Sejenak kegiatan dalam bangunan tersebut terlihat sangat sibuk saat mengetahui inspeksi dadakan dari sang Pemilik sebuah perusahaan bertaraf internasional bernama Sancaka industri.
"Jadi pak will akan melakukan beberapa kunjungan ke beberapa project dan memeriksa laporan keuangan dari beberapa sektor"
Ujar salah satu manager saat diadakan sebuah meeting beberapa jam sebelum inspeksi tersebut diadakan.
"Saya tidak bisa lama lama disini pak george saya harus kembali ke pusat" ujar william pada salah satu General manager sancaka industri.
Pria bernama George hanya tersenyum dan mempersilakan william masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah disediakan untuknya.
__ADS_1
"What would you like to drink pak will?" tanya pak George sembari membuka sebuah freezer di salah satu sudut ruangan tersebut.
"Just let me get this straight mr george.." ujar william cepat.
"Keperluan saya kesini karena ada beberapa kejanggalan di laporan keuangan dalam beberapa bulan terakhir.."
ujar william sembari menatap ke arah jendela besar yang menampilkan sebuah pemandangan ke Sentosa island.
Pak George hanya terdiam dan kemudian mencoba mencairkan suasana dengan menuangkan segelas minuman pada pria dihadapanya.
"A good a cup of arabian coffee perhaps after long trip from jakarta?" tanya pak george cepat.
William hanya melirik sedikit ke arah pak george dan kembali menatap ke arah jendela besar tersebut.
Pak george dengan santai menyeduh segelas kopi arabica yang berada di dalam sebuah cangkir dan memberikanya kepada William.
Pak george hanya menarik nafas panjang dan kembali berkata.
"What makes this company great..because we have a Family that gave everything what they have.." kembali pak george berkata.
"..aku sudah bersama sancaka industri selama puluhan tahun.." ujar pak george cepat.
"Dari masa akhir kepemimpinan Eyangmu dan Ayahmu.."
__ADS_1
kembali pak George berkata sembari melangkah menuju sebuah meja besar yang berada ditengah ruangan.
"Can i trust you pak george?"
ujar william memotong pembicaraan tersebut sembari melangkah menuju ke sebuah sudut ruangan yang berseberangan dengan meja besar tersebut.
"If you dont trust me i wouldnt be here.." jawab pak george cepat.
Mendengar jawaban dari pak george william hanya tertawa dan kembali meneruskan pembicaraanya.
"Audit perusahaan akan dilakukan minggu depan pak george.." ujar william kembali.
Pak george hanya menyimak sembari menatap sebuah layar lcd berisi laporan tahunan dari beberapa cabang perusahaan Sancaka industri di singapore.
"Just make sure the auditor not found anything suspiscious about our company financial report.."
ujar william sembari menyeruput kopi arabica di dalam cangkir dihadapanya.
"Jangan kecewakan kami pak george.." kembali william berkata sembari menaruh cangkir kopi di atas sebuah meja dihadapanya.
"..karena kami tidak akan pernah mengecewakanmu.."
Kembali william berkata sembari melangkah meninggalkan ruangan meeting tersebut.
__ADS_1