Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
Analyzer


__ADS_3

""Analisa awal dari Blue Angels.."


ujar pak wahyu sembari menatap sebuah layar di dalam tablet dalam genggamanya.


"..hexadium tercampur dengan tetranol.." ujar pak wahyu menjelaskan.


William dan Anto hanya menyimak penjelasan pak wahyu.


"Pak..bisa langsung ke point utamanya?" tanya will sembari menatap sebuah pil berwarna biru di hadapanya.


"Salah satu senyawa kedua campuran bahan bahan ini dapat mengakibatkan sebuah efek mutasi sementara.." ujar pak wahyu.


"Iya tadi saya lihat tayangan berita di tivi makhluk mutasi mulai kembali ke bentuk semula.." ujar Anto sembari mencari sebuah link tayangan video streaming.


"..dan tetranolnya bukan bahan yang umum.." ujar pak wahyu sembari menatap sebuah cairan dalam wadah plastik di dalam lab.


"..artinya apa pak?" tanya Anto penuh selidik.


"Tetranolnya sudah dimodifikasi.." ujar pak wahyu kembali.


"Yang jadi pertanyaan..dimana mereka membuat bahan bahan ini.." ujar william pelan sembari menyentuh sebuah kapsul berwarna biru.


"..untuk memproduksi bahan bahan seperti ini..butuh labolatorium.." ujar Anto.


"Dan untuk bisa memproduksi massal butuh sebuah pabrik.." kembali pak wahyu berkata.


"..chemicalyte.." ujar william singkat.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang janggal dari perusahaan itu will.."


ujar pak wahyu sembari melangkah menuju monitor besar di dalam thunderlair.


"Dua tahun ke belakang perusahaan ini masih dimiliki seorang ilmuwan kewarga negaraan prancis.."


ujar pak wahyu sembari membuka sebuah profil facebook.


Jamiroqui montserrat tertulis di atas halaman profil pria yang sedang memegang sebuah stik golf saat berpartisipasi dalam sebuah turnamen.


"Pemain Golf amatir.." ujar pak wahyu.


"Selain golf orang ini juga punya sebuah kasino terapung pak.."


ujar william sembari menunjukkan sebuah kapal pesiar di handphone nya.


kembali pak wahyu berkata sembari mencari sebuah link di internet.


"..ada yang mencurigakan juga pak di perusahaan chemicalyte.." ujar Anto


William dan pak wahyu kembali menatap layar lcd yang terpasang di Thunderlair.


"Beberapa minggu kemarin saat terjadi insiden di chemicalyte para pemegang saham dan pemodal beberapa projectnya mengadakan rapar dadakan.."


ujar Anto sembari menunjukkan sebuah berita di sebuah website.


"Pemegang saham mempertanyakan bahan tetranol yang berada di dalam gudang yang terbakar.." kembali Anto berkata.

__ADS_1


"Dan sekarang dua pemegang saham terbesar chemicalyte menarik dukunganya.."


ujar William saat matanya tertuju pada sebaris spasi di dalam sebuah berita.


"Tapi nampaknya walau dukungan pendanaan ditarik orang dibalik produksi blue angels sudah tidak peduli.." ujar pak wahyu


"Maksudnya pak?" tanya Anto.


"Blue Angels sudah mencapai tahap akhir.." kembali pak wahyu berkata sembari menatap sebuah kapsul berisi cairan berwarna biru dihadapanya.


"..artinya orang dibelakang blue Angels sudah mendapat dukungan pendanaan dari pihak lain.." ujar Will pelan.


"To bisa cek Queen Atlantic merapat dimana?" tanya Will cepat.


Anto hanya tersenyum mendengarnya dan tak lama Anto kembali berkata.


"Kapal Pesiar Queen Atlantic aka. merapat di pelabuhan singapura pak dua hari dari sekarang.."


jawab Anto sembari menunjuk ke arah monitor lcd dihadapanya.


"Sepertinya kau mau liburan menggunakan kapal itu yah?" ujar pak wahyu.


"Begitulah.." ujar william sembari tertawa sementara lenganya menekan beberapa tombol di handphone nya.


"..nampaknya beberapa hari kedepan saya harus mengunjungi beberapa cabang Sancaka industri di singapura pak.." ujar william kembali.


Pak wahyu dan Anto hanya tersenyum saat mendengarnya.

__ADS_1


Mereka mengetahui apa yang ada dibenak william saat itu.


__ADS_2