
Tampak sebuah komunikasi terhubung dari sebuah kapal selam bertenaga nuklir saat hendak merapat ke sebuah kapal pesiar Atlantic queen.
"Labolatoriumnya sudah kami pindahkan ke ruangan paling bawah kapal ini.."
ujar montserrat pada seorang pria berpakaian militer melalui sebuah panggilan video.
"Kami pasang the egg sebagai labolatorium sementara.."
kembali montserrat berkata sembari tertawa.
"Saat kapal selam anda merapat ke atlantic queen kami akan membuka sebuah dinding di sisi kiri ruangan dasar agar anda dapat mengangkut the egg melewati penghubung.."
kembali montserrat berkata sembari menuangkan segelas wine.
"Cheers.." sahutnya sembari mengangkat gelasnya.
"..the egg disimpan di dasar kapal untuk menghindari pemeriksaan interpol saat merapat di singapura.."
ujar kolonel sanchez saat mendengar penjelasanya.
"Agar memudahkanmu untuk memindahkan seluruh operasional kita ke suatu tempat.."
ujar montserrat kembali.
"Proses pemindahan labolatorium setelah atlantic queen memasuki perairan internasional.."
ujar montserrat kembali.
__ADS_1
"Si brengsek itu. "
ujar Gundala sembari terengah engah saat kembali muncul ke permukaan dan menghirup udara segar di dalam sebuah ruangan besar dalam sebuah kapal selam bertenaga nuklir.
"Will.." sebuah suara dari balik jalur komunikasi kembali terdengar.
"Ya pak saya berada di dalam sebuah ruangan dalam kapal selam.." ujar gundala cepat.
"Labolatoriumnya.." seru anto cepat.
"Saya sedang melihatnya.."
seru gundala saat melihat sebuah bangunan berbentuk oval dihadapanya.
Tembok baja disekeliling ruangan tersebut mulai terlihat saat air mulai surut.
Gundala kembali berlari menuju sebuah sudut gelap ruangan besar tersebut setelah mendengar sebuah tuas tertarik dari sebuah ruangan pengawas di atas.
"Kenapa to?" tanya pak wahyu kembali.
"Thunderlair akan jadi lebih keren kalau berada di sebuah kapal selam yah .."
ujar anto sembari tersenyum.
"Belum ada bajetnya to.."
ujar gundala cepat sembari menundukkan tubuhnya ke sebuah sudut dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Pak wahyu hanya menggelengkan kepala saat mendengar pembicaraan keduanya.
Sebuah pintu baja terbuka dan beberapa pria berpakaian militer mulai masuk ke dalam ruangan yang sebelumnya dipenuhi air tersebut.
Kemudian dari sebuah sisi bangunan oval yang berada ditengah ruangan sebuah dinding terbuka saat seorang pria berjas hitam keluar dari balik the egg dan berjalan menuju seorang pria ke hadapan yang berpakaian militer.
"Operasi nya sukses.." ujar pria berjas hitam tersebut sembari bersalaman dengan pria dihadapanya.
"..orang itu.." ujar gundala pelan.
"General manager chemicalyte.." ujar anto cepat.
"Daniel serena.."
seru pak wahyu saat melihat seorang pria berjas hitam tersebut melangkah memasuki ruangan dalam kapal selam yang tengah melaju.
"..suhu udara disini mulai menurun pak.."
ujar Gundala sembari merundukkan kepalanya saat seorang prajurit berpakaian militer melangkah memasuki ruangan tersebut.
Tak lama beberapa pria berpakaian putih terlihat keluar dari bangunan berbentuk oval tersebut sembari membawa beberapa kotak berlapis baja ditanganya.
Dua orang pria terlihat sedang menggotong sebuah kontainer besar dan beberapa pria berpakaian putih dibelakang kontainer tersebut mendorong sebuah alat kontrol kontainer tersebut.
Beberapa pria kembali terlihat melangkah keluar dari the egg sembari tertawa sementara diantara mereka terlihat seorang pria berambut panjang dengan beberapa tato memenuhi tubuhnya.
"..jeremiah.." ujar gundala pelan sembari merapatkan tubuhnya ke dinding di belakangnya.
__ADS_1
"Semua tersangka sudah berkumpul disini.." kembali gundala berkata pelan sembari menekan sebuah tombol merekam di sisi thundervisornya.
"Pak..saya harus masuk ke dalam the egg.." ujar gundala sembari melompat ke arah pelataran yang menghubungkan bangunan oval tersebut dengan sebuah pintu baja kapal selam nuklir.