
Seorang pria berjas hitam berjalan cepat meninggalkan ruangan rapat chemicalyte.
Baru saja beberapa manajer dan pemegang saham mengadakan rapat darurat untuk membahas kejadian semalam.
"Yang menjadi masalah utama saat ini adalah polisi mencurigai kita mempunyai bahan berbahaya tetranol!!" ujar salah satu pemegang saham.
"Sejak kapan kita memproduksi bahan tersebut!" ujar seorang pemegang saham kembali.
Para manajer yang berada di ruangan tersebut terdiam.
"Bahan tetranol diproduksi secara massal dan tidak ada satupun dari kalian yang mengetahuinya?" ujar salah satu pemegang saham kembali berkata.
"Kami memberikan dukungan pada chemicalyte untuk mengembangkan beberapa bahan kimia menjadi bahan yang bermanfaat!" ujar salah satu pria di ujung meja.
"Kami tidak akan pernah mendukung tindakan kriminal dalam bentuk apapun.." kembali seorang pemegang saham berkata.
"Jika chemicalyte sudah mulai bermain dengan bahan bahan yang berbahaya kita akan segera menarik dukungan pendanaan untuk perusahaan ini"
ujar salah satu pemegang saham sembari melangkah keluar ruangan.
Aksinya tersebut diikuti oleh beberapa rekan sesama pemegang saham yang meninggalkan ruangan tempat rapat tersebut.
"Jika si keparat itu menarik dukungan pendanaan untuk chemicalyte dapat dipastikan nasib perusahaan ini akan segera bangkrut.."
ujar pria tersebut sembari melangkah menuju ke sebuah lift.
"Jadi bagaimana langkah selanjutnya pak?" tanya seorang pria besar saat berada dalam sebuah lift.
"Kita lanjutkan produksinya.."
__ADS_1
ujar pria tersebut sembari melangkah menuju sebuah mobil yang diparkir di dalam sebuah basement.
"..si bodoh itu menyangka labolatorium utama berada disini.."
gumam pria tersebut sembari menyalakan mesin mobilnya.
"..rekaman kamera cctv semalam menayangkan sosok yang sama pak saat kita menurunkan tetranol di pelabuhan minggu kemarin.."
ujar pria besar disampingnya.
"..masih si Gundala.." ujar pria yang mengemudikan mobil tersebut.
Beberapa minggu yang lalu beberapa kontainer berisi tetranol dikirimkan lewat sebuah kapal barang dari luar negeri menuju pelabuhan.
Sesaat sebelum barang tersebut dimuat ke dalam beberapa truk seorang pria berpakaian serba hitam menyerang para pengawal yang mengangkut barang tersebut.
Namun berita tersebut ditutup oleh pihak perusahaan dengan sangat rapih sehingga polisi dan media tidak mendengar kejadian tersebut.
"Pak beberapa pekerja meminta kepastian jadwal kedatangan tetranol yang berikutnya.."
ujar pria besar disebelahnya sembari menerima panggilan video.
"Minggu ini barangnya tiba di lab utama..
untuk sementara kita hentikan dulu kegiatan di sana"
ujar si pengemudi mobil kembali.
"..kita akan buktikan bahwa kita tidak takut pada si Gundala.."
__ADS_1
ujar pria pengemudi mobil tersebut sembari menekan pedal gas untuk menambah kecepatan kendaraanya.
******
"A Good soldiers is a Dead soldiers.." ujar seorang pria berpakaian militer dalam sebuah ruangan rapat.
Beberapa perwira yang hadir disitu serentak menampakkan wajah penuh kemarahan.
"Jadi apa maksudmu Kolonel.." ujar seorang perwira di ujung meja rapat tersebut.
"Kau tahu maksudku.." ujar kolonel tersebut berkata.
"Jika kau maksud Blue angels maka bersiaplah untuk menghadap mahkamah militer.." ujar pria di ujung meja kembali.
Sesaat semua yang hadir diruangan tersebut terdiam.
"Aku ada pertanyaan untukmu Jendral.." ujar kolonel pada pria diujung meja.
"Pernahkah kau hitung berapa banyak kekuatan militer yang kita miliki?" ujar kolonel kembali berkata.
"Sementara ancaman dari luar selalu ada" kembali kolonel berkata sembari melangkah mengelilingi meja besar dihadapanya.
Para peserta rapat tersebut hanya terdiam saat sang kolonel mulai berbicara.
"Kekuatan kita sangat minim.." kembali kolonel berkata.
"Dan satu satunya harapan kita untuk mengimbangi kekuatan mereka dengan.." ujar kolonel melanjutkan
"..Blue Angels.."
__ADS_1