Gundala Sayap Malam : The Ballistics

Gundala Sayap Malam : The Ballistics
DevOps


__ADS_3

"Will ingat kali ini kau tidak memakai armor"


ujar pak wahyu dari balik jalur komunikasi.


Terdengar sebuah helaan nafas panjang dari william saat mendengar kata kata pak wahyu.


"Anda hanya menggunakan power gloves pak will.." ujar anto cepat.


"Dan beberapa tools di waist band.."


kembali pak wahyu berkata sembari sedikit tersenyum.


"..tidak ada armor..bakalan seru.."


kembali pak wahyu berkata sembari sedikit tertawa.


William hanya menggelengkan kepalanya dan berjalan cepat ke arah ruangan janitor.


"Dan satu lagi pak will.."


ujar anto sembari melangkah ke sebuah monitor besar ditengah thunderlair.


"..kali ini sayap malam harus melakukan operasi senyap.."


ujar anto cepat

__ADS_1


Operasi senyap adalah sebuah istilah dalam militer untuk sebuah kegiatan operasi spionase secara sembunyi sembunyi.


"Anda harus menuju ke labolatorium tanpa diketahui oleh siapapun pak will.." ujar Anto melanjutkan.


"Artinya kau harus menuju ke labolatorium utama melalui ventilasi.." ujar pak wahyu.


"Tidak ada satu orang pun yang boleh melihat anda pak will" kembali anto berkata.


"..jika ketahuan seluruh petugas keamanan dan polisi pantai akan mulai berdatangan mengepung anda.." ujar pak wahyu.


"..saya mengerti..sayap malam out.."


ujar william sembari membuka pintu ruangan janitor dan melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


Sebuah tas kecil mulai terlihat setelah beberapa lipatan benda ditanganya terbuka.


William membuka pakaian jas hitam yang dikenakanya dan sebuah suit dengan garis tipis berwarna kehijauan mulai nampak dari balik kemeja yang dikenakanya.


Sebuah waist band dan sepasang power gloves yang terlipat di balik jas hitam yang dikenakanya mulai terpasang.


William menarik sebuah tudung dari balik neural suit untuk menutupi wajahnya.


Sebuah visor tipis kembali dikenakanya setelah benda tersebut dikeluarkan dari saku depan kemeja putihnya.


"..sayap malam berangkat.."

__ADS_1


ujarnya pelan sembari melompat dan membuka sebuah penutup ventilasi udara ruangan tersebut.


Tak lama sebuah sosok hitam dalam balutan neural suit mulai merayap melalui ventilasi yang menghubungkan seluruh bagian kapal tersebut.


"..untuk sekarang masih aman will..seluruh karyawan kapal masih sibuk mempersiapkan sebuah event di moonlight bay.." ujar pak wahyu.


Gundala hanya terdiam dan kembali merayap melalui lorong ventilasi udara menuju target utama.


"Pak will anda ambil ke kanan di perempatan lorong di hadapan anda.."


ujar anto sembari menatap denah peta kapal berbentuk gambaran tiga dimensi dihadapan mereka.


Dihadapan gundala yang sedang merayap melalui lorong ventilasi terlihat empat jalur yang menuju ke arah yang berbeda.


Gundala kemudian mengambil sebuah lorong ke arah kanan dan kembali bergerak setelah berada dalam jalur tersebut.


Kapal besar tersebut mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju perairan internasional.


Terlihat sebuah kesibukan di dalam Galley kapal tersebut saat para koki sedang berlomba dengan waktu untuk menyajikan ratusan porsi makanan untuk para pejabat yang menghadiri sebuah event di anjungan moonlight.


Beberapa karyawan terlihat mendekorasi area tersebut sementara karyawan lainya sibuk menata beberapa meja besar untuk menyimpan hidangan bagi para tamu undangan.


Beberapa pria terlihat sedang melakukan pemeriksaan terakhir dikamera mereka untuk melakukan sebuah siaran langsung event tersebut.


Di tingkat bawah di lobby utama para tamu mulai terlihat sedang berkumpul dan bersiap untuk menuju area event yang terletak di sebuah anjungan terbuka.

__ADS_1


__ADS_2